Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
78.satu bulan kemudian


__ADS_3

Satu bulan kemudian ....


'Kemana lagi aku harus mencari kerja? Susah benar ya cari kerja. Kenapa mereka tidak mau menerimaku bekerja? Padahal aku mantan Direktor utamaku.'


'Mereka enggak mau ngasih alasannya, kenapa aku di tolak? Malah mereka mengusirku dengan tidak hormat. Kurang ajar banget ya mereka.' gumam Chandra pada diri sendiri, dan kini sedang duduk di pinggir jalan karena lelah.


Perut Chandra pun tiba-tiba berbunyi, pertanda kalau dirinya merasa lapar. Lalu Chandra merongoh saku celananya untuk mengambil uang.


'Alhamdulilah masih punya uang dua ratus ribu, lumayan buat makan di warteg. Lagi pula, punya istri sekarang suka marah-marah. Minta sarapan, malah di suruh pergi dulu cari duit.' gerutu Chandra merasa kesal terhadap istrinya.


'Sudahlah yang penting sekarang aku bisa makan kenyang nih di warteg.' Chandra sambil berjalan menuju warteg.


"Bu, pesen nasi sama ayam goreng, tahu, tempe, dan pakai sambel ya Bu," ucap Chandra saat sudah sampai di warteg.


"Baik bang. Ya sudah abang bisa duduk dulu, nanti saya akan buat pesenan abang." Jawab Bu Rani.


"Oke baiklah Bu." Jawab Chandra sambil berjalan menuju tempat kosong.


'Kemana lagi aku harus cari pekerjaan? Bisa-bisa istriku marah-marah terus karena belum dapat kerjaan, terus tidak bisa dapat jatah malam lagi. Benar-benar si Vika sekarang makin berani sama suami.'


'Dulu saatku banyak harta di sayang-sayang, bahkan rela dia berikan segalanya buat aku. Sekarang aku miskin? Tidak punya uang ya di tendang.' gerutu Chandra merasa stress.


"Maaf Bang, ini makanannya sudah siap," ucap Bu Rani sambil membawa pesanan makanannya, lalu menaruhnya di atas meja.

__ADS_1


"Iya terima kasih Bu," jawab Chandra.


"Iya bang, selamat menikmati." ucap Bu Rani, lalu pergi untuk kembali mengerjakan pekerjaannya.


'Alhamdulilah segini juga bersyukur bisa makan.' gumam Chandra, lalu dengan segera menikmati makananya.


*Lima belas menit kemudian ....


'Akhirnya kenyang juga nih perut.' Chandra sambil mengambil air putih lalu meminumnya.


Datanglah tiga orang pria berjalan menghampiri Chandra.


"Lo ngapain makan disini?" tanya Rio terhadap Chandra.


"Lo enggak lihat apa? Aku habis makan." jawab Chandra.


"Emangnya kenapa kalau aku makan disini, Masalah buat kalian?" Chandra sambil menatap tajam Rio.


"Helo ... lo lupa ya. Dulu lo bilang sama istri lo yang bernama Vika, katanya lo tidak berselera makan disini. Bahkan lo menghina gue habis-habisan!" ucap Rio kembali menatap tajam Chandra. Dan sambil mengingat kejadian dimana Chandra dulu mempermalukan Rio di depan umum.


"Itu bukan urusan lho. Lagi pula itu kan dulu, sekarang beda." ucap Chandra sambil Rio.


"Bilang saja kalau sekarang lo hidup miskin kan? Lihat saja bos, bajunya juga kayak yang mau melamar pekerjaan," ucap Vio temannnya Rio.

__ADS_1


"Wah benar tuh, si Chandra miskin sekarang." Rio sambil mengambil map lamaran pekerjaan milik Chandra di atas meja lalu memeriksanya.


"Kembalikan lamaranku!" Bentak Chandra terhadap Rio.


"Biasa saja kali, enggak usah bentak-bentak gitu! Sudah miskin, tetap belagu." ucap Rio sambil mengebrak meja yang di tempati Chandra,"lo mau berkas punya lo di kembalikan? Nih ambil," ucap Rio sambil menghamburkan berkas-berkas Chandra ke atas lalu berjatuhan ke bawah.


"Ayo kita cabut dari sini." Ajak Rio kepada temannya.


"Baiklah Bos." Jawab Vio dan Rai bersamaan.


Rio dan temannya pun segera pergi berlalu dari hadapan Chandra. Dan kini Chandra merasa kesal, dan sangat emosi melihat Rio yang sangat keterlaluan terhadap dirinya.


"Dasar kalian kurang ajar! Tunggu saja pembalasanku." Chandra mengepalkan kedua tangannya sambil menatap punggung Rio.


Chandra pun menarik narik napas, lalu membuangnya dengan perlahan. Setelah merasa lega, dengan segera Chandra mengambil berkas-berkas lamaran pekerjaan miliknya yang ada di bawah lantai.


Saat sudah selesai mengambil berkas lamaran pekerjaanya, lalu Chandra berjalan menuju kasir untuk membayar makanannya.


"Ini Mbak uangnya," ucap Chandra sambil menyodorkan uang tersebut kepada kasir.


bersambung dulu...


******

__ADS_1


kepoin karya kak author yang satu ini, dijamin bikin baper dan seru banget nih,



__ADS_2