
selama tinggal di rumah Leon,Jingga menjadi akrab dengan Leon,karena Leon selalu ada dan membantu Jingga,Leon juga yang mengantarkan Jingga bolak balik ke rumah sakit untuk mengontrol kondisi kaki Jingga yang lumpuh
Namun hingga 3 tahun berlalu keadaanya masih sama,tak ada kemajuan sedikitpun,selama itu pula Jingga dan Leon bersama,hingga menimbulkan rasa cinta di hati Leon,namun tidak dengan Jingga,karena nyatanya sebaik apapun Leon,hanya bayangan Awan yang selalu hadir
Namun meski Jingga menolak perasaan Leon,Leon masih saja bersikap baik pada Jingga,begitupun ibunya Leon
Awan menggenggam erat tangan sang istri setelah mendengar cerita istrinya,ia menyesal karena membiarkan Lidia,ada di sisinya,hingga menyebabkan luka di hati banyak orang
Menyadari keresahan di diri sang suami,Jingga memeluk suaminya,mengelus lembut pundaknya,menenangkan hati suaminya
Pagi hari semua keluarga berkumpul di restoran hotel untuk sarapan,ada Leon ibunya,Lidia,ayahnya,di sana juga ada Lintang dan keluarganya ibu,suami dan juga ayahnya Jingga,karena mereka juga akan kembali ke Bali pagi ini
Semua orang tampak bahagia dan menggoda pengantin baru,namun yang di goda tidak memperdulikanya karena pikiran Leon masih mengarah pada Jingga'kemana Jingga semalam'begitu kira kira yang di pikirkanya
Sementara Lidia,senyum malu malu karena di goda teman temanya,hingga para orang tua pun ikut tersenyum senang,melihat putra putri mereka kini bersama
di tengah tengah kebahagiaan itu,muncullah Awan sambil menggendong Jingga,ala bridal style untuk bergabung bersama mereka
Awalnya Jingga menolak untuk di gendong namun Awan tak mengindahkanya,ia justru tak mengijinkan Jingga keluar jika tak mau di gendong,hingga akhirnya Jingga mengalah dan membiarkan suaminya menggendongnya sampai di restoran,membuat semua orang iri yang melihatnya
Leon yang melihat kedatangan Awan pun,tak henti memandang,hingga pandanganya di ikuti oleh istri lalu ibu hingga semua orang menatap kearah Awan yang tengah berjalan menuju meja mereka sambil menggendong sang istri
Lintang,ibu,dan juga Hadi wijaya membeku melihat pemandangan di depanya,mereka seolah tak percaya Jingga masih hidup,tes air mata pun mengalir di pipi Hadi wijaya,melihat kedatangan putrinya,sementara Lintang dan ibu sudah berurai air mata sedari tadi
Awan mendudukan Jingga di salah satu kursi di dekat ayahnya Hadi wijaya,Hadi wijaya yang terlalu syok tak bisa berucap ia diam sambil terus memandangi wajah putrinya yang ia kira sudah meninggal 5 tahun lalu
"papa"ucap Jingga lantas memeluk ayahnya erat,sang ayah pun membalas pelukan putrinya itu,dengan perasaan gembira
"maaf in Jingga pa,Jingga egois"ucap Jingga dengan berlinang air mata
"berjanjilah nak jangan meninggalkan ayah lagi"ucap Hadi wijaya dengan berurai air mata
"iya pa,Jingga janji"ucapnya
__ADS_1
Semua orang yang melihat pertemuan anak dan ayah itu pun ikut sedih,bahkan Leon dan pak anjar pun terlihat berkaca kaca
Di tempat lain kabar kembalinya Jingga ke tengah tengah keluarga pun terdengar oleh keluarga Reno,pak Ferdi yang dulu benci melihat kebersamaan mereka pun ikut senang mendengar berita itu
Rencananya ia dan keluarga akan datang ke rumah Awan begitu mereka kembali untuk meminta maaf secara langsung pada Jingga
*
*
Hari ini tuan Ferdi berserta keluarga datang ke rumah Awan,karena mendengar jika Awan dan keluarga tengah kembali dari Jakarta
Hadi wijaya yang kebetulan sore itu menikmati kopi di teras menyambut kedatangan sahabatnya itu dengan ramah,namun tidak dengan tuan Ferdi ia terlihat cemas dan juga gugup,ia berpikir mungkinkah Hadi wijaya dan yang lainya masih bisa menerimanya kalau nanti ia selesai melakukan pengakuan dosa
di sinilah kini mereka berkumpul tuan Ferdi beserta istri anak dan menantunya,juga Hadi wijaya,Awan ,Jingga ,ibu,Lintang serta suami,sementara Rendi asik bermain dengan Zara di taman di temani bibi
Lisa memeluk erat Jingga yang duduk di kursi roda,ia bahagia sekali sahabatnya itu selamat dan kini masih hidup
Sementara tuan Ferdi semakin menjadi rasa sesal di hatinya kala melihat kondisi Jingga yang lumpuh
"nak,om minta maaf,benar benar minta maaf,karena om,kamu harus mengalami ini"ucapnya tulus
"apa maksudt om"tanya Jingga tak mengerti,begitupun dengan semua orang yang ada
"karena aku lah orang yang menyebabkan ini semua terjadi"ucapnya tegas
Awan yang mendengarnya sangat geram,ia hendak berjalan untuk menanyakan dengan jelas tentang pernyataan ayahnya Reno itu,namun Jingga menghalanginya,dengan menggenggam tanganya yang ada di sampingnya
Awan menarik napasnya dalam guna menetralisir amarah yang ada di hatinya,namun tidak dengan Hadi wijaya,ia maju lalu mencengkeram kerah kemeja tuan Ferdi,mendirikanya dengan penuh emosi,lalu bertanta"apa maksud kamu Fer,bicara yang Jelas"tanyanya dengan emosi yang menggebu gebu
Reno berdiri melihat ayahnya di perlakukan seperti itu,namun ayahnya menghalanginya,dengan melambaikan tangan tanda stop
Lalu tuan Ferdi mulai menjelaskan,semua tentang penyakit Jingga yang bohongan semata untuk kebahagian putranya,namun ia tak tahu mengenai kecelakaan itu,karena itu di luar rencananya
__ADS_1
Hadi wijaya,menghadiahkan bogem mentah pada tuan Ferdi setelah mendengar cerita dari tuan Ferdi,mengenai penyakit Jingga,ia dan keluarga ketakutan setengah mati namun ternyata itu hanya setingan
Hadi wijaya memukuli tuan Ferdi dengan membabi buta,sementara tuan Ferdi yang memang sudah menyadari kesalahanya dan meminta maaf dengan tulus pun tak membalas,ia hanya dia dan menerima pukulan itu lagi dan lagi
Sementara semua wanita di sana menangis dengan histeris,Reno yang tak menyangka ayahnya berbuat senekat itu pun juga hanya bisa diam dan pasrah melihat ayahnya di pukuli tuan Hadi
"cukup pa"ucap Jingga melerai ayahnya namun Hadi wijaya tak mau mendengarnya,ia terus memukuli sampai ia merasa puas,sementara Awan yang juga emosi mendengar pernyataan tuan Ferdi pun hendak ikut menghajar tuan Ferdi namun Jingga melerainya"kak,sekuat apapun kita menghukum sesorang,tak kan mampu mengembalikan keadaan ku,ikhlaskan lah kak,maaf kan bliau,bliau tulus meminta maaf,"ucapnya sendu
Lalu Awan menenangkan sang ayah mertua yang semakin kalap memukuli tuan Ferdi,hingga tuan Ferdi babak belur dan darah mengucur dari hidung dan bibirnya
Setelah ayah mertuanya tenang,barulah Awan angkat bicara
"pergilah dari kehidupan kami,dan jangan menampakan diri lagi,karena aku tak sebaik yang kalian kira,jadi pergilah sebelum aku berubah pikiran"ucap Awan dingin dengan sorot mata mengerikan,seumur umur mereka baru melihat sisi lain dari diri Awan yang ini,termasuk ibu dan adiknya Lintang
Reno membantu ayahnya berdiri,dan memapahnya berjalan keluar rumah,sementara ibunya kembali mengucapkan maaf atas perbuatan suaminya,lalu berlalu dari sana dengan Lisa menantunya
Setelah kepergian mereka suasana kembali hening,satu persatu satu anggota keluarga pergi meninggalkan ruangan itu,tinggalah Jingga dan Awan
Awan berjalan mendekat dan berjongkok di depan sang istri,menggenggam erat tangan istrinya
"kamu yakin,bisa memaafkan mereka"tanya Awan sendu
"humm,maafkan mereka,jangan bebani hatimu dengan dendam,"jawab Jingga
'"sekarang kita sudah bersama,mari kita isi kehidupan kita dengan cinta dan kebahagiaan"imbuhnya lagi,
Awan mengangguk,tanda setuju,lalu meletakkan kepalanya di pangkuan sang istri,Jingga mengelus lembut kepala suaminya,mencurahkan kasih sayangnya melalui sentuhan
"aku mencintaimu Jingga"ucapnya lembut
"tapi aku tidak sempurna lagi kak"jawabnya
Awan mendongak,dan Jingga menghentikan belaianya"tak apa,aku tak membutuhkan iatri yang sempurna,jika hanya membuat orang lain iri,yang aku butuhkan kamu tetap ada di sisiku apapun kondisi dan keadaanya"ucap Awan lalu menempelkan bibirnya pada bibir sang istri
__ADS_1
TAMAT