
"Dok, gimana keadaan istri saya dok?" tanya Chandra sekali lagi, merasa cemas.
"Keadaan beliau, baik-baik saja kok." Jawab Dr.Meti sambil tersenyum kepada Chandra.
"Alhamdulilah, syukurlah kalau begitu. Dokter ini membuat saya khawatir tahu." Chandra sambil menatap gemas Dr.Meti karena telah membuat dirinya sangat cemas.
Dokter Meti hanya tersenyum, tanpa membalas perkataan Chandra.
"Gimana keadaan janin yang ada di dalam kandungannya Dok? Baik-baik saja kan, Dok?" tanya Bu Lena.
"Tentu saja baik-baik saja kok Bu. Malahan janinnya, tumbuh sangat baik," jawab Dr. Meti sambil menatap bu Lena, lalu tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu Dok. Terima kasih sudah membantu menangani Nak, Vika." ucap bu Lena membalas senyuman Dr. Meti.
"Sama-sama Bu."
"Terus, apa yang membuat istriku kesakitan Dok? Saya lihat, istriku begitu sangat kesakitan." tanya Chandra.
"Beliau mengalami kram perut, di sertai kontraksi palsu." Jawab Dr.Meti.
"Tapi tidak berbahaya kan, untuk pertumbuhan janin?" tanya Chandra merasa cemas.
"Bahaya? Tentu saja tidak, pak. Emang kebanyakan orang lagi hamil suka mengalami hal seperti itu." Jawab Dr. Meti.
"Syukurlah kalau begitu Dok. Oya Dok, bolehkah saya melihat istriku?" tanya Chandra.
"Tentu saja boleh kok. Saya juga mau permisi, karena ada pasien lain yang harus saya tangani," ucap Dr.Meti.
"Ya sudah, silahkan Dok," jawab Chandra.
Dokter Meti pun dengan segera meninggalkan Chandra, karena ada pasien yang harus di tangani. Chandra pun dengan segera berjalan masuk untuk menemui istrinya.
**
__ADS_1
Di tempat lain.
"Tika, kamu baik-baik saja kan?" tanya Andrew sambil menatap Tika.
"Iya saya baik-baik saja kok Pak." Jawab Tika.
"Dari tadi saya perhatiin kamu diem mulu sih. Biasanya, juga kamu bawel suka bicara tanpa titik, koma, kayak rel kereta api terus nyerocos."
"Saya lagi enggak mood pak, gara-gara si pria brengsek itu. Lagian, pak Andrew ini ngapain perhatiin saya lagi? Nanti jatuh cinta lho." Canda Tika.
Andrew pun tersenyum, dan merasa gemas mendengar perkataan Tika.
"Emangnya tidak boleh ya, bila saya jatuh cinta sama kamu hem?" tanya Andrew sambil menatap Tika.
"Tentu saja tidak boleh!"
"Lho kenapa tidak boleh?" tanya Andrew, merasa terkejut dengan ucapan Tika.
"Karena kamu itu masih fresh."
"Iya maksud saya itu, saya ini seorang janda. Jadi kamu tidak pantas jatuh cinta sama seorang janda. Lagi pula, di luar sana banyak tuh, wanita yang masih perawan, cantik-cantik lagi. Jadi ngapain harus jatuh cinta sama seorang janda, punya anak lagi." ucap Tika mencoba menjelaskan semuanya.
"Emangnya salah iya, bila jatuh cinta sama seorang janda?" tanya Andrew sambil menatap intens Tika.
"Tidak salah juga sih. Kalau sudah merasa nyaman satu sama lain, dan bisa saling ngertiin, kenapa tidak? Tapi merasa lucu saja, seorang janda menikah dengan seorang pria yang masih sugar daddy," Tika sambil tersenyum meledek.
"Sugar daddy? Boleh juga tuh. Kayaknya lebih seru nih." ucap Andrew sambil menaikan dua alisnya.
"Apaan sih, ini orang. Pakai mengerakan dua alisnya lagi." Tika sambil tertawa renyah, dan mengelengkan kepalanya.
"Ini orang malah tertawa lagi, emangnya ada yang lucu ya? Ih jadi gemas deh, pingin cubit pipinya," ucap Andrew kemudian mencubit pipi Tika.
"Aww, sakit tahu. Ih ... apaan sih, main cubit-cubit saja. Bukan mukhrim tahu." gerutu Tika sambil menyunggingkan bibirnya, dan mengusap pipinya yang sakit.
__ADS_1
"Sabar sayang, bentar lagi abang halalin kok." Canda Andrew.
"Ih apaan sih, pakai panggil sayang, sayang segala lagi. Pak Andrew bilang mau halalin saya? Emangnya kita menjalin hubungan ya? Ada-ada saja kamu ini ya," Tika sambil mengelengkan kepala.
"Ya sudah, kita jalin hubungan yuk? Deal, ya kita resmi jadi pasangan kekasih ya?" Andrew sambil mengedipkan satu matanya.
"Ya ampun ih genit sekali, ya main kedip-kedip mata segala lagi. Ih dasar menyebalkan ya." ucap Tika, kemudian mencubit pinggang Andrew dengan keras.
"Aww, sakit tahu. Emm ... berani ya, main kekerasan fisik ya," Andrew sambil menatap gemas Tika, dan mengusap pinggang yang sakit.
"Kan, biar imbas. Tadi kamu juga cubit pipiku." Tika, sambil menaikan dua alisnya.
"Ceritanya, balas dendam nih? Baiklah kalau mau pingin main balas dendaman, kita mulai nih." Andrew, kemudian malah menggelitiki Tika.
"Eh apaan ini, ih geli tahu. Eh Ndrew, stop deh geli tahu." ucap Tika, lalu membalas apa yang dilakukan oleh Andrew.
Tika dan Andrew, kini saling menggelitiki satu sama lain dan tertawa bersamaan. Sang supir taksi pun hanya tersenyum melihat tingkah Tika dan Andrew, seperti anak kecil.
Tanpa di sengaja, kini wajah mereka saling berhadapan sangat dekat, mata hitam mereka saling menatap satu sama lain. Mereka pun menjadi canggung, dan menghentikan aksi saling menggelitiki.
bersambung ....
***
yuk mampir karya dari kak Author Bhebz, dijamin seru banget dan bikin baper nih. Enggak percaya? Mampir saja,
EX MAFIA HOT DADDY
(Bhebz)
Aku adalah Alexander Smith, seorang bos mafia terbesar di Rusia. Dunia mengenalku sebagai pria kejam, dingin, dan tak punya perasaan. Hingga suatu peristiwa besar yang menghilangkan nyawa seseorang yang aku cintai membuatku memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam. Dunia yang banyak memberiku kemewahan dan kenikmatan dunia.
Aku memutuskan untuk menjadi hot Daddy bagi putriku seorang.
__ADS_1
Ternyata bayangan hitam masa laluku kembali membayangiku. Akankah aku bertahan untuk tidak terjun kembali ke Dunia gelap itu???