Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
127. Apa yang terjadi?


__ADS_3

Di sebuah ruangan, Tika sedang duduk di kursi kebesarannya, sambil memijit keningnya yang begitu terasa pusing.


'Aduh, kenapa kepalaku pusing sekali? Kenapa dengan kepalaku? Padahal tadi baik-baik saja,' gumam Tika, pada diri sendiri.


Tiba-tiba datang seseorang memasuki ruangannya. Betapa terkejutnya Tika, saat mengenal siapa yang datang ke ruangannya.


"Kamu mau ngapain kesini?!" ucap Tika, sambil menatap Chandra dengan datar.


"Aku di suruh pak bambang, untuk membersihkan ruangan kerjamu," jawab Chandra.


"What? Dia menyuruhmu, untuk membersihkan ruanganku? Yang benar saja! Memang enggak ada ya, office boy lain, selain dirimu? Padahal banyak disini office boy tuh," ucap Tika sambil menatap sinis Chandra.


"Mana aku tahu! Memangnya kenapa, kalau aku yang membersihkan ruanganmu? Lagi santai sajalah, aku enggak bakal macam-macam kok! Lagi pula, aku tahu diri kok." ucap Chandra, mulai membersihkan ruangan kerja Tika.


"Baguslah kalau begitu! Kerja yang benar, dan harus bersih nih seluruh ruanganku!" ucap Tika.


"Baik, bu Bos!"


Tika pun tiba-tiba bersin-bersin, dan kepalanya benar-benar mulai pusing.


'Aduh, sakit sekali kepalaku! Mana bersin-bersin mulu lagi,' gumam Tika sambil mengambil tisu di atas meja.


Chandra pun menatap Tika, dan merasa kasihan melihat Tika, dari tadi yang terus bersin-bersin.


"Tika, kamu baik-baik saja kan?" tanya Chandra, kepada atasannya.


Tika pun tidak membalas perkataan Chandra, karena kepalanya semakin pusing.


Chandra pun langsung mengambil gelas, lalu mengisi air hangat yang tersedia di galon yang ada di dalam ruangan tersebut.


Chandra kemudian berjalan menghampiri Tika, sambil membawa segelas air hangat.


"Ini minum dulu airnya hangatnya," ucap Chandra, sambil menyodorkan air tersebut kepada Tika.


Tika pun tidak langsung mengambil air yang ada di tangan Chandra, tapi Tika menatap Chandra sebentar, lalu menatap air gelas.


"Kamu jangan curiga gitu! Santai saja, aku tidak menaruh racun di dalam gelas kok. Sudah minum dulu nih air hangatnya," ucap Chandra sambil menyodorkan segelas air hangat untuk Tika.


Tanpa berpikir panjang, Tika pun mengambil segelas air hangat dari tangan Chandra, lalu meminumnya.


"Aku mau keluar dulu, jangan lupa bersihkan seluruh ruangan ini, dan jangan menyentuh barang-barang yang ada di atas mejaku!" Tika, sambil beranjak dari kursinya.


"Oke, baiklah." jawab Chandra.


Tika pun berjalan melangkah kakinya, untuk menuju keluar.

__ADS_1


'Kenapa kepalaku, sangat pusing sekali? Aku harus pergi dari sini, dan meminta orang untuk membelikan obat untukku,' gumam Tika sambil berjalan melangkahkan kakinya menuju keluar.


Tanpa di sangka, tiba-tiba tubuh Tika merasa lemas karena sangat pusing sekali.


"Bruukk!!"


Tika tiba-tiba terjatuh ke bawah lantai.


"Tika?" ucap Chandra terkejut, saat menatap Tika, sudah berada di bawah lantai.


Chandra pun dengan segera menyimpan alat perlengkapan kerjanya, lalu berjalan menghampiri Tika.


"Tika, bangun!" ucap Chandra, sambil menggoyangkan pundaknya dengan lembut.


"Gimana ini? Dia pingsan. Kenapa bisa sampai pingsan sih? Perasaan aku tidak melakukan niat jahat kepadamu!" Chandra, semakin khawatir.


Chandra pun mengendong tubuh Tika, dan berjalan menuju sofa yang ada di ruangannya.


'Berat sekali ya, perasaan dulu aku pernah mengendong dia, tidak seberat ini,' gumam Chandra, saat sudah selesai mentidurkan Tika di atas sofa.


'Apa yang harus aku lakukan, pertolongan pertama untuk membantu dia?' Chandra, merasa bingung.


'Oh iya, ambil kayu putih. Aku lihat, kalau di film-film suka gitu,' Chandra sambil berjalan menuju tempat kerja Tika, dan berharap ada kayu putih di atas meja kerjanya.


'Akhirnya ada juga kayu putihnya,' Chandra, sambil mengambil kayu putih, lalu berjalan kembali menghampiri Tika.


'Gimana ini? Belum sadar juga. Aku harus mencari seseorang nih,' Chandra, sambil menatap wajah cantik Tika.


"Masih cantik! Tidak pernah berubah, masih tetap sama cantik,' gumam Chandra. Tanpa di duga, Chandra mengusap lembut rambut Tika, dan tersenyum.


Seseorang pun masuk ke dalam ruangan Tika, dan merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Chandra.


Andrew mengepalkan kedua tangannya, lalu berjalan menghampiri Chandra.


"Apa yang sudah kamu lakukan kepada Tika?!" geram Andrew, sambil menarik kerah Chandra.


"Andrew?" Chandra merasa terkejut, dan baru sadar akan kedatangan Andrew.


"Kamu berani sekali ya, menyentuh dia!" Andrew, sambil menatap tajam Chandra.


"Anu ... tadi Tika-" ucapan Chandra harus terputus, karena Andrew menyela pembicaraanya.


"Apa yang sudah kamu lakukan, terhadap Tika!" bentak Andrew, sambil menatap Chandra.


"Aku tidak ngapain-ngapain Tika, kok!" jawab Chandra.

__ADS_1


"Pembohong! Jika memang kamu tidak ngapain-ngapain Tika, tidak mungkin dong Tika jadi seperti ini!" bentak Andrew, dengan nada tinggi, dan sambil mencengkram kuat kerah Andrew.


"Kamu enggak percaya sekali sih, sama aku! Lagi pula, aku sudah membantu Tika membawakannya keatas sofa, saat Tika tiba-tiba pingsan! Kalau tidak ada aku, mungkin Tika masih berada dibawah lantai." bentak Chandra.


"Terus, aku harus percaya ucapanmu, begitu? Tidak Chandra! Karena kamu sudah kurang ajar, dan berani sekali menyentuh Tika!"


"Memangnya kenapa Kalau aku sudah menyentuh wajah cantik mantan istriku itu? Kamu punya hak apa hem?" Tantang Chandra.


Karena merasa kesal, dan semakin emosi dengan perkataan Chandra.


Andrew memukul wajah Chandra, sehingga sedikit mengeluarkan darah segar.


"Itu hukuman buat kamu, karena sudah kurang ajar, dan berani menyentuh Tika. Asal kamu tahu ya, aku ini, calon suaminya, Tika!"


Chandra tertawa sambil menatap sinis Andrew.


"Calon suami? Yang benar saja. Lagian, itu karena perjodohan orangtua kalian! Tapi aku enggak yakin, kalau kalian saling mencintai dengan tulus," ucap Chandra.


"Itu urusan aku sama Tika! Asal kamu tahu ya, gara-gara kamu telah menghancurkan rumah tanggamu dengan Tika, dia mengalami rasa trauma yang begitu sangat berat. Apalagi, saat mengetahui ternyata kalau kamu sudah menghianati Tika, selama tiga tahun, itu membuat Tika down. Dasar pria brengsek!" Andrew kembali mencengkram kerah Chandra.


Chandra tidak membalas perkataan Andrew. Chandra pun merasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Andrew. Begitu bejad dirinya, sehingga membuat Tika trauma, dan membuat down. Chandra benar-benar merasa bersalah kepada mantan istrinya tersebut.


"Sekarang juga, kamu keluar dari ruangan ini!" usir Andrew, sambil melepaskan cengkramannya, dan menunjuk pintu keluar.


"Tapi aku tidak bisa, aku harus mengerjakan pekerjaanku untuk membersihkan ruangan ini!" ucap Chandra, sambil menatap Andrew.


"Aku bilang keluar! Biarkan office boy yang lain mengerjakan ruangan ini." Andrew, merasa masih emosi.


"Oke, baiklah!" jawab Chandra.


Chandra pun dengan segera mengambil perlengkapan alat kebersihannya, dan keluar dari ruangan tersebut.


'Aku harus segera telpon dokter! Lihat saja Chandra, jika Tika begini karena ulahmu, aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu yang begitu menyakitkan untukmu!' gumam Andrew, sambil menatap Chandra, yang kini sudah pergi dari ruangannya.


Andrew pun dengan segera mengambil ponselnya dari saku depan, lalu menelpon dokter.


Bersambung ....


**Tinggalkan jejaknya dong kak, kasih Like yang banyak dan comen sebagai tanda dukungannya, mau kasih give juga enggak apa-apa kok😊.


*****


yuk mampir dan kepoin karya dari author ini dijamin bikin bapet, dan seru nih.


Napen:Mayya_zha

__ADS_1


Judul :FAKE LOVE



__ADS_2