
Tika terbangun dari tidurnya, lalu menatap jam dinding menunjukan pukul jam 7 malam.
'Ya ampun, sudah malam ternyata? Kenapa bisa aku sampai ketiduran begitu lama. Ah, tubuhku rasanya begitu remuk karena ulah dia,' gumam Tika, sambil menatap suaminya yang kini masih tidur.
Kemudian Tika mendekat wajahnya, dengan wajah Andrew.
'Ternyata dia tampan sekali. Hidungnya yang macung, bibirnya yang tebal, serta kulitnya yang putih membuat dia hampir sempurna,' gumam Tika, lalu tersenyum sambil menatap Andrew.
Tangan Tika tidak tinggal diam, tangannya mengusap lembut wajah Andrew.
"Aku tampankan?" Andrew terbangun.
Tika pun merasa terkejut, lalu dengan segera menghentikan tangannya dari wajah Andrew.
"Iss kamu kepede'an sekali," gerutu Tika.
Andrew dengan segera menindih tubuh Tika, sehingga posisi Andrew ada diatas tubuh Tika.
Tika pun hanya menelan salivanya dengan susah dan merasa tegang.
"Aku mendengar apa yang kamu tadi ucapkan. Kamu begitu menganggumi ketampananku," lirih Andrew dengan percaya diri, kemudian mengedipkan satu matanya.
"Ih genit sekali. Menyingkirlah dari tubuhku, kamu berat sekali tahu," ucap Tika.
"Tidak inginkah kita melakukannya sekali lagi? Lihatlah milikku sudah menegang karena ulahmu yang masih polos tanpa busana," ucap Andrew, kemudian menciu*m lembut bibir istrinya.
"Ndrew, aku lelah. Tubuhku rasanya remuk sekali karena ulahmu," lirih Tika, sambil mengingat kembali saat percintaannya tidak hanya sekali saja melakukannya tapi berkali-kali.
"Please, sekali lagi ya sayang," Andrew dengan wajahnya yang sendu.
"Tapi Ndrew-" ucapan Tika harus mengantung diudara\, saat bib*r miliknya dibungkam oleh bib*r milik Andrew.
Tika pun hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Hingga kini mereka saling membalas satu sama lain saat lid*ah mereka berada di dalam mulut yang sama.
Saat Andrew sudah tidak bisa menahan hasratnya, dengan segera Andrew melakukannya. Akan tetapi harus gagal, saat seseorang mengetuk pintunya.
__ADS_1
"Stop Ndrew, ada yang mengetuk pintu tuh," lirih Tika, dengan menahan tubuh suaminya.
"Sudahlah sayang, biarkan saja. Kita nikmati sekali lagi," ucap Andrew.
"Tapi Ndrew, dengarlah dia terus menerus mengetuk pintunya," ucap Tika.
"Huh, menganganggu saja itu orang. Tidak mengerti apa, sama pengantin baru ini," gerutu Andrew merasa kesal.
"Sudahlah Sayang, jangan marah begitu. Dengarlah, dia mengetuk pintunya semakin keras. Siapa tahu ada sesuatu penting yang ingin disampaikan,"ucap Tika.
"Tapi Sayang-"
"Sudah jangan protes! Kan, bisa melakukannya lagi nanti. Sekarang kamu buka pintunya, aku mau ke kamar mandi dulu mau mandi, gerah banget nih." lirih Tika, dengan segera memotong pembicaraannya.
"Baiklah, sayang." Andrew dengan penuh kecewa.
Tika dengan segera beranjak dari atas ranjangnya, lalu mengambil baju milik dirinya dan Andrew yang berserakan dimana-mana karena ulah Andrew sendiri.
Saat Tika sudah beres mengambil pakaiannya dengan segera Tika berjalan menuju kamar mandi.
Saat sudah selesai memakaikan bajunya, dengan segera Andrew berjalan menuju pintu.
"Chika?" ucap Andrew, emosinya tiba-tiba meredup saat mengetahui siapa yang mengetuk pintu.
"Maaf Ayah, Chika menganggu. Chika cuma pingin mengajak Ayah sama Ibu untuk makan malam bersama," lirih Chika, lalu tersenyum.
"Iya tidak apa-apa sayang. Bentar ya sayang, ibunya lagi mandi dulu," ucap Andrew.
"Iya Ayah, enggak apa-apa kok. Oya, tumben ibu mandi malam? Emangnya tadi belum mandi iya ibu?" tanya Tika dengan polosnya.
"Ta-tadi enggak sempat mandi, soalnya ayah sama ibu langsung tidur dulu, karena sangat cape dan butuh istirahat," jawab Andrew.
"Oh gitu ya Ayah."
Tiba-tiba Tika keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono dan rambutnya dililit dengan handuk.
__ADS_1
"Eh anak Ibu ternyata yang tadi ketuk pintu," Tika sambil berjalan menghampiri putrinya.
"Iya Ibu." Chika dengan cengengesan," Chika mau ngajak Ibu sama Ayah makan malam bersama." ucap Chika, tersenyum kepada ibunya.
"Oh begitu jadinya. Oke, siaplah." lirih Tika sambil menatap putrinya.
"Eits, jangan dulu pergi ke bawah, tunggu Ayah ya," ucap Andrew, menatap Chika, dan Tika bergililran.
"Emangnya Ayah mau kemana?" tanya Chika.
"Ayah mau mandi dulu, jadi tunggu dulu disini ya."
"Ternyata Ayah belum mandi juga ya , haduh." Chika dengan menepuk jidat.
"Belum sayang." Andrew, dengan unjuk gigi.
"Ya sudah, Ayah mandi dulu sana, biar Chika, dan Ibu menunggu disini," ucap Chika yang kini sedang duduk diatas ranjang.
"Oke, baiklah." Andrew dengan mengusap dagu Tika dan mengedipkan matanya. Kemudian pergi berjalan menuju kamar mandi.
"Iss dasar." Tika hanya menggelengkan kepala..
******
20 menit kemudian ....
Tika dan Andrew kini sudah siap untuk menuju meja makan.
"Ayo kita kebawah, Ayah sudah siap nih," ucap Andrew sambil menatap kepada Chika.
"Ayo, Ayah." jawab Chika.
Andrew dengan segera mengendong Chika ke pangkuannya.
Kemudian mereka pun berjalan ke bawah, menuju meja makan.
__ADS_1
Bersambung ....