JINGGA

JINGGA
Pesan


__ADS_3

Itulah sebabnya ibu pagi pagi datang kekafe mengantarkan sarapan untuk putranya itu


Namun pemandangan yang mereka lihat sungguh menyesakkan dada


flashback off


Awan menghampiri ibunya dan Nita kini terlihat berdiri sambil menunduk dalam,meski ia tak salah namun ia takut melihat sorot kemarahan dari ibu bosnya itu


Wanita yang selalu lemah lembut dan ramah pada siapa pun itu kini terlihat sangat galak dan menakutkan


"bu,bagaimana bisa ibu bersama Jingga"tanya Awan langsung saat ia sampai di hadapan ibunya,ia abaikan tatapan marah ibunya itu,yang ia khawatirkan kini adalah Jingga,kekasih hatinya itu pasti sedih dengan ujian hidupnya dan kini di tambah lagi melihat kemesraan yang tak di sengaja itu


Melihat ibunya diam,akhirnya Awan pun mengalah dan mencerotakan segalanya tanpa ada yang di tutup tutupinya,lalu ibu melihat kearah Nita,dan Nita menganggukan kepala tanda menyetujui ucapan atasanya itu


Lalu kini sang ibu dan Awan juga bertanya bagaimana mereka bisa tidur bersama


Flashback


Malam tadi saat hujan mulai turun kamar belakang yang di tempati Nita dan adiknya bocor,namun malam itu adiknya menginap di rumah temanya,dan karena kasurnya basah Nita putuskan untuk tidur di sofa ruang kerja Awan


Dia hapal benda apa saja yang ada di dalam ruangan itu,karena seringnya memasuki ruangan itu


Karena mengira seluruh kariawan dan atasanya sudah pulang,di tambah lagi lampu kafe dan ruangan sudah padam semua tinggal lampu di teras depan dan samping


Karena terlalu lelah Nita langsung membaringkan diri di sofa tanpa memperhatikan keadaan sekitar,di karenakan lampu juga padam,dan saat itu Awan pun sudah terlelap


Tanpa sadar mereka malah tidur bersama di satu sofa yang lumayan besar


Flashback off


Jingga kembali ke hotel tempat ia bekerja,meski dengan perasaan yang entah ia berusaha menyelesaikan tugas nya,Karena ia tak ingin kehilangan pekerjaan itu


sore harinya jam kerjanya sudah selesai waktunya untuk pulang kerumah

__ADS_1


Kedatanganya sudah di tunggu sang ayah,dan pelayan yang Jingga pekerjakan paruh waktu itu akan segera pulang karena tugasnya sudah selesai


Selain Jingga yang tak pandai mengurus rumah,ia juga membutuhkan orang untuk menjaga ayahnya,dan beruntungnya ia mendapatkan pelayan paruh waktu yang gajinya tidak terlalu mahal


Ia menyalami tangan sang ayah,lalu berlalu ke kamarnya untuk membersihkan dirinya


Di bawah guyuran air,ia menangis sesenggukan,karena kecewa dengan Awan orang yang sangat ia cintai


Ia berpikir mungkin itu alasanya,Awan tak dapat di hubungi dan mencari dirinya


'kenapa kakak tega denganku,padahal aku menunggu kamu'gumamnya di sela air mata dan tetesan air shower


Jingga keluar dari kamar dan sudah memakai pakaian lengkap,ia keluar saat waktu makan malam tiba,karena makananya sudah di siapkan pelayan tadi sebelum pulang,kini tinggal menghangatkanya


Setelah siap,ia memanggil ayahnya untuk makan malam


Mereka duduk dan mulai makan malam mereka,sampai selesai tak ada obrolan di antara mereka,bahkan setelah membereskan makan malam masih tak ada obrolan


Hadi wijaya melihat putrinya murung dan sedih,namun ia tak ingin menanyakan apa yang terjadi pada putrinya itu


Tapi jika putrinya ingin membagi masalah dan rasa sedihnya,ia akan menerima dan membantunya


Hari hari pun berlalu,dan putrinya masih ssja terus murung,namun ia masih menunggu putrinya menceritakan sendiri masalahnya


Selama beberapa hari ini Awan pun tak fokus dengan pekerjaanya,hingga Arman turun tangan mengurus kafe yang semakin hari semakin meningkat


Awan sibuk mencari Jingga,namun tak jua ia temukan,bahkan ia mencari di beberapa hotel,bahkan hotel tempat Jingga bekerja


Namun karena Jingga bukan tamu di hotel itu,melainkan bekerja,alhasil Awan pun tak menemukan Jingga disana


Awan semakin frustasi karena tak dapat menemukan Jingga


setelah seminggu berlalu,kini Jingga sudah tenang,sudah yakin mampu menghadapi Awan

__ADS_1


Sore itu ia mendatangi kafe milik Awan,namun ia tak menemukan Awan disana,tapi ia melihat wanita yang tidur dengan Awan di sofa kala itu


Nita yang melihat kedatangan Jingga pun bergegas menghampirinya"nona,untunglah anda datang,silahkan duduk,saya akan menghubungi tuan Yoga"lalu bergegas pergi meninggalkan Jingga guna meraih hp nya


Melihat kepergian Nita,yang akan menghubungi Awan membuat hatinya kembali merana,ia mengira jika hubungan mereka sedekat itu,padahal ia akan meminta pada Arman kekasihnya untuk menghubungi Awan


Jingga meninggalkan pesan pada pelayan lain yang melintas,ia menuliskan pesan pada sebuah kertas yang diminta dari pelayan itu,dan memintanya memberikan pada Awan


Lalu Jingga beranjak dari tempat itu,berjalan keluar sambil memesan taksi online


Dari arah jalan terlihat mobil milik Awan hendak memasuki area kafe,ia segera melajukan mobilnya menunu kafe setelah ia mendapat telfon dari Arman yang mengatakan bahwa Jingga ada di kafe


Karena saat itu posisinya ada di dekat kafe,ia langsung putar arah dan melajikan mobilnya menuju kafe


Saat itu tali sepatu yang Jingga pakai lepas ia berhenti lalu berjongkok dan membenarkan tali sepatunya


Saat itu mobil Awan melaju melewati Jingga yang tengah berjongkok membetulkan tali sepatu,dan ada juga mobil yang keluar dari dalam kafe,hingga tubuh Jingga tertutup mobil yang melintas,membuat Awan tak melihatnya


Awan turun dari mobil,sedikit berlari memasuki kafe, menanyakan pada pelayan dimana Jingga menunggunya,namun pelayan yang di tanya belum ada sebulan bekerja di sana,jadi tidak tahu orang yang di maksud atasanya itu


Paham dengan ekspresi bingung dari pelayan,Awan berlalu berjalan menghampiri Nita,yang terlihat keluar dari dapur


Ia menanyakan pada Nita keberadaan Jingga,namun Nita menjawab jika Jingga sudah pergi


Mendengar jawaban Nita,Awan menarik nafas panjang,untuk menghalau rasa kecewa yang singgah


Tanpa banyak berkata ia keluar dengan sedikit berlari,mungkin saja Jingga masih ada di depan


Namun tadi saat ia masuk dan di telan pintu kaca kafe,taksi online yang di pesan Jingga datang


Awan menoleh kesana kemari mencari sosok yang ia rindukan,saat masih mengamati setiap sudut,seorang pelayan datang menghampirinya,dan menyodorkan secarik kertas yang dilipat


"pak ini ada titipan dari nona Jingga"ya pelayan itu sudah mengetahui dan pernah bertemu sekali dengan Jingga tunangan atasanya itu

__ADS_1


Awan lalu mengambil kertas itu,membuka lipatanya dan membaca tulisan di dalamnya


Senyum ceria terbit menghiasi wajahnya yang tampan,ia berterimakasih pada pelayan,lalu mengemudikan mobilnya di tempat yang ada di dalam pesan dari Jingga


__ADS_2