
Setelah menyelesaikan urusan dengan klienya Reno kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan Lisa
Sampai di depan rumah sakit,Reno melihat Lisa tengah berpelukan dengan seorang pria
Hatinya panas seketika,ia parkirkan mobilnya sembarangan
Ia turun lalu menghampiri Lisa dan pria itu,memberikan bogem pada pria yang ia anggap memeluk Lisa
Reno tersadar ketika mendengar suara bunyi pintu di buka,ia lalu menghampiri dokter yang baru keluar dari ruangan
"bagaimana keadaanya dok"
"selamat istri anda hamil,usahakan ia jangan terlalu stres"
"apa "jawab Reno terkejut
Setelahnya Reno sudah tak mendengarkan apa yang dokter katakan,dan dokter meninggalkanua
Ia tak percaya dengan berita yang ia dengar,rasanya tak mungkin Lisa hamil,jika ia apa itu anaknya
Ia ingin bahagia,namun ia ragu apa bayi itu miliknya atau tidak,mengingat Lisa wanita malam,yang mungkin saja juga bercinta dengan pria selain dia
ia masuk kedalam ruangan dan mendapati Lisa yang sudah tertidur
Lisa di minta untuk menginap di rumah sakit malam ini,Reno ingin menanyakan perihal ayah dari bayi yang Lisa kandung saat ini
Namun melihat wajah pucat Lisa,ia mengurungkan niatnya
Ia lantas keluar dan kembali ke club,tempat yang bisa membuatnya tenang
Ia akan kembali minum dan bermain wanita,karena itulah rutinitasnya kini
Lisa terbangun dari tidurnya ketika Reno menutup pintu
Sebenarnya ia tidak tidur,ia hanya berpura pura,ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan
Memang saat berhubungan dengan Reno,ia tak meminum pil kb,fan Reno juga tak memakai pengaman
Ia tak menduga jika ia akan hamil secepat ini
ia juga tidak tahu,apakan Reno akan menerima bayinya,atau akan membuangnya
Namun ia berpura pura tidur,karena hari ini sangat melelahkan baginya
__ADS_1
Pagi pagi sekali,Lisa kembali memuntahkan isi perutnya
Ia kembali keranjangnya setelah memuntahkan seluruh isi perutnya
ia kembali meringgkuk di ranjang dengan selimut sampai di pinggang
Hingga pelayan datang membawa sarapan serta obat,penghilang rasa mual
pintu terbuka di susul Wjah tampan Reno yang ia rindukan,tepat setelah ia menyelesaikan sarapan dan minum obat
"bersiap siap lah,kita pulang sekarang"ucap Reno dengan wajah datar,lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu
Lisa bergegas mandi,kemudian menganti pakaianya,dan membereskan barang miliknya
Setengah jam kemudian kini mereka sudah sampai di apartemen Reno
Lisa masuk duluan lalu setelahnya Reno,Reno meminta Lisa untuk duduk di sofa,karena ia ingin membicarakan perihal bayi yang Lisa kandung
"siapa ayah dari anak itu"ucap Reno to the point
deg hati Lisa berdenyut nyeri mendapati pertanyaan dari Reno,meski ia sadar jika ia bukan wanita baik baik,dan pantas jika Reno atau orang lain meragukan ayah dari bayi yang di kandungnya,meski sadar dengan fakta itu namun rasanya masih saja tetap sakit
"ini anak kita"jawab nya terbata,takut namun juga berharap Reno mau mengakuinya
"Ren,andai kamu tak mengharapkanya tak apa,aku akan merawatnya,tapi tolong jangan memintaku meng*********"
"aku tidak perduli,gu***** ia"jawab Reno final,lalu
beranjak pergi,entah kemana
Lisa menangis tersedu sedu,rasanya sakit sekali ketika kejujuranya tak di hargai
semua yang Reno lakukan serta apa yang terjadi pada Lisa kini semua terdengar langsung ke telinga ayahnya,dari mata mata tuan Ferdi kini
Mendengar berita Lisa hamil dadanya seketika sesak,karena di duga itu adalah cucunya,karena semenjak bersama Reno, Lisa tak terlihat berhubungan dengan pria lain
Tuan Ferdi kecewa dan tak terima andai cucunya harus lahir dari wanita seperti Lisa
Ia ingin menghancurkan Jingga namun kini malah ia yang merasa hancur berkeping keping
*
*
__ADS_1
Pagi hari terlihat Awan dan tuan Hadi,sedang berbincang di ruang tamu sambil menunggu Jingga siap siap
"om,saya minta maaf karena tak ada di saat om dan Jingga menghadapi masalah besar"
"tak apa nak,kamu jauh wajar jika tidak tahu,om senang kini kalian sudah bersama lagi"
Jingga sudah menjelaskan semua yang terjadi padanya dan ia menerima penjelasan dari putrinya itu
"terima kasih om"
"tapi kini om,tidak bisa melanjutkan rencana pernikahan megah seperti dulu"
"saya akan mewujudkanya om"
"terima kasih nak"
di saat bersamaan,Jingga keluar dengan membawa koper,ia juga sudah menjelaskan pada sang ayah jika ia mendapat tugas di luar kota beberapa hari,Jingga juga sudah meminta sang pelayan untuk menginap saat ia masih di luar kota
Jingga dan Awan lalu bergegas pergi,setelah berpamitan pada sang ayah
Awan mengantarkan Jingga sampai di tempat tujuan
Di dalam perjalanan,Awan kembali meminta pada Jingga untuk menceritakan apapun pada nya,ia tak ingin kecolongan lagi seperti kemarin
Ia juga bersyukur hubunganya dengan Jingga masih terselamatkan perihal insiden pagi itu
Jingga mengiyakan yang Awan minta,lalu Awan mendekatkan tangan yang di genggamnya ke bibirnya,dan menciumnya lama
sementara tangan yang satunya memegang kendali stir
Jingga menghangat hatinya,mendapati perlakuan manis dari sang kekasih
setelah sampai di tempat tujuan,Awan kembali ketempat tinggalnya di kota sebelah,sekali lagi mencium tangan sang kekasih,karena selalu teringat nasehat panjang sang ibu untuk menghormati wanita,walau ia ingin sekali rasanya mencium bibir merah muda itu
Di tempat lain,tuan Ferdi masih dengan emosi luar biasa mendengar berita tentang Jingga yang keadaanya baik saja,dan melihat foto yang di kirim dari anak buahnya semakin membakar hatinya
Di dalam foto itu terlihat Jingga dan Awan tengah berjalan di loby sebuah apartemen dengan berpegangan tangan,sambil berjalan namun wajah mereka saling berhadapan dengan senyum menghiasi bibir keduanya
tuan Ferdi sudah berjalan sejauh ini,namun tetap ia yang hancur,tetap ia yang kecewa
Orang yang seharusnya menangis dan meratapi nasib malah semakin bahagia
Ia lalu menyusun sebuah rencana,dan meminta anak buahnya untuk menjalankan Rencana itu
__ADS_1