JINGGA

JINGGA
Makan siang


__ADS_3

Perjalanan yang hanya memakan waktu 20 menit itu kini menjadi 30 menit,karena Awan yang memelankan laju kendaraanya


Mereka menikmati momen kebersaamaan mereka,hingga jadwal yang sudah di susun Jingga tak berjalan sesuai rencana


Bagaimana tidak rencana nya siang ini ia hanya akan bekerja setengah hari,karena ada janji dengan dokter


Namun kini bahkan mereka menghabiskan waktu 30 menit hanya untuk menyisuri jalanan kota yang ramai


Sampai di rumah Awan yang baru,Jingga di sambut oleh ibunya


Sekarang ibu dan adik Awan tidak lagi bekerja di kafe,Awan meminta adiknya fokus pada pendidikanya,dan ibu tak di ijinkan bekerja karena sudah tua


Ibu sangat senang melihat kedatangan calon menantunya itu


Ia lantas mengajak Jingga untuk makan siang bersama


Karena tadi Awan sempat mengabari ibunya,jika ia dan Jingga akan makan siang di rumah


Sang ibu lantas memasak makanan kesukaan Jingga di bantu pelayan


kini mereka tengah menikmati makan siang bersama,sang ibu menambahkan lauk di piring Jingga,sambil tersenyum manis seraya berkata"makan yang banyak"


"terimakasih tante"ucap Jingga senang,di perhatikan calon mertuanya


Sementara Awan bahagia melihat interaksi keduanya,senyum mengembang sejak tadi menghiasi wajahnya


Selesai makan Awan hendak mengajak Jingga untuk fiting baju pengantin di butik rekomendasi dari Arman


Namun sebelum itu ada panggilan masuk dari Arman dan memintanya untuk ikut meeting dengan klien melalui vidio call


Dengan terpaksa Awan meninggalkan Jingga dan ibunya yang sedang bercengkrama di ruang keluarga


Ia berjalan menuju ruang kerja yang sengaja di siapkan Awan di rumahnya


Di ruang keluarga,Jingga dan ibu nya Awan bercerita panjang lebar,ada saja bahan obrolan di antara kedua nya

__ADS_1


Mereka tertawa dengan lepas,hingga saat ibu menggenggam tangan Jingga dan meminta Jingga untuk tetap bersama putranya


Entahlah mungkin ibu memiliki firasat yang tak baik tentang hubungan keduanya


"nak Jingga,ibu senang melihat kalian berdua akur begini,ibu harap kedepanya kalian akan terus bersama apapun yang terjadi,yah ibu paham meski mempertahankan suatu hubungan itu tidak mudah"ucap ibu panjang lebar dan Jingga yang terharu dan sedih akan permintaan calon mertuanya itu hanya mampu menganggukan kepala


Tak sampai di situ,ibu juga menceritakan bagaimana Awan dulu saat pindah ke Bali dan tak ada kabar lagi mengenai Jingga


Ibu menceritakan hal yang sama seperti yang Jingga pernah dengar dari Lintang,adiknya Awan,itu sudah cukup membuktikan jika cerita Awan berubah menjadi pria dingin,dan menyedihkan karena berpisah denganya itu benar adanya


tes,setetes air mata jatuh membasahi pipi Jingga,ia terharu namun juga sedih bersamaan,ia sedih memikirkan kekasihnya kelak saat ia tiada


Ibu yang melihat calon menantunya menangis,lantas mendekat dan menarik nya dalam pelukan menenenangkan nya dan berkata"maaf kan ibu nak,ibu tidak menyalahkanmu untuk masalah yang dulu,tapi ibu menceritakan itu agar kamu tahu jika Awan sangat sangat mencintai kamu,dan ibu berharap kelak kalian berdua bisa saling memahami dan saling pengertian,jadikan kesalahan yang lalu sebagai penguat hubungan kalian nanti"ucap ibu panjang lebar


Semua ucapan ibu semakin membuat Jingga menangis tersedu sedu,ibu merasa heran dengan reaksi Jingga yang di rasa berlebihan,ia terus berusaha menenangkan calon menantunya itu


di saat bersamaan Awan selesai dengan meetingnya,ia terkejut mendapati wanitanya menangis dalam pelukan ibu


Ibu melihat kedatangan putranya,dan dari sorot matannya,ibu melihat kebingungan serta kecemasan yang di rasa kan putranya


Ia ikut mengelus pundak sang kekasih lembut,membiarkan wanitanya tenang dalam pelukan ibunya


Semakin kesini Awan semakin curiga dengan kelakuan Jingga ia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan kekasihnya


ia tak ingin menanyakan pada kekasihnya,tak ingin membuat Jingga tak nyaman,ia akan mencari tahu sendiri,apa yang sebenarnya terjadi


Setelah di rasa tenang ibu melerai pelukan dari Jingga,ibu minta maaf pada Jingga karena merasa tak enak"maaf kan ibu ya nak"


"nggak bu,ibu tidak salah,ini tangis bahagia karena aku mendapatkan cinta tulus dari pria yang baik,ibu tidak perlu minta maaf"ucap Jingga mengelak dan tak ingin membuat calon mertuanya tak enak hati


"aku bahagia mendapat kan cinta dan kasih dari pria yang aku cinta dan keluarganya,aku yang minta maaf bu,karena aku memiliki banyak kekurangan"imbuhnya lagi


"tidak nak tak ada orang yang sempurna,mari kita saling menerima kekurangan masing masing"ucap ibu,lalu mereka kembali berpelukan lagi


Awan terharu dengan pemandangan di depanya,ia berharap hubungan mereka dapat berjalan lancar kedepanya

__ADS_1


"sudah sudah"ucap ibu szmbil melerai pelukanya


"berhentilah menangis,mari kita lanjutkan hubungan ini dengan tawa dan keceriaan"imbuh ibu sambil menghapus air mata calon menantunya,dan Jingga mengangguk bahagia,lalu ibu beranjak dari sana meninggalkan anak dan calon menantunya


Setelah kepergian ibu,Jingga berbalik dan kini berhadapan dengan Awan dalam satu sofa besar,tak ingin membuat kekasihnya larut dalam kesedihan,ia mengajak kekasihnya ke boutiq,sesuai tujuan awalnya tadi


Jingga mengangguk,tanda setuju menerima ajakan Awan


Awan bangun terlebih dulu,lalu mengulurkan tangan pada Jingga,tak lupa dengan senyum manisnya


Jingga tersenyum melihat kearah pria yang di cintainya,tak bisa di pungkiri ia bahagia di perlakukan manis seperti ini oleh sang kekasih


Ia mengulurkan tanganya,guna meraih tangan Awan yang menggantung,menunggu uluran tanganya di sambut


Saat tangan Jingga meraih tangan Awan,Awan menggenggamnya erat,seolah barang paling berharga yang tak ingin di lepaskan


Kini posisinya mereka sedang berdiri saling berhadapan,namun Awan tak kunjung melangkah kan kakinya


Ia mengambil tisu,lalu mengusap lembut wajah Jingga yang di aliri bekas air mata


"kanapa kak,wajahku kotorya"tanya Jingga


"humm,sedikit,dan mengurangi___"jawab Awan namun ia,tak meneruskan ucapanya


"mengurangi apa "tanya Jingga,kepo


"mengurangi kadar kecantikanmu"ucap Awan lancar


Mendengar jawaban Awan membuat Jingga sedikit kesal


Yah memang setiap wanita memang sensitif dengan kata kurang cantik


"terus kalau aku nggak cantik kenapa,gak suka"ucapnya ketus hilang sudah rasa sedih nya yang tadi memenuhi isi hatinya


"emmm gimana ya"ucap Awan menggoda,Jingga cemberut mendengar jawaban dari Awan

__ADS_1


ingin rasanya Awan tertawa melihat wajah cemberut Jingga,yang menurutnya sangat lucu,namun tak ingin membuat wanitanya kesal,Awan lantas menangkup wajah Jingga dengan kedua tanganya seraya berkata"aku tidak perduli andai kamu tidak cantik lagi,bagiku sudah cukup saat engkau selalu bertahan denganku,apapun yang terjadi"ucapnya tulus


__ADS_2