
Satu bulan kemudian.
Seorang wanita cantik, dengan memakai baju kemeja berwarna putih, dan rok berwarna hitam sebawah lutut, dengan rambut berkucir kuda, dan menamakai sepatu high heels, sehingga terlihat wanita tersebut begitu cantik.
Wanita tersebut sedang mencari pekerjaan. Sudah beberapa perusahaan di datanganinya, tapi sayangnya di tolak, karena tidak memiliki pengalaman kerja.
'Sungguh aneh sekali, masa karena aku belum memiliki pekerjaan, mereka menolakku sih? Huh, dasar perusahaan aneh!' gerutu Lisa, merasa kesal.
Kini Lisa terus berjalan mencari lowongan pekerjaan. Lisa tidak begitu menyerah, Lisa terus bersemangat demi mendapatkan pekerjaan.
'Kemana lagi, aku harus mencari pekerjaan ya? Aku lelah sekali. Ya sudahlah, kalau hari ini belum mendapatkan kerjaan, aku akan melamar bekerja menjadi sekretaris di perusahaan kak Tika! Aku yakin, kak Tika akan menerimaku, karena dia orangnya baik, dan tidak tegaan,' gumam Lisa, sambil tersenyum.
'Ya sudah, ayo semangat,' gumam Lisa menyemangati diri sendiri, lalu melangkahkan kembali kakinya, untuk mencari pekerjaan.
Saat Lisa sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada sebuah mobil menghampiri dirinya. Lisa pun berteriak, karena mobil tepat berhenti di depan dirinya.
Sang pemilik mobil tersebut, segera keluar dari mobilnya lalu berjalan menghampiri Lisa.
"Kamu baik-baik saja kan?" tanya pria tersebut.
Lisa pun dengan segera membukakan matanya, dan melepaskan daun telinganya, saat tangannya memegang telinga dirinya.
"Kamu mau membunuh aku hah?! Kalau menjalankan mobil itu yang benar dong!" bentak Lisa, sambil menatap tajam pria tersebut.
Pria tersebut segera melepaskan kacamata hitamnya, lalu menyimpannya, di dalam saku baju depan.
"Maaf, aku benar-benar minta maaf, aku tidak sengaja! Tadi mobil oleng," ucap pria tersebut.
Lisa pun tidak membalas perkataan pria tersebut, Lisa malah terhipnotis, dan terpesona dengan wajah tampan yang di miliki pria tersebut.
Wah tampan sekali dia, dan juga terlihat begitu gagah, kayaknya memang benar dia pengusaha deh batin Lisa sambil menatap pria tersebut.
"Hallo ... Anda baik-baik saja kan?" tanya Andrew, kepada Lisa.
"Sakit sekali kakiku," ringis Lisa tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya, lalu Andrew menahan tubuh Lisa agar tidak terjatuh.
"Oya, mana yang sakit? Ayo kita ke rumah sakit, biar saya obati kakimu yang sakit," ucap Andrew merasa cemas.
"Lututku yang sakit, tapi kayaknya enggak parah deh, jadi enggak usah di bawa rumah sakit! Cuma aku bingung-" Lisa tidak melanjutkan ucapannya, lalu menundukan kepalanya, dengan raut wajah yang sedih.
"Ya, bingung kenapa? Kamu enggak usah khawatir, kalau masalah biaya, saya yang akan bayar kok." ucap Andrew.
"Bukan gitu maksudnya. Kakiku lagi sakit, sedangkan aku lagi mencari kerja. Apakah ada perusahaan yang mau menerimaku? Sedangkan kakiku lagi sakit," ucap Lisa sambil menatap sendu Andrew.
"Oh, jadi kamu lagi mencari kerja?" tanya Andrew.
"Iya pak, aku lagi mencari kerja. Bagaimana nasib aku ini, pak," ucap Lisa dengan perasaan sedih.
__ADS_1
"Perusahaanku, ada lowongan kerja tapi cuma bagian office girl & office boy." ucap Andrew.
"Ya ampun pak, aku ini baru saja lulus kuliah. Masa iya, aku kerja sebagai office girl sih? Nanti ibu kecewa sama aku, masa cuma kerja sebagai office girl sih." protes Lisa.
"Gimana ya? Oya, kamu bisa jadi sekretarisku, untuk menggantikan Lia, yang tadi pagi sudah mengundurkan diri," ucap Andrew.
"Serius pak, jadi sekretaris bapak?" tanya Lisa merasa tidak percaya.
"Tentu saja serius." ucap Andrew.
"Baiklah kalau begitu pak," ucap Lisa merasa senang hati.
"Kamu boleh bekerja besok, dan pagi-pagi sudah harus ada di kantor," ucap Andrew.
"Kenapa enggak sekarang saja pak?" tanya Lisa.
"Bukannya kakimu sakit ya? Jadi besok saja mulai kerjanya."
"Cuma sakit sedikit saja kok pak. Sudah enggak apa-apa kok pak, mau kerja sekarang juga. Sekalian, aku pingin tahu di mana tempat perusahaan Bapak. Lagain, besok aku mau kerja gimana, kalau aku tidak tahu perusahaan bapak."
"Iya benar juga sih! Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam mobil," ajak Andrew sambil sambil menuntun Lisa ke dalam mobil.
Andrew, dan Lisa pun kini sudah berada di dalam mobil.
"Kamu sudah siapkan?" tanya Andrew, kepada Lisa.
"Sudah pak." jawab Lisa.
Asyik, aktingku berhasil. Enggak sia-sia deh! Akhirnya aku bekerja sebagai sekretaris di perusahaan orang yang tampan, dan kayaknya baik hati deh gumam Lisa sambil tersenyum tipis lalu menatap Andrew.
"Oya, kayaknya saya pernah ketemu kamu ya? Tapi dimana ya?" Andrew, sambil berpikir.
"Oya kita pernah bertemu? Oh, iya benar kita pernah ketemu saat bapak dan kak Tika, sarapan pagi di rumah aku." ucap Lisa.
Andrew pun mengingat kembali, dan memang benar apa yang dikatakan oleh Lisa.
"Oh, iya, kamu adiknya Chandra kan?" tanya Andrew.
"Iya benar banget pak."
"Oh." ucap Andrew, dengan datar.
Lalu Andrew, kembali mempercepat mobilnya menuju kantornya.
******
Andrew pun sudah sampai di kantronya, lalu dengan segera Lisa dan Andrew keluar dari mobil.
__ADS_1
"Ayo, masuk." ajak Andrew, kepada Lisa.
"Iya baik pak." jawab Lisa.
Andrew, dan Lisa berjalan masuk ke dalam perusahaan Andrew.
Tiba-tiba langkah Andrew terhenti, lalu menatap Lisa yang kini berada di belakangnya.
"Oya, saya lupa meninggalkan kamu sendirian. Padahal kakimu lagi sakit," ucap Andrew, sambil menatap Lisa.
"Tidak apa-apa kok pak. Lagian, enggak terlalu sakit kok pak," ucap Lisa.
"Serius?" tanya Andrew.
"Iya, serius pak."
"Oke, baiklah kalau begitu."
Andrew, melangkahkan kembali kakinya untuk menuju ke ruangannya.
...
Andrew pun kini sudah sampai diruangannya, kemudian menatap seorang wanita cantik, yang kini sedang duduk di sofa, dan wanita tersebut sedang menatap Andrew dengan perasaan kesal.
"Maaf lama menunggu ya?" tanya Andrew, sambil menatap wanita tersebut.
"Kamu tahu? Menunggu adalah hal yang sangat membosankan, juga menjengkelkan," gerutu wanita tersebut sambil menatap kesal Andrew.
"Iya aku minta maaf, tadi mobilku oleng, dan hampir menabrak seseorang," ucap Andrew, kemudian duduk di samping wanita tersebut.
"Serius, mobilmu tadi oleng?" tanya wanita tersebut.
"Iya serius! Tapi untunglah mobilnya bisa di berhentikan secara mendadak, dan hampir menabrak seseorang," ucap Andrew, menjelaskan.
"Lalu gimana orang yang kamu tadi tabrak? Dia baik-baik sajakan?" tanya wanita tersebut merasa cemas.
"Tentu saja, dia baik-baik saja kok. Cuma kakinya sedikit sakit katanya." ucap Andrew.
"Syukurlah kalau begitu. Lalu dimana wanita tersebut, sekarang?" tanya wanita tersebut.
"Dia sekarang ada disini, katanya butuh kerja. Aku tawarin bekerja sebagai office girl, dia menolak! Karena aku merasa tidak enak hati, karena telah membuat kakinya sakit, jadi aku terpaksa, jadikan saja dia sebagai sekretarisku," ucap Andrew, mencoba menjelaskan.
"Ada-ada saja ya, wanita itu."
Lisa pun datang memasuki ruangan kerja Andrew, karena tadi Lisa permisi untuk ke toilet dulu.
"Maaf lama ya pak," ucap Lisa, saat sudah berada di ruangan Andrew.
__ADS_1
Lisa sangat terkejut, saat mengenali wanita tersebut, begitu juga sebaliknya dengan wanita tersebut.
bersambung ...