
Awan kembali masuk kedalam sel,namun tak lama dari itu seorang petugas kembali masuk dan mengatakan jika Awan bebas
seharusnya Awan bahagia mendengar berita kebebasanya,namun itu tak terjadi padanya,baginya bebas atau tidak,sama saja
Setelah kepergian Jingga dari hidupnya,tak ada lagi yang tersisa,sungguh Jingga telah memenuhi seluruh ruang di hatinya
Petugas lantas membuka kunci sel lalu mempersilahkan penghuninya keluar
Tak ada sesiapa yang datang menjemput,ia langsung keluar menaiki taksi setelah menandatangani beberapa berkas prosedur kebebasanya
Awan juga tak menanyakan kenapa ia bisa bebas,pikiranya begitu kalut dan kecewa
Sampai di rumah ia langsung di peluk adiknya,yang begitu bahagia melihat kakak laki laki nya kini berdiri di depanya,itu artinya kini kakaknya ini bebas bukan
Awan menanyakan keberadaan ibunya,dan sebelum Lintang menjawab,ibunya sudah terdengar suaranya dari arah belakang
Ibu lantas memeluk putranya,bahagia sekaligus sedih,air mata seketika lolos dari mata nya yang sendu,menyiratkan kesedihan yang mendalam
Bahagia karena kini putranya bebas,namun juga sedih karena mengetahui kandasnya hubungan mereka
Tak ingin membuat putranya semakin sedih,ia lantas melerai pelukanya,dan mengajak putranya untuk masuk,meminta Lintang untuk membuatkan minum untuk mereka
Lintang menuruti kata ibu,namun Awan berkata pada ibu,jika ia ingin mandi dulu
Sang ibu menganggukan kepala tanda setuju,dan Awan berlalu dari sana menuju kamarnya
Ibu memandangi putranya yang beranjak berjalan menaiki tangga dari arah belakang
Lintang yang merasa ada yang janggal pun melihat interaksi keduanya dari pintu dapur
__ADS_1
Setelah sang kakak menghilang di balik pintu,Lintang menghampiri ibunya
Ibu yang mendengar suara langkah kaki mendekat menoleh,ia lantas memeluk anak perempuanya
Lintang semakin bingung dengan sikap ibu,ia membalas pelukan ibu,dan mengelus pundaknya seraya menenangkan ibu
Setelah di rasa tenang ibu melerai pelukanya pada putrinya,Lintang menuntun ibu untuk duduk di sofa dekat mereka
Di sana ibu meminta pada putrinya untuk tidak mengungkit tentang Jingga,di hadapan kakaknya
Lintang bingung mengapa tidak boleh hal itu terlihat dari sorot matanya,lalu ibu menceritakan semua yang ia tahu dari mulai di kantor polisi sampai ibu mengikuti Jingga di pantai
Memang rasanya begitu aneh,melihat cinta di antara mereka bisa putus saat Awan terpuruk,rasanya itu tidak mungkin di lakukan Jingga,namun itu kenyataanya
Lintang menganggukan kepala tanda setuju,ia mengerti bagaimana perasaan kakak laki lakinya
Namun hingga minuman itu dingin tak ada tanda tanda sang kakak akan keluar dari kamar
*
*
Hari hari berlalu begitu cepat hari ini,keluarga Ferdi dan keluarga Jingga tengah mengadakan makan malam di sebuah resto mewah
Di mana Hadi wijaya rasanua begitu enggan menghadiri acara itu,namun Jingga putri semata wayangnya semalam mengatakan padanya bahwa ia sudah putus dengan Awan,dan kini siap menerima pinangan Reno
Jujur Hadi wijaya serasa terkena serangan jantung mendengar penuturan putrinya yang sangat antusias dan terlihat bersemangat
Seolah Jingga benar benar yakin dengan pilihanya,namun tetap saja Hadi wijaya ragu,bagaimana mungkin jika dulu Jingga mati matian menolak bahkan rela kehilangan seluruh harta dan kehormatanya demi Awan,tapi kini ia rela meninggalkan kekasih hatinya untuk Reno
__ADS_1
Namun Jingga terus saja meyakinkan ayahnya,jika ia lelah menjalani hidup seperti ini,ia ingin kembali seperti dulu,bergelimang harta dan memiliki kehormatan
Hadi wijaya yang kini bergantung hidup pada putrinya pun akhirnya menyetujui keinginan putrinya
Saat ini ia tengah duduk di antara dua keluarga itu
hal yang sama terlihat di wajah Reno,dari mimik dan sorot matanya ia tak percaya jika Jingga bersedia menerimanya
Jika saja dulu Jingga menerimanya saat dulu mungkin Reno akan merasa menjadi pria yang paling bahagia
Namun entahlah untuk saat ini,semalam saat ayahnya mengatakan jika hari ini mereka akan mengadakan pertemuan keluarga untuk membicarakan pernikahanya dengan Jingga,ia kaget dan tak percaya
Itu seperti sesuatu yang mustahil baginya,namun iya menuruti keinginan ayahnya,meski dalam hati tak ada rasa bahagia,rasanya biasa saja,cenderung terkejut dan tak mungkin
Ayshnya tak menanyakan terlebih dahulu pada kesedian putranya,karena baginya putranya tak kan menolak,ia yakin benar putranya masih mencintai Jingga,bukan wanita murahan seperti Lisa,dan benar bukan faktanya kini putranya tak menolak keinginanya
mereka makan dengan hening,setelah selesai makan terlihat tuan Ferdi mengutarakan niat dan tujuanya mengadakan pertemuan ini
Jingga yang memang duduk divsamping Reno pun menoleh pada Reno dengan senyum mengembang,seolah ia adalah wanita paling bahagia yang sedang di lamar sang kekasih
Namun hal itu lagi lagi membuat Reno terkejut,senyum yang dulu membuatnya bahagia dan ingin memiliki kini terasa biasa saja
Melihat Reno yang bengong Jingga berinisiatif menyetuh tangan Reno dan menggenggamnya,lalu menganggukan kepala memberi isyarat jika ia menyetujui keinginan orang tua Reno
Reno yang masih tak percaya hanya diam dan mengikuti saja apa yang ayahnya bicarakan
Ibu terlihat bahagia,kini mereka bisa bersama,namuntidak pada Hadi wijaya ia yang malas namun terpaksa menyetujui itu pun juga ikut mengiyakan meski sebenarnya tak rela,karena jujur kini ia sudah sangat cocok pada Awan,pria yang dulunya begitu di cintai putrinya
Namun entahlah,mengapa kini putrinya terlihat bahagia,membahas rencana pernikahan mereka
__ADS_1