
Tika dan Reza pun kini sudah berada di dalam sebuah mobil menuju restoran untuk makan siang.
Di setiap perjalanan Tika hanya menatap pemandangan yang dilewatinya melalui kaca mobil dengan pikiran kosong. Entah kenapa saat Andrew mengatakan kalau dirinya menyukai Tika, disitulah perasaannya menjadi tak karuan.
Apakah senang? Tidak juga. Yang pastinya Tika tidak mau masuk ke dalam kehidupan Andrew. Karena Tika tahu, kalau mantan kekasihnya masih mencintai Andrew. Dan pasti akan nekat melakukan apapun demi mendapatkan Andrew. Termasuk, melakukan tindakan hal yang keji terhadap seseorang yang dicintai oleh Andrew. Itu bisa dilihat dari sikap dan perkataan Mila.
"Tika ...." panggil Reza.
"Eh, iya kenapa?" tanya Tika kemudian menatap Reza.
"Kamu itu kenapa sih, lagi ngelamun apaan? Jangan bilang, kalau kamu ngelamun pingin cepat aku pinang ya?" ucap Reza sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Tika pun tersenyum sinis sambil menatap Reza. Bagaimana bisa, pikirannya seperti itu.
"Ck, pede sekali dirimu berkata seperti itu. Siapa bilang hem?" ucap Tika sambil menatap kesal Reza.
"Sabar, jangan marah-marah nanti cepat tua lho. Lagi pula, aku cuma bercanda kok," Reza cengengesan.
"Enggak lucu tahu bercandanya." gerutu Tika sambil mengerucuti bibirnya.
Reza pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Reza merasa gemas dan begitu tertarik terhadap Tika.
"Habisnya sih kamu dari tadi diem mulu. Bicara dong, kan disini ada orang masa di anggurin sih."
__ADS_1
"Aku tuh lagi enggak mood, males bicara. Makanya aku lebih baik diam saja." ucap Tika.
"Apakah kamu lagi ada masalah?" tanya Reza sambil menatap Tika.
"Ih kepo!" Jawab Tika.
"Ini orang benar-benar ya, pingin aku cium nih."
"Barusan bicara apa? Pingin aku tonjok ya," Tika sambil mengepalkan satu tangannya, dan melayangkan tepat di depan mata Reza.
"Iss buset ngeri amet ya, ja-jangan dong aku cuma bercanda kok hehe," ucap Reza sambil menurunkan tangan Tika."Sebenarnya kamu itu wanita, kok bar-bar ya." ucap Reza sambil menatap Tika, kemudian fokus kembali menyetir mobil.
"Emangnya kenapa kalau aku bar-bar? Bagus dong, jadi aku bisa pukul, dan injak-injak orang-orang yang menyakitiku dan anakku." ucap Tika.
"Tentu dong, aku kan orangnya selalu benar." ucap Tika sambil tersenyum.
"So kepede'an lagi ini orang." ucap Reza.
"Tentu saja harus pede dong, jadi orang jangan sok malu-maluin."
"Iya terserah Tuan Putri saja deh. Eh iya, kalau enggak salah dengar, tadi kamu bilang anakmu? Memangnya kamu sudah menikah ya?" tanya Reza sambil mengerutkan keningnya karena penasaran.
"Kalau aku bilang sudah menikah, apakah kamu akan percaya?" tanya Tika sambil menatap Reza.
__ADS_1
"Tentu saja aku tidak akan percaya. Karena kalau dilihat dari wajahmu, kamu masih muda kelihatan belum menikah dan tentunya masih cantik." Jawab Reza.
Tika pum hanya menggelengkan kepala saat Reza berkata seperti itu.
"Sebenarnya aku sudah menikah." ucap Tika.
"A-apa? Serius, kamu sudah menikah?" tanya Reza dengan gugup karena tidak percaya.
"Heem. Aku juga sudah memiliki seorang anak yang masih berusia empat tahun." jawab Tika.
"Oh gitu ya. Syukurlah kalau kamu sudah menikah, dan sudah memiliki seorang anak." ucap Reza sambil menatap Tika. Ada sedikit rasa kecewa, karena Reza sudah jatuh cinta terhadap Tika saat pertama kali kenal.
"Iya."
"Eh tapi tunggu dulu, kamu sedang tidak berbohongkan?" tanya Reza.
Bersambung dulu ....
****
Yuk mampir dan kepoin cerita dari kak author ini, di jamin bikin baper dan seru.
__ADS_1