Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
90. Sampai Di Restoran


__ADS_3

"Ibu ...." teriak Chika, merasa kaget saat mobilnya tiba-tiba berhenti begitu saja.


"Iya kenapa sayang?" tanya Tika, terhadap putrinya, dan tanpa merasa bersalah.


"Chika kaget tahu! Kenapa Ibu memberhentikan mobilnya dengan tiba-tiba, untung Chika tidak kenapa-napa." ucap Chika merasa kesal terhadap Ibunya.


"Maaf sayang, tadi ada kucing lewat. Maka nya, Ibu memberhentikan mobilnya begitu saja." Tika sambil menatap putrinya.


"Masa sih Bu? Ibu bohong ya?" Chika merasa tidak percaya.


"Ya sudah kalau tidak percaya tidak apa-apa, Ibu tidak masalah kok." ucap Tika pura-pura sedih karena Chika tidak percaya terhadapnya.


"Iya Chika percaya kok sama Ibu." Chika sambil tersenyum terhadap Ibunya.


"Baguslah kalau begitu." Tika, membalas senyuman putrinya.


Ck, alasan saja. Aku tahu, kamu sengaja memberhentikannya secara mendadak karena tidak terima kan, tadi aku menyidirmu? Alasanmu, sungguh tidak berkualitas batin Chandra sambil menatap kesal Tika.


Andai saja Chika tidak ada di situ, mungkin sudah aku balas apa yang sudah dia lakukan tadi. Chandra sengaja untuk tidak mencari keributan karena ada putrinya, Chandra memilih untuk diam saja.


"Ya sudah, ayo kita keluar lagi pula kitu sudah sampai kok," ajak Tika terhadap putrinya.


"Oh sudah sampai ya Bu," ucap Chika, terhadap Ibunya.


"Tentu saja sudah, makannya Ibu ngajak kamu keluar," ucap Tika, dengan segera keluar dari mobil, lalu sekilas menatap Chandra yang sedang kesal terhadap dirinya.

__ADS_1


Rasain lho, emang enak aku kerjain batin Tika sambil tersenyum sinis.


"Ayah, ayo kita keluar," ajak Chika terhadap Chandra.


"Oke, baiklah sayang." jawab Chandra.


Chika, dan Chandra pun dengan segera keluar dari dalam mobil tersebut.


Kemudian mereka berjalan ke dalam restoran tersebut. Setelah sampai di dalam restoran, mereka pun dengan segera duduk di tempat makan yang kosong.


"Maaf permisi Nyonya, Tuan, dan adik cantik, mau pesan apa ya?" tanya Seorang pelayan, yang kini sedang berdiri di depan meja nya.


"Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Tika, terhadap putrinya.


"Special? Emang apa yang special?" tanya Tika kembali terhadap putrinya.


"Mana Chika tahu Bu, tanya saja sama pak pelayan ini," jawab Chika, sambil mengindikan bahunya.


Tika pun tertawa renyah, karena merasa lucu telah ngerjain putrinya.


"Oya pak, putriku bilang katanya mau pesan makanan dan minuman yang special disini, dua saja ya pak." ucap Tika, kepada sang pelayan.


"Oke, baiklah Nyonya." jawab Tio.


"Eh Ibu gimana sih, kenapa pesen dua? Emangnya Ayah tidak dipesenin juga ya?" Protes Chika.

__ADS_1


"Ya ampun, Ibu lupa Nak," jawab Tika, sambil cengengesan.


"Ada saja Ibu ini ya." Chika sambil menepuk jidatnya.


"Oya pak, jadi tiga ya pak bukan dua." ucap Tika.


"Oke baiklah. Kalau begitu, saya permisi dulu. Harap tunggu sebentar ya Nyonya, Tuan dan adik cantik." ucap Tio, sang pelayan tersebut.


"Oke, silahkan pak." jawab Tika, terhadap Tio, sang pelayan tersebut.


Pak Tio pun dengan segera pergi dari ke dapur, untuk menyampaikan pesanan makanannya kepada Cheff yang bertugas.


"Oya sayang, Ibu mau ambil ponsel dulu ya, ponsel Ibu ketinggalan di dalam mobil," ucap Tika terhadap putrinya.


"Iya silahkan Bu." jawab Chika, tersenyum kepada Ibunya.


Tika dengan segera beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju keluar untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam mobil.


Ketika Tika sedang berjalan. Tiba-tiba tanpa di sengaja sang pelayan restoran tidak sengaja menabrak Tika, dengan menyenggol bahunya, dan membuat Tika terjatuh.


Saat Tika akan terjatuh, beruntunglah ada seseorang yang menolong dengan menahan tubuhnya, dan akhirnya Tika tidak jatuh ke lantai.


Tika pun merasa terkejut saat menatap seseorang yang menolong dirinya. Mata hitam mereka saling menatap satu sama lain.


bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2