JINGGA

JINGGA
Semoga


__ADS_3

Awan kembali ke kamar hotel setelah urusanya dengan klien selesai


Lidia meski berat hati harus pergi bersama ayahnya,karena tak ada alasan untuknya tetap tinggal di sini,karena baginya sosok Awan adalah hal terindah yang ingin selalu ia lihat


Awan memasuki kamar hotelnya menggunakan kunci duplikat,karena ia tak ingin Jingga istrinya menunggu kedatanganya yang tak bisa di pastikan,ia tak ingin istrinya kelelahan


Saat ia masuk ia melihat ruangan yang sudah redup,hanya tinggal lampu tidur yang menyala,namun ia melihat sosok wanita cantik dengan memakai gaun selutut warna merah, layaknya hendak pergi ke pesta, tengah berdiri di depan jendela tengah menikmati pemandangan malam kota Jakarta,semilir angin sesekali menerbangkan rambut curly yang ia gerai dengan indah,di sisi kanan atas ia sematkan penjepit rambut mini warna putih membuat penampilan Jingga terlihat semakin mempesona


Awan memeluk istrinya itu dari belakan,menyandarkan dagunya pada pundak sang istri,Jingga yang menyadari itu suaminya tersenyum senang,ia menggenggam tangan suaminya yang melingkar indah di perut ratanya,ia menoleh,dan tersenyum senang mendapati senyum dari sang suami


"sayang,kenapa belum tidur"ucap Awan,sambil mencium cium manja rambut istrinya


Mendapati pertanyaan itu,Jingga membalik badan,membelai wajah suaminya dengan lembut seraya berkata"menunggumu"jawabnya

__ADS_1


Awan memajukan pinggang ramping istrinya agar menempel pada tubuhnya lalu mencium kening sang istri lama dan dalam,setelahnya ia menangkup wajah istrinya dan berkata"maaf menunggu lama,_"namun ucapan Awan terpotong kala Jingga menempelkan jari telunjuknya di bibir Awan


Jingga lantas memeluk suaminya itu erat,ia menempelkan kepalanya pada dada bidang sang suami,ia merasakan ketenangan dan kedamaian di sana


Awan pun membalas pelukan sang istri,hingga beberapa saat,merasai rasa nyaman yang mereka miliki ketika bersama


Jingga melerai pelukan itu dan mendongak menatap wajah sang suami,ia mengalungkan tanganya ke leher sang suami,sementara Awan menurunkan tanganya,menganggat tubuh ramping sang istri,membawanya ke ranjang dengan mata yang saling berpandang


Awan meletakan tubuh istrinya dengan pelan di ranjang empuk yang nyaman,ia memandang wajah sang istri lama,sebelum akhirnya ia mengikis jarak,dan memulai penyatuanya dengan sang istri


"ma"ucap tuan Ferdi pada istrinya


"ada apa pa"jawab sang istri,saat ini mereka tengah duduk di ranjang,bersiap untuk tidur,tuan Ferdi menarik nafas dalam sebelum memulai mengutarakan niat hatinya,seolah ini adalah hal yang sangat sangat melelahkan

__ADS_1


"ma,apa mama siap memiliki menantu bekas wanita malam"tanya tuan Ferdi pada istrinya


"asalkan wanita itu mau berubah,aku akan menerimanya pa"jawab nyonya Ferdi,yang memang sudah mengetahui siapa Lisa wanita yang kini di cintai putranya,ia sengaja menyewa detectiv handal untuk mencari tahu semua hal tentang Lisa,mulai dari hal yang terkecil,karena ia tak ingin putranya kembali terluka,namun ia melakukan itu tanpa sepengetahuan sang suami


Ia melakukan itu karena ia melihat gelagat aneh dari putranya


Meski sebenarnya ia juga kecewa mengapa harus wanita malam yang mendapatkan putranya,namun apapun itu ia akan terima asalkan wanita itu bisa membahagiakan putranya


"mama tahu tentang Lisa"tanya tuan Ferdi,dengan wajah syok tanpa di buat buat


"maaf kan mama pa,mama melakukan itu tanpa sepengetahuan papa"jawan nyonya Ferdi apa adanya


Tuan Ferdi diam sejenak,lalu menggenggam tangan istri dan tersenyum padanya"tak apa ma,sudah malam,ayo kita tidur"ucapnya lalu beranjak dari duduknya dan mulai berbaring,dan sang istri pun melakukan hal yang sama,mereka tidur dengan saling memeluk,mereka menikmati momen momen indah sperti ini ,bisa bersama orang yang di cintai itu sungguh membahagiakan,mereka berharap putra mereka juga bisa merasakan hal yang kini mereka rasakan

__ADS_1


Semoga


__ADS_2