Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
60.Hanya sandiwara.


__ADS_3

"Gimana ini pak Andrew? Kayaknya Chandra marah besar sama kita, karena telah membuat istrinya sampai masuk rumah sakit." bisik Tika terhadap Andrew.


"Sudahlah Tik, kamu yang tenang ya. Lagian, kita kan sudah bertanggung jawab terhadap dia." ucap Andrew mencoba menenangkan Tika.


"Yang saya takut kan, bila terjadi sesuatu terhadap Vika, pak Andrew." ucap Tika merasa cemas.


"Sstt ... kamu jangan berbicara begitu, doakan saja supaya Vika baik-baik saja." Andrew sambil menempelkan telunjuknya ke bibir Tika.


Deg. Tika merasa menjadi gugup, dengan apa yang sudah dilakukan oleh Andrew. Matanya membulat karena terkejut. Mata hitam mereka, kini saling menatap satu sama lainnya.


Ehmz ... ehmz ... Chandra berdehem dengan keras. Membuat Tika dan Andrew menjadi salah tingkah, juga merasa malu.


"Aduh ada-ada saja ya, orang lagi sakit, ini malah asyik bermesraan. Dasar tak tahu malu," sindir Chandra sambil menatap sinis Tika dan Andrew.


Tika pun langsung menatap tidak suka Chandra. Bagaimana bisa, pikirannya negatif mulu. Ingin rasanya Tika merobek-robek mulut Chandra pakai pisau. Andrew pun dengan segera memberikan kode supaya Tika bersabar.


"Dengar ya, jika terjadi sesuatu terhadap istriku, maka aku tidak memaafkanmu!" Chandra sambil menatap tajam Tika dan Andrew bergiliran.

__ADS_1


Tika langsung menarik napasnya dengan panjang, lalu menghembuskannya dengan perlahan. Baru saja, dirinya berpikiran seperti itu.


"Kita doakan saja, supaya istrimu baik-baik saja. Aku yakin, pasti istrimu baik-baik saja kok." ucap Tika sambil menatap Chandra.


"Benar banget tuh, apa yang dikatakan oleh Tika." Andrew ikut menimpali.


Chandra hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Andrew. Chandra masih menatap Tika dan Andrew dengan sinis. Tiba-tiba Chandra ingat sesuatu.


"Oya, bukannya kamu kekasihnya si Reza? Terus kamu ngapain, berduaan sama si pria ini, di mobil yang sama lagi?" tanya Chandra terhadap Tika. Sekilas menatap tidak suka Andrew.


"A-apa kekasihnya pak Reza?" ucap Andrew dengan gugup, karena merasa terkejut dengan perkataan Chandra.


"Chandra! Kamu itu apa-apan sih? Lepasin dia!" Bentak Tika terhadap Chandra. Dan mencoba memisahkannya.


Chandra pun dengan segera melepaskan tangannya yang mencengkram kerah Andrew. Kemudian Chandra bertepuk tangan.


Prok ... prok ... prok ...

__ADS_1


"Macam wanita apaan kamu? Sudah punya kekasih, tapi masih dekat dengan pria lain. Dasar wanita gatal!" Chandra sambil menatap tajam Tika.


Plak ...


Tika langsung menampar pipi Chandra, hingga meninggalkan bekas kemerahan.


"Jaga ucapanmu Chandra! Aku bukan seperti apa yang kamu katakan." Tika sambil menatap tajam Chandra.


"Oya, masa sih? Kalau kamu tidak gatal, ngapain jalan dengan dia?" tanya Chandra, balik menatap tajam Tika.


"Terus aku harus jawab pertanyaanmu gitu? Tidak penting! Ini urusan aku sama dia. Dan asal kamu tahu ya, aku sama reza tidak ada hubungan apa-apa. Aku hanya bersandiwara saja di depanmu." ucap Tika, sambil tersenyum sinis terhadap Chandra.


"A-apa?" Chandra merasa terkejut mendengar perkataan Tika.


"Kamu ...." ucapan Chandra tergantung. Tangannya telunjuknya sambil menunjuk tepat di depan mata Tika.


"Apa hah? Tidak terima dengan sandiwaraku, iya? Sayang sekali dirimu telah dibodohi olehku, serta sahabatmu sendiri." ucap Tika sambil menatap tajam Chandra, lalu tersenyum sinis.

__ADS_1


"Maksud kamu apa, melakukan hal seperti itu?" Chandra merasa tidak terima, dan menatap kesal mantan istrinya.


__ADS_2