JINGGA

JINGGA
Tawaran


__ADS_3

Jingga terharu dengan ungkapan cinta dari Awan,ia tak menyangka akan mendapatkan momen seindah ini


"iya kak,aku juga mencintaimu,aku berharap kita bisa bersama selamanya"balasnya dengan tulus


Lalu Awan mencium tangan Jingga lamaaaa


Di saksikan matahari yang masih mengintip kecil di balik bukit


*


Siang tadi di pantai yang sama dengan Jingga menghabiskan waktu bersama dengan Awan,tuan Ferdi ayahnya Reno juga ada di sana,ia mengajak istrinya untuk berlibur di pantai merilekskan hati dan pikiran


Namun di sana ia justru melihat pemandangan yang menyesakkan dada,di bagia sebelah sana tuan Ferdi melihat sosok yang ia kenal Jingga,ia melihat gadis itu sedang berlarian di kejar Awan,mereka nampak sangat bahagia


Melihat pemandangan itu,hatinya kembali memanas dan menyesakkan dada,sungguh ia tak rela melihat Jingga bahagia di atas penderitaan putranya


Dan di saat yang sama terdengar notif pesan masuk di hp nya


Ia melihat pesan itu dari orang suruhanya,yang ia tugaskan mematamatai putranya selama di singapur dan juga mencari tahu tentang Lisa,wanita yang kini tinggal dengan putranya


Dia lantas membuka email yang isinya laporan tentang tugas nya memata matai Reno dan identitas Lisa


Membaca laporan itu membuat darahnya semakin mendidih


Di sana tertulis dengan rinci semua yang Reno lakukan dan identitas Lisa yang sebenarnya,tanpa terlewatkan satu pun


Ia semakin ingin menghancurkan orang yang kini tengah tertawa bahagia


Karenanya lah putranya kehilangan arah dan tujuan


Ia lantas mengajak sang istri untuk kembali ke Jakarta saat itu juga,karena disini ia tak bisa menikmati lagi


saat hendak pergi ke bandara ia melihat sosok yang ia kenal Arman,salah satu rekan bisnisnya yang dulu membantu Reno menjauhkan Awan dari Jingga


Padahal sebenarnya Arman juga hanya di manfaatkan oleh Reno,karena ia murni ingin memiliki bisnis di bidang itu


Reno mempertemukan mereka dan mereka cocok lalu apa lagi


Buktinya usaha mereka kini berjalan dengan lancar

__ADS_1


tuan Ferdi semakin tidak sabar ingin merealisasikan rencana jahatnya itu


Dan rencana nya itu akan di mulai di Jakarta


*


malam berlalu berganti pagi,saat matahari belum menampakan cahayanya,hp Jingga sudah bergetar nyaring berkali kali tanda ada panggilan masuk


Dengan mata yang masih mengantuk Jingga meraih hp nya di atas nakas,lalu menggeser tombol hijau kemudian meletakannya di telinga


Dalam sekejap saja kantuknya langsung menghilang,ia meletakan hp nya dan bergegas ke kamar mandi guna membersihkan diri


Ia memasukan semua barangnya kedalam koper dengan asal,lalu keluar kamar hotel dan menaiki taksi yang berjejer rapi di depan hotel menuju bandara


Tiket pesawat sudah di pesan oleh asisten nya,dia harus segera datang kekantor karena ada masalah dengan proyek yang sedang di tangani perusahaanya


Bahkan Jingga melupakan janjinya dengan Awan begitu saja,padahal rencananya hari ini ia akan mengunjungi rumah calon mertuanya itu,karena kemaren tak sempat berkunjung karena terlalu asik bersama Awan hingga lupa waktu


restoran baru di pusat kota yang baru selesai di resmikan sebulan yang lalu mengalami kebakaran akibat arus pendek listrik,dan menyebab beberapa kariawan terluka dan harus di larikan kerumah sakit


Juga ada tuntutan dari pengunjung jarena salah seorang putra mereka ikut menjadi korban kebakaran itu


Pengunjung yang menjadi korban bukan orang sembarangan,hingga Jingga harus turun tangan sendiri menyelesaikan masalah ini


dan saat hendak pulang,terdengar bunyi dari hp nya di dalam tas


Ia meraih benda pipih itu dan menempelkan di telinganya


Ia lantas menuju restoran yang di katakan asistenya tadi


Di sana ia sudah di tunggu tuan Ferdi,karena memang asistenya tadi memberi tahu jika ayahnya Reno ingin menemuinya


Ia di antar seorang pelayan menuju private room, dimana ayahnya Reno menunggu


pelayan mengetuk pintu,dan membukanya kala mendengar sahutan dari dalam yang mengijinkanya masuk


Jingga masuk kedalam ruangan,di sana tampak ayahnya Reno tengah berdiri di samping jendela


Sang pelayan kemudian pergi dan menutup pintu,Jingga berjalan mendekat,tuan Ferdi berbalik kemudian mempersilahkan Jingga duduk

__ADS_1


Di sana sudah tersaji berbagai macam hidangan,dan ini memang waktunya untuk makan malam


Jingga menurut,karena memang sebenarnya ia sangat lapar,sejak pagi ia hanya sempat minum air putih,dan belum mengisi perutnya dengan makanan


Ia tahu mungkin yang akan di bicarakan ayahnya Reno bukan hal yang menyenangkan,tapi bukankah untuk menghadapi suatu masalah kita membutuhkan tenaga


Selesai makan malambarulah ayahnya Reno memulai membicarakan tujuanya pada Jingga


"begini nak Jingga,kau tahu bukan Reno sangat mencintaimu,tapi kau lebih memilih pria lain daripada putraku,sekarang putraku pergi dan menjauh untuk bisa melupakanmu,aku juga begitu ingin pergi dan menjauh dari mu,jadi aku ingin menarik kembali saham yang ada di perusahaanmu"


Deg,Jingga terkejut meski ia sudah tahu jika ini pasti akan terjadi,namun tak menyangka jika sekarang lah saatnya


Saat uang perusahaan mulai menipis setelah pembangunan cabang resto baru,dan kini resto itu mengalami kecelakaan,perusahaan mengeluarkan banyak biayaya untuk korban kebakaran di resto,sementara uang pribadinya juga menipis semenjak ibunya sakit dan ayahnya mengalami kecelakaan di tambah lagi sekarang untuk biyaya resepsi pernikahanya


Bahkan sebenarnya ia membutuhkan suntikan dana untuk perusahaan


Jingga terdiam belum menjawab


"pikirkan lagi nak,aku tetap akan menjadi investor dan membantu kesulitan keuangan perusahaan asal kau mau bersama Reno"


Jingga masih diam,tak mungkin baginya ia menerima tawaran itu karena ia tak mencintai Reno


"atau jika kamu keberatan dengan syarat itu,maka penuhi syarat ku yang kedua"


"apa om"jawab Jingga


"batalkan pernikahanmu"ucapnya gamblang,baginya Jika pun Reno menderita setidaknya ia tak menderita sendirian


Begitulah seorang ayah yang mencintai putranya,hingga membuatnya melupakan peraturan


Jingga masih diam baginya itu pilihan yang sulit,dan tuan Ferdi meninggalkanya di sana


Sebelum pergi ia kembali meminta Jingga memikirkan tawaranya


Sebenarnya Jingga tak ingin memikirkanya,namun ia bingung bagaimana dengan nasib kariawanya dan juga ayahnya,yang sudah membangun perusahaanya dari nol


Jingga bangun dan berdiri berjalan gontai menuju mobil nya yang terparkir,di dalam mobil ia meminta sang asisten untuk mengumpulkan semua aset yang ia punya


Ia berharap aset milik nya cukup untuk membiyayai korban kebakaran di resto dan membayar gaji kariawan

__ADS_1


pukul 3 pagi Jingga baru bisa terlelap,setelah semalaman memikirkan masalah perusahaan


Tentang ayah,tentang kariawan dan entahlah


__ADS_2