
Keesokan Harinya.
Hari ini, hari dimana Ayah Efendy, Bu Lily dan Chika akan berangkat ke luar negeri.
"Gimana Sayang, sudah siap?" tanya Tika kepada putrinya.
"Sudah kok Bu." jawab Chika.
"Maaf ya sayang, Ayah enggak jadi ikut kesananya. Tiba-tiba saja ada yang nelpon, ada sesuatu yang penting harus ditanda tangani sama Ayah," ucap Andrew merasa tidak enak hati.
"Iya Ayah, tidak apa-apa kok. Doakan saja, semoga Chika selamat sampai tujuan," lirih Chika.
"Iya pastinya Sayang, Ayah selalu mendoakanmu. Jaga diri baik-baik disana. Dengarkan nasehat nenek, jangan banyak membantah," ucap Andrew.
"Siap Ayah."
"Pintar, anak Ayah." Andrew, kemudian mencium lembut rambut Chika.
"Jangan nakal ya Sayang disana. Semoga kamu disana, sehat selalu." Tika, tersenyum kepada putrinya.
"Iya Bu."
Sebenarnya Tika sangat berat untuk meninggalkan putrinya yang ingin sekolah diluar negeri. Akan tetapi Tika sadar, mungkin ini lebih baik untuk Chika agar disana ada yang memperhatikan dirinya oleh Ibu Lily dan Ayah Efendy. Sedangkan disini, Tika dan Andrew pastinya akan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Bu Lily pun datang ke kamar, dimana ada Chika, Andrew dan Tika dikamar tersebut.
"Ayo Sayang, sudah siapakan?" tanya Bu Lily kepada cucunya.
"Sudah siap kok Nek." jawab Chika.
"Ya sudah, ayo." ajak Bu Lily.
Kemudian Chika dan Bu Lily pun keluar dari kamar tersebut. Tika dan Andrew pun ikut berjalan dibelakang.
"Maafkan Andrew, tidak bisa mengantarkan Ibu dan Ayah kesana," ucap Andrew merasa tidak enak hati.
"Iya tidak apa-apa kok Nak. Ayah sama Ibu ngerti gimana keadaan posisi kamu." lirih Ayah Efendy, tersenyum kepada menantunya.
"Terima kasih Ayah, Ibu." Andrew membalas senyuman Ayah Efendy.
"Iya Nak. Nanti, bila kalian libur panjang, mainlah kesana,' ucap Bu Lily, sambil menatap Andrew dan Tika bergiliran.
"Iya pastinya Bu, Andrew dan Tika akan main kesana, sekalian menjenguk putri Ayah yang sangat cantik," Andrew, sambil menatap Chika, lalu mengusap lembut rambutnya.
"Ayah, bisa saja kalau Chika ini cantik." Chika merasa senang mendengar pujian dari Ayah sambungnya.
"Emang iya, kamu itu sangat cantik. Persis kaya ibumu, cantik banget." Andrew, menatap istrinya.
"Lagian cantik itu relatif." timpal Tika.
"Anak Ibu tuh, serba salah ya. Di puji malah ngomel."
__ADS_1
"Dia, orangnya memang suka gitu. Kalau ada yang memuji dia, pasti dia akan merendah dirinya sendiri," ucap Bu Lily.
"Oya, Masa sih Bu?"
"Heem." ucap Bu Lily dengan menganggukan kepala.
Andrew pun merangkul pundak istrinya ,"aku begitu beruntung memilikimu, sayang. Kamu begitu rendah hati dan tidak pernah menyombongkan diri."
Tika tersenyum kepada suaminya ," lagian, ngapain harus kita sombong? Tidak pantas, kita menyombongkan diri kepada orang lain karena kasta kita lebih tinggi dari mereka. Ingatlah, Sang Pencipta saja yang mempunyai segalanya tidak pernah sombong. Dia selalu memberikan kesempatan kepada orang-orang yang selalu berbuat kesalahan agar bisa memperbaiki dirinya dan sadar atas segalanya.
"Istriku ini benar-benar hebat." Andrew merasa menganggumi Tika, lalu mencium rambutnya.
"Mesra sih boleh. Tapi ingat, harus tahu tempatnya." sindir Ayah Efendy.
"Eh iya, lupa." Andrew cengengesan.
Ayah Efendy pun hanya menggelengkan kepala.
"Ya sudah, kalau begitu Ibu, Ayah sama Chika pergi dulu ya." pamit Ibu Lily, sambil menatap putrinya dan menantu.
"Iya, silahkan Bu." jawab Tika.
"Sayang, peluk sama Ibu sama Ayah dulu dong." Andrew, segera mensejajarkan tubuhnya dengan putrinya.
Chika pun berjalan menghampiri Andrew, lalu memeluknya. Lalu bergiliran dengan Tika.
"Ingat Sayang, pesan Ayah sama Ibu yang dibicarakan tadi." ucap Tika, sambil menguraikan pelukannya.
"Iya siap Bu. Nanti kalau Chika telpon Ibu, jangan lupa di angkat ya Bu." ucap Chika.
"Ya sudah, Ayah, Ibu, Chika pergi dulu ya." pamit Chika.
"Iya Sayang. Semoga kalian, selamat sampai tujuan."
"Iya Bu."
SebelumĀ pergi, Andrew dan Tika bersalaman kepada Ayah Efendy dan Bu Lily. Kemudian Ayah Efendy, Bu Lily dan Chika segera berjalan menuju mobil yang di supirin oleh pak amin.
Mobil yang di supirin pak amin pun kini sudah tidak terlihat lagi.
Andrew dan Tika, dengan segera masuk ke dalam rumah.
Andrew menatap istrinya, yang begitu merasa sedih karena harus jauh dari putrinya.
"Sayang ...," panggil Andrew.
"Iya, kenapa Ndrew?" tanya Tika.
"Kita jalan-jalan yuk." ajak Andrew.
"Emangnya, mau jalan-jalan kemana?" tanya Tika kembali.
__ADS_1
"Kemana saja boleh, yang penting kita pergi jalan-jalan." jawab Andrew.
"Ya sudah, boleh. Tapi tunggu dulu, aku mau ngambil tas di dalam kamar." ucap Tika.
"Baiklah, Sayang."
Tika dengan segera berjalan menuju kamar untuk mengambil tas.
"Sudah, ngambil tasnya?" tanya Andrew, saat Tika tiba-tiba ada disamping dirinya.
"Sudah. Ayo, kita berangkat." ajak Tika.
"Oke, ayo."
Tika dan Andrew pun dengan segera pergi menuju keluar, dan berjalan menuju mobil.
"Ya sudah, ayo masuk." Andrew, sambil membukakan pintu mobilnya.
Saat keadaan di dalam mobil sudah siap, dengan segera Andrew pun menjalankan mobilnya.
****
30 menit kemudian.
Mobil yang dikendarai Andrew pun kini sudah sampai di sebuah Mall yang sangat besar, serta ramai pengunjung. Andrew dan Tika pun dengan segera keluar dari mobil tersebut.
Andrew dan Tika kini sudah berada di dalam sebuah mall. Mereka pun kini sedang melihat-lihat pakaian, serta yang lainnya.
"Lihat Ndrew, bajunya bagus sekali." ucap Tika.
"Kamu mau? Ambillah apa yang ingin kamu beli." ucap Andrew.
"Serius?" tanya Tika kembali.
"Heem." jawab Andrew.
Tika pun dengan segera mencari pakaian, serta barang lainnya yang akan di beli.
Tiba-tiba seseorang tidak sengaja menumpahkan air minumnya, sehingga membuat baju Tika basah karena ulah seorang tersebut.
"Kalau jalan tuh, lihat dong," ucap Andrew, kepada pria tersebut.
"Maaf, aku benar-benar tidak sengaja," ucap pria tersebut.
"Sudahlah Ndrew, lagian dia kan, tidak sengaja." ucap Tika.
"Aku benar-benar minta maaf ya Mbak." ucap pria tersebut.
"Iya enggak apa-apa kok." jawab Tika.
Saat Tika dan Pria tersebut saling menatap, tiba-tiba mereka pun merasa terkejut saat mengenal satu sama lain.
__ADS_1
"Kamu?" ucap Tika dan Pria tersebut secara bersamaan.
Bersambung.