
Hari hari berlalu dengan cepat kini sudah satu minggu berlalu namun Arman tak ada datang untuk membicarakan pembukaan cabang baru kafe mereka,Arman hanya datang untuk menemui Nita kekasihnya dan mengabaikan tentang urusan kafe,tidak tahu apa yang mereka rencanakan,namun senyum ceria dengan wajah cerah berseri selalu nampak di wajah Nita,sehabis Arman menemuinya,atau setelah mereka pergi entah kemana
Awan juga tak ingin ambil pusing memikirkan urusan mereka,fokusnya kini adalah menyiapkan pesta pernikahan mewah untuknya dan Jingga
ia ingin menjadikan pernikahannya menjadi moment terindah dalam hidup mereka
Jingga adalah hal terindah yang ingin Awan miliki,cinta yang indah yang membuat iri hati siapapun yang melihat nya
Tepat saat jam makan siang,Jingga meninggalkan hotel dengan taksi,karena ia akan makan siang di luar dengan sang kekasih
Mereka janjian makan siang di resto dekat hotel tempat Jingga bekerja,saat hendak menutup pintu mobil taksi yang di tumpanginya ke resto,tiba tiba pandangan Jingga mengabur dan gelap,ia pingsan di sana,lalu di tolong sama pengunjung yang lewat
Jingga lantas di antar kerumah sakit terdekat oleh si penolong tadi
Sementara di dalam resto,Awan menunggu Jingga dengan perasaan cemas sedari tadi
Beberapa kali,ia menengok kearah pintu masuk,berharap kemunculan sang kekasih dari pintu resto yang terbuka
Namun ia harus di kecewakan ketika hampir satu jam menunggu namun kedatangan wanita yang di nantikanya,tak kunjung datang
Ia menghubungi nomor Jingga berkali kali,namun tak ada jawaban dari sang empunya,ternyata hp Jingga tertinggal di ruangan kerjanya
di liputi rasa cemas,Awan pergi meninggalkan resto dan hendak menuju hotel tempat Jingga bekerja
Namun ketika hendak keluar,dari arah luar terlihat Arman sedang berjalan masuk menuju resto dengan seorang pria setengah baya dengan tampilan formal yang ternyata adalah tuan Wili permana,pemilik perusahaan kontruksi di kota itu,Arman sudah pernah mengatakan pada Awan jika mereka akan memakai jasa perusahaan itu untuk membangun kafe cabang mereka,tatapan mereka bertemu,Arman lantas melambaikan tangan pada Awan,lalu mrmperkenalkan mereka
Setelahnya mereka menuju salah satu meja,di sana mereka mulai membicarakan tentang bisnis
Sementara di sebuah ruangan serba putih Jingga tersadar dari pingsanya sambil memegangi kepalanya yang masih pusing,ia bingung ada dimana kini,kemudian ia tersadar kini ia ada di sebuah ruang rawat di rumah sakit
Kemudian ia coba mengingat apa yang terjadi,ia lalu ingat dengan yang terjadi pada dirinya,ia ingat pandanganya menggelap ketika turun dari taksi saat hendak menuju resto tempatnya janjian dengan Awan
Ia lantas mencari tas nya,di nakas,di samping tempat tidur tidak ada
Tiba tiba ada orang yang berkata"kamu cari ini"ucap seorang wanita sambil menyodorkan tas milik Jingga
__ADS_1
Jingga menoleh mendapati seorang wanita yang tersenyum manis padanya,sambil menyodorkan tas miliknya
"iya,terimakasih,kamu siapa"tanya Jingga sambil meraih tas miliknya
"aku Lisa,aku yang menolongmu tadi saat kau pingsan"
"oh terimakasih,maaf merepotkan"
"tak apa,maaf,tadi aku membuka tasmu guna mencari hp,untuk menghubungi keluargamu,tapi aku tidak menemukanya"tutur Lisa panjang lebar kala melihat Jingga yang mencoba mencari hp miliknya
Mendengar penuturan Lisa ia menghentikan gerakan tangan yang ingin mencari hpnya
"oh mungkin tertinggal di kantor"
"kau ingin menghubungi keluargamu,silahkan pakai hp milikku"ucap Lisa sambil menyodorkan hp miliknya
ragu Jingga menerima hp milik Lisa,ia ingin menghubungi Awan,takut kekasihnya menghawatirkanya
lama menunggu namun Awan tak juga menjawab panggilan dari Jingga,dengan muka masam Jingga mengembalikan hp milik Lisa
"tak apa,ini tidak gratis lho"ucap Lisa sambil menahan tawa,karena geli melihat muka masam Lisa
"maksudnya"Jingga cengo
"begini,aku baru sampai kemaren di kota ini,apa kau bisa membantuku menemukan tempat tinggal yang nyaman"ucap Lisa
"bisa,apartemen di daerah tempat tinggalku masih ada unit yang kosong,mungkin kau bisa tinggal di sana"jawab Jingga
"benarkah,terimakasih"
"hmmm sama sama"
Lalu mereka berpelukan seperti teletabis,entah mengapa baik Jingga maunpun Lisa sama sama nyaman,mungkin kedepanya mereka bisa berteman
"oh ya aku Lisa,kamu siapa"
__ADS_1
"ah iya,aku Jingga"
Setelah mereka resmi berkenalan seorang suster masuk kedalam ruangan,di susul seorang dokter wanita di belakangnya,dengan wajah datar tak terbaca
dokter itu memeriksa keadaan Jingga,lalu menanyakan pada Jingga,apa selama ini Jingga sering merasakan pusing dan lemas
Iya jingga memang belakangan ini sering mengalami itu
Bahkan pernah pingsan waktu ia di pindah tugaskan di luar kota
Lalu dokter menyarankan Jingga untuk melakukan rangkaian tes untuk memastikan dugaan dokter
Jingga awalnya menolak karena merasa ia baik baik saja,mungkin hanya kecapean,namu Lisa yang melihat wajah pucat Jingga,membujuk Jingga untuk menuruti saran dokter
Setelah darahnya di ambil Jingga di injinkan pulang,dan akan kembali lagi untuk mengambil hasil lab nya dua hari lagi
Jingga pulang naik taksi bersama Lisa,rencananya malam ini Lisa akan mwnginap di apartemen milik Jingga,baru besok akan menyewa unit yang kosong jika di rasa Lisa nyaman dengan apartemen itu
Kedatanganya di sambut hanyat Hadi wijaya,ayahnya Jingga
"pah kenalin ini Lisa temanku,ia akan menginap malam ini bolehkan pah"
"iya nak boleh,kalian bersih bersih sana,kita makan malam bersama"tutur ayah Jingga,dengan ramah
"iya pah"
"terimakasih om"
"iya"
Mereka berdua lantas menuju kamar Jingga,Lisa juga meneliti apartemen milik Jingga
Apartemen mewah namun,hanya ada dua kamar,ruang tamu yang menyatu dengan dapur,dan terlihat ada balkon di belakang
Lisa menyukai apartemen itu,baginya tak butuh tempat yang luas,karena ia akan tinggal sendiri
__ADS_1