Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
172. Lupakan, Andrew.


__ADS_3

Di sebuah rumah sederhana, Chandra sedang duduk di ruang tamu untuk menunggu adiknya pulang.


Chandra pun merasa tidak sabar menunggu adiknya yang selama ini harus terpisah karena pekerjaannya masing-masing.


Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu, kemudian Chandra, membuka pintu tersebut.


"Selamat siang, Kakak," ucap Lisa, kemudian memeluk Chandra.


"Siang juga," Chandra, membalas pelukan Lisa, lalu menguraikan pelukannya.


"Baru sampai ya?" tanya Chandra.


"Sebenarnya sudah dari semalam nyampai kesini Kak, tetapi Lisa tidur di rumah teman karena takut sudah dini hari nyampainya," jawab Lisa.


"Oh gitu ya. Oya ini minum dulu," Chandra, sambil menyodorkan jus kesukaan adiknya.


"Terima kasih Kakak," Lisa, mengambil jus tersebut dari tangan Kakaknya.


Tiba-tiba Chandra teringat sesuatu dan harus menanyakan kepada adiknya, karena sangat menganggu pikiran Chandra.


"Lisa ...," panggil Chandra.


"Iya, kenapa Kak?" jawab Lisa.


"Ada yang ingin kakak katakan, tapi kakak berharap kamu jujur!"


"Oke, baiklah. Memangnya kakak mau bicara apaan?" tanya Lisa.


"Apakah benar, kalau kamu tidur bersama Andrew?" tanya Chandra, dengan menatap intesn Lisa.


Deg.

__ADS_1


Lisa membulatkan matanya karena merasa terkejut. Bagaimana tidak, kakaknya mengetahui semua ini.


"Maaf, Lisa permisi dulu kebelet Kak," elak Lisa dengan melangkahkan kakinya.


Langkah Lisa, harus terhenti karena Chandra menahan lengan adiknya.


"Jangan banyak alasan kalau kakak bertanya! Apa benar kamu tidur besama andrew?" tanya Chandra, sekali lagi.


"Apaan sih Kak, bertanya tentang itu. Lagian ini urusan pribadi Lisa!"


"Jadi benar kalau kamu tidur sama Andrew!"


"Iya memang benar, puas!" Lisa, menatap tajam Chandra.


"Kamu ...," tangan Chandra terangkat dan menampar Lisa.


Lisa, meringis kesakitan karena merasa panas pipinya akibat tamparan kakaknya.


"Karena kamu telah merusak rumah tangga orang lain! Kenapa kamu tega sekali menjadi parasit di dalam rumah tangga Tika dan Andrew? Kakak benar-benar kecewa sama kamu!"


"Salah ya Kak, bila aku mendapatkan pria yang tajir dan tampan? Bukankah itu impian semua wanita?" Lisa, menatap tajam Chandra.


"Tidak ada yang salah bila kamu menginginkan pria tipe seperti itu. Tapi cara kamu itu salah, kamu sudah merebut pria yang sudah beristri! Apa salah Tika sama kamu? Sehingga kamu tega merebut Andrew dari Tika?"


"Karena aku sangat cinta sama Andrew, Kak. Aku juga merasa iri sama Kak Tika, dia bisa mendapatkan pria yang begitu sempurna. Apalagi Kak Tika hidupnya enak banget, semuanya dia miliki!"


"Karena semua itu sudah takdir dari Sang Maha Kuasa, hidup Tika harus seperti itu. Cukup sudah dulu Kakak, selalu menyakiti Tika dan tidak pernah mengerti perasaan dia. Kamu? Malah menambah masalah kepada dia. kakak mohon sama kamu minta maaf sama Tika dan lupakan Andrew!"


"Dengar ya Kak, sampai kapan pun aku tidak mau meminta maaf! Lisa akan tetap mengejar Andrew untuk menjadi milikku selamanya!"


"Kamu ...," Chandra, mencoba menahan tangannya agar tidak menampar kepada adiknya.

__ADS_1


"Kenapa enggak jadi menamparku, Kak? Kalau mau tampar, ya sudah tampar saja nih, tampar sampai benyok! Sudahlah aku malas berantem mulu sama Kakak, lebih baik aku pergi dari rumah ini!" Lisa, berlalu pergi dari hadapan Chandra dan pergi dari rumah tersebut.


Chandra, berteriak kesal saat mengetahui adiknya memang benar menjadi parasit dalam rumah tangga Tika dan Andrew.


Chandra merasa gagal menjadi kakak yang baik buat Lisa dan Chandra merasa tidak bisa menjaga perkataan Ibunya, yang sebelum Bu lena meninggal berpesan agar bisa menjaga Lisa dengan baik dan bimbing dia, menjadi manusia yang berguna dan tidak merusak hubungan orang lain.


*


*


Andrew masih setia menunggu di ruangan kerja istrinya. Andrew benar-benar tidak tenang jika belum menjelaskan semuanya pada Tika.


Andrew merasa geram kepada Lisa, Bagaimana bisa, dia memposting photo dirinya sedang tidur dengan Lisa.


Sejam lalu Andrew menyuruh orang yang ada di hotel tersebut untuk memeriksa Cctv dimana dirinya bersama Lisa di kamar tersebut.


Andrew berharap dengan adanya Cctv masalah selesai. Karena itulah bukti kuat kalau dirinya dan Lisa tidak melakukan apa-apa. Andrew merasa kalau dirinya hanya dijebak oleh Lisa.


ponsel Andrew berbunyi tanda ada panggilan masuk. Andrew dengan segera mengangkat panggilan tersebut.


"Iya, hallo, gimana?"


" ...... "


"Oke, terima kasih."


Andrew dengan segera menutup ponsenya dengan perasaan kecewa.


'Bagaimana bisa mereka tidak menemukan rekaman cctv nya? Aku yakin ini ada yang janggal. Aku harus menemui si wanita brengs*ek itu! Aku yakin ini semua karena ulah dia sendiri yang melakukannya.' gumam Andrew, berbicara pada diri sendiri dan pergi dari kantor istrinya dengan perasaan marah dan kecewa kepada Lisa.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2