
30 menit sudah Tika, berada di bathroom. Kemudian Tika, keluar dan berjalan menuju lemari untuk mengambil bajunya.
Seketika pandangannya menatap suaminya yang masih tertidur pulas.
Tika tersenyum sinis ketika menatap Andrew ,'Tidurnya nyenyak sekali. Benar-benar menyebalkan tahu, enggak. Pulang begitu saja tanpa kasih tahu aku. Katanya kamu ..., iss sial!" gerutu Tika, pada diri sendiri dan merasa sangat kesal saat mengingat kembali photo tentang suamainya.
Saat Tika, sudah selesai memakai bajunya lalu Tika berjalan menuju meja rias mengambil bedak dan liptin lalu memakaikannya.
Saat sudah siap untuk berangkat kerja, Tika berpamit kepada suaminya yang masih tertidur.
'Aku berangkat kerja dulu ya Mas. Tidurlah yang nyenyak, walaupun untuk selamanya tidak masalah bagiku.' celetuk Tika, dengan menatap sinis suaminya.
Tika dengan segera pergi dari kamarnya, lalu berjalan menuju mobil miliknya untuk pergi ke kantor.
Tika sengaja pergi masih pagi, karena sengaja untuk menghindari suaminya dari pada nanti akan terjadi keributan.
Satu jam kemudian ...
Andrew terbangun dari tidurnya, lalu menatap istrinya yang ternyata sudah tidak ada di tempat tidurnya.
'Kemana dia? Kenapa dia tidak ada di tempat tidur.' gumam Andrew, lalu menatap jam dinding menunjukan pukul 7 pagi.
'Ternyata aku bangun kesiangan. Oya, Tika kemana ya? Ah, mungkin lagi dibawah nyiapin sarapan pagi kali." Pikir Andrew, lalu beranjak dari atas ranjang dan berjalan menuju bathroom.
Saat sudah siap segalanya, Andrew berjalan menuju ruangan meja makan.
__ADS_1
"Selamat pagi Ibu, Selamat pagi Ayah," Sapa Andrew, kepada mertuanya.
"Pagi juga, Nak," jawab Bu Lily, lalu tersenyum kepada menantunya.
Andrew, kemudian duduk di kursi makan.
"Oya Bu, Tika mana ya?" tanya Andrew, saat tidak melihat keberadaan istrinya.
"Loh, bukannya dia masih tidur ya? Kenapa malah nanyain," lirih Bu Lily.
"Tidur? Enggak ada Bu. Pas Andrew baru bangun tidur, Tika sudah tidak ada."
"Terus Tika kemana ya?" Bu Vita, merasa khawatir.
"Paling juga sudah berangkat kerja ke kantor." Kata Ayah Efendy.
"Mungkin Tika tidak tega bila lihat kamu masih tidur pulas. Apalagi kamu baru pulang," lirih Bu Lily.
"Bisa jadi Bu." Jawab Andrew.
"Ayah ...," panggil Chika, sambil berjalan menghampiri Andrew.
"Hallo, Sayang. Apa kabar, Sayang?" sapa Andrew, kepada putrinya.
"Baik, Ayah. Kapan, Ayah pulang?" tanya Chika, yang kini sedang duduk di pangkuan Andrew.
__ADS_1
"Sekitar jam 2 dini hari Ayah, pulang kesininya, Sayang," jawab Andrew, tersenyum.
"Malam banget ya, Ayah. Oya, Ibu bilang katanya, Ayah, tidak akan pulang. Akan tetapi, Ayah pulang juga ternyata," ucap Chika.
"Emang awalnya, Ayah, tidak akan pulang. Akan tetapi, Ayah, sangat kangen banget sama kamu dan juga Ibumu."
"Chika, juga kangen banget sama Ayah." Chika, kemudian memeluk Andrew.
Andrew, membalas pelukan putrinya. Walaupun Chika, bukan anak kandungnya, tapi rasa sayang Andrew kepada Chika, begitu dalam. Chika, sudah di anggap seperti putrinya sendiri sebelum Andrew resmi menikah dengan Tika.
Chika dengan segera menguraikan pelukannya.
"Oya, Ibu mana ya?" tanya Chika, saat tidak melihat keberadaan Ibunya.
"Ibumu, sudah berangkat kerja dari tadi pagi. Mungkin ada rapat penting, makanya berangkatnya pagi," jawab Andrew.
"Oh gitu ya, Ayah."
"Iya, Sayang." Andrew, tersenyum kepada Chika.
"Baik, Bu." Andrew, dengan segera mengalas nasi serta lauk pauknya.
Entah kenapa perasaan Andrew, merasa tidak enak. Andrew, merasakan ada sesuatu yang terjadi kepada istrinya. Sesibuk apapun istrinya, dia tidak pernah berangkat kerja begitu saja kalau dirinya belum bangun dari tidurnya, itulah yang Andrew kenal.
Akan tetapi, baru kali ini Tika pergi tanpa berpamitan kepada dirinya dan merasa ada sesuatu yang disembunyikan istrinya.
__ADS_1
Bersambung ....