
"Mas, bangun ...," Tika, dengan mengoyangkan tubuh suaminya yang kini tertidur di kursi di samping istrinya.
Andrew, kemudian terbangun dari tidurnya lalu menatap istrinya.
"Sayang, kamu masih hidupkan?" Andrew, benar-benar khawatir.
"Iya, aku memang masih hidup, Mas. Mas, ngatain aku sudah mati ya?! Iss tega sekali dirimu," gerutu Tika, merasa kesal.
"Bukan begitu Sayang, Mas, bermimpi kalau kamu sudah pergi meninggalkan Mas. Ya ampun, Mas sungguh benar-benar tidak rela bila kamu pergi," Andrew, memeluk istrinya.
"Emm ... kok gini banget ya, hidupku dibuat oleh thor, menjadi orang bodoh, diinjak-injak diem saja, hidupku sedih mulu, terus endingnya mau buat aku mati gitu? (Tika, memolototi Vhieh, karena merasa geram)๐ .
"Iya, Sayang, si Thor, keterlaluan banget ya bikin cerita kita masa endingnya pisah ya?" Andrew, sama memolototi karena tidak setuju dengan cerita yang harus begitu.
"Sudah jangan-jangan marah. Lagian, itu cuma mimpi kok. Emangnya kamu mimpi apaan sih?" tanya Bu Cantika.
"Aku mimpi Bu, kalau Tika, meninggal karena habis melahirkan. Ya ampun, pokoknya aku benar-benar sedih banget Bu, bila harus meninggalkan seseorang yang sangat aku cintai, Bu," Andrew, masih memeluk istrinya.
"Jika kamu memang mencintai istrimu, makanya jangan pernah menyakitinya dan istimewakanlah dia. Kamu lihatkan,ย perjuangan istrimu, saat melahirkan? Dia rela menahan rasa sakit dan berjuang dengan nyawanya demi melahirkan anakmu?" Bu Cantika, sambil menatap Andrew.
Andrew, kemudian menatap istrinya dengan wajah sendu ," maafkan aku ya, Sayang, bila aku selalu menyakitimu. Aku selalu egois dan tidak pernah melakukan yang terbaik untukmu. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kita berdua dan akan menjadi suami yang lebih baik lagi," Andrew, mencium tangan istrinya lalu mencium keningnya.
"Bukan untuk kita berdua saja Mas, tapi kita berlima ada baby twins dan juga Chika," protes Tika.
"Kalau itu mah sudah pasti Sayang. Oya, baby twinsnyaย masih tidur y?" tanya Andrew.
"Iya, Mas. Oya, Mas, kenapa tidur disini? Tadi pas aku tidur, siapa yang jagain baby twins nya?" tanya balik Tika.
"Ada Ibu Lily sama bu Cantika tadi, makanya aku bisa tidur. Karena aku pusing dan ngantuk banget. Akan tetapi aku kecewa saat tidur mimpi kamu sudah tidak ada," Andrew, dengan kecewa.
"Sudahlah Mas, lagian itu cuma mimpikan. Aku baik-baik saja kok Mas, si Thor, buat aku gemes deh bikin tak ulek tuh wajahnya," Tika, masih emosi.
"Emangnya kamu berani? Kamu harus berjanji ya Sayang, jangan pergi tinggalin aku. Bila kamu pergi mungkin hidupku tidak akan semangat dan bisa-bisa aku gila karena kehilanganmu,"ย Andrew, menatap istrinya.
"Tentu saja aku berani sama si Thor. Iya, Mas, semoga saja kita menua bersama dan diberikan umurnya yang panjang," ucap Tika.
"Iya, Sayang." Andrew, tersenyum kepada istrinya.
Tiba-tiba terdengar suara tangisan baby twins. Bu Cantika dan Bu Lily dengan segera mengendong cucunya tersebut.
"Kayaknya pingin mimi ya ini cucu, Nenek," ucap Bu Cantika, sambil mengusap lembut pipi Calista.
"Ini Nak, kamu kasih asi dulu," ucap Bu Lily dengan memberikan Brian, kepada Tika.
Kini kedua baby twins pun sedang menikmati asinya.
Andrew, yang melihat baby twins kini sedang menyusu hanya bisa menelan salivanya dengan susah.
__ADS_1
"Jangan banyak-banyak Sayang, nanti Ayah, tidak kebagian," celetuk Andrew.
"Mas, apaan sih kalau bicara," gerutu Tika.
"Kamu sudah kenyang menikmatinya, sekarang giliran baby twins tuh dan milik baby twins," sindir Bu Lily.
"Iddih Ibu, pelan-pelan bicaranya nanti orang-orang pada dengar," bisik Andrew, kepada mertuanya.
Bu Cantika, Ayah Efendy hanya mengelengkan kepala saat Andrew, berkata seperti itu. Walaupun Andrew, berbisik tapi tetap saja kedengaran.
Tiba-tiba saudara-saudaranya mulai masuk ke dalam ruangan dimana Tika, berada.
Mereka mengucapkan selamat kepada Tika, atas kelahiran baby twinsnya.
Calista dan Brian pun, kini sedang berada di pangkuan Neneknya. Mereka membawa main baby twins seolah-olah sudah bisa menatapnya.
Apalagi orang-orang disana tertawa-tawa melihat tingkah Chika, mengajak main adikknya saat membukakan matanya.
Andrew dan Tika, tersenyum dan merasa sangat bahagia melihat keluarganya yang kini sedang tertawa-tawa.
*
*
2 hari kemudian ....
Bu Lily dan Bu Cantika, membawa cucunya ke kamar yang sudah di dekorasi dan di desain mewah dengan gambar hellokitty dan MickeyMouse sesuai permintaan putrinya, Chika.
Tika, berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri karena selama di rumah sakit dirinya tidak mandi.
'Segar sekali. Seharian tidak mandi disana tubuhku gerah dan sangat bau,' gumam Tika, berbicara pada diri sendiri.
Kini Tika, sedang menikmati aroma sabun kesukaannya yaitu bunga lavender yang membuatnya menjadi rileks.
Saat sudah selesai mandi, Tika berjalan menuju lemari untuk mengambil bajunya.
Tiba-tiba Andrew, datang memasuki kamar dan membulat matanya serta menelan salivanya dengan susah payah saat melihat tubuh polos istrinya.
'Tahan Ndrew, istrimu baru saja melahirkan dan kamu harus puasa 40 hari,' gumam Andrew, berbicara pada diri sendiri.
"Sayang," panggil Andrew, dengan melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya, saat kebetulan istrinya selesai memakai baju.
"Mas," Tika, menatap suaminya.
"Habis mandi ya? Wangi benar dan tambah cantik saja habis melahirkan," puji Andrew, dengan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
"Dasar gombal," Tika, dengan mencubit pinggang Andrew. Akan tetapi, harus gagal saat Andrew menahannya dan langsung mencium lembut bibir istrinya.
__ADS_1
Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamar Tika, karena pintunya tidak terkunci. Betapa terkejutnya Cantika saat melihat apa yang dilakukan oleh Andrew dan Tika.
"Ehmzz ...," Bu Cantika, berdehem sekeras mungkin.
Tika, dengan segera mendorong tubuh Andrew yang hampir membuat dirinya terjatuh.
"Sayang, kamu itu apa-apaan sih hampir saja aku terjatuh," gerutu Andrew, kepada istrinya.
"Kamu itu jangan marah-marah sama istrimu! Lagian kamu itu baru melahirkan Tika, jangan mau diajak begituan sama suamimu," omel Bu Cantika.
"Ih Ibu, aku kan, tidak melakukan hubungan badan, aku cuma kiss-kiss doang kok," Andrew, sambil menatap Ibunya.
"Emm ... alasan saja. Sudah ayo Sayang, kasihan anakmu nangis pingin mimi," ucap Bu Cantika.
"Baiklah Bu."
Tika dan Bu Cantika dengan segera pergi meninggalkan kamar tersebut dan berjalan ke bawah untuk ke kamar baby twins.
"Yaelah, aku ditinggalin lagi!" Andrew, dengan segera menyusul Istrinya dan Bu Cantika yang sudah terlebih dahulu jalan.
Kebahagiaan pun kini sedang menyelimuti keluarga Tika Lestari dan Andrew wijaya. Lengkap sudah mereka dengan bertambah baby twins yang sudah lahir kedunia.ย Mereka berharap rumah tangga mereka selalu damai dan menjadi keluarga harmonis.
"ย ย ENDย / Tamat "
Selesai sudah cerita mereka sampai disini. Saya ucapkan terima kasih semuanya yang sudah mengikuti ceritaku dari awal.ย Terima kasih juga atas dukugan kalian dan yang sudah mampir kekaryaku,,๐๐.
Mungkin kemarin ada yang sedih karena Tika meninggal, maaf Anda kena Prank๐๐โ๏ธโ๏ธ. Maafkan author ini ya sudah membohongi Kakak2๐๐๐ ๐ . Saya ucapkanย terima kasih kepada Kakak semuanya, semoga dalam keadaan sehat selalu. ๐๐๐๐
*""****"**
Yuk mampir ceritaku yang lain, dijamin tak kalah sedihnya dari cerita ini๐๐. Dijamin bikin emosi deh. Kasih dukungannya di karyaku yang baru ini.
Blurn :
Cintaku bertepuk sebelah tangan, suamiku masih belum bisa melupakan Kakakku,orang yang selama ini dia, cinta.
Aku menikah karena terpaksa, aku sedang hamil karena kejadian saat di diskotik.
Rumah tanggaku,penuh duka karena suamiku sudah punya tunangan sebelum aku menikah dengannya. Bahkan keluarganya meminta agar suamiku menikah dengan tunangannya.
Aku tidak sudi jadi istri kedua. Akan tetapi aku bingung, karena aku sedang mengandung anaknya.
Akankah Angel, bertahan menjalani rumah tangganya bersama Veri? Lalu akankah Veri berubah atau pergi meninggalkan Angel, untuk hidup bersama tunangannya?
**Yuk kepoin cerita mereka, hanya ada disini ...
__ADS_1