JINGGA

JINGGA
Cinta tanpa tepi


__ADS_3

"paman"ucap seorang gadis kecil berumur 4 tahun,sambil berlari mengejar pamanya yang baru turun dari mobil


Melihat Zara,sang keponakan kesayanganya berkunjung membuat Awan sangat bahagia,ia berjongkok dan merentangkan kedua tanganya menyambut kedatangan keponakanya dalam pelukanya


Awan menyambut pelukan hangat dari zara,putri dari adiknya Lintang,yang menikah dengan kekasihnya 6 tahun lalu,dan Lintang tinggal bersama suaminya di Surabaya,jadi sangat jarang mereka bertemu,namun meski begitu Zara sangat dekat dengan sang paman


Awan mengangkat tinggi tubuh Zara,menaikanya ke pundak lalu merentangkan tangan kecil itu,lalu berlari memutari halaman luas itu seolah Awan tengah menerbangkan zara,Zara sangat suka dengan itu


Sementara di teras,Lintang dan Alfin,sang suami melihat kearah putri dan kakaknya yang tengah bermain,terlihat paman dan keonakan itu tak bosan bermain


Lidia yang juga melihat itu hanya menggelengkan kepala,sudah biasa baginya pemandangan itu,karena semenjak menghilangnya Jingga,Lidia wanita cantik,cerdas dan idaman banyak pria itu,semakin dekat dengan Awan


Ia selalu saja mengekor kemanapun Awan pergi,di tambah lagi kesuksesan kerjasama mereka membuat keduanya semakin dekat,bahkan Lintang,dan ibunya sering menjodoh jodohkan mereka,namun Awan hanya dian dan tak menghiraukan sang ibu atau adik nya itu


Bahkan Hadi wijaya pun mendukung jika keduanya bersama,8 tahun Jingga pergi,semua orang sudah mengikhlaskan,namun entah dengan Awan,8 tahun berlalu nyatanya tak membuat ia mencari pasangan lagi


Bahkan tak perlu ia mencari,karena di dekatnya ada Lidia,yang terlihat jelas mencintainya,dari perhatianya pada Awan,dan tatapan matanya,membuat semua orang melihat cinta itu dengan mudah


Awan bukanya tidak tahu,tapi ia tak bisa melupakan Jingga,bahkan dalam hati kecilnya,ia selalu menyangkal jika Jingga sudah meninggal


Awan pernah mencoba membuka hati untuk Lidia,karena permintaan sang ibu,dan ayah mertua,namun nyatanya ia tak bisa menganggap Lidia lebih dari seorang teman


Karena hal itu membuat hubungan keduanya sempat merenggang,karena Lidia yang sakit hati,ia merasa Awan merespon perasaanya,karena Awan yang terlihat perhatian padanya,namun pada acara makan malam,di sebuat pesta Lidia memberanikan diri mengungkapkan perasaanya,namun Awan justru bilang jika ia hanya menganggap Lidia sebagai teman


Lidia yang kecewa dengan jawaban Awan pun sakit hati dan sedih,ia berlalu dari hadapan Awan dengan air mata berderai

__ADS_1


Sementara Awan yang melihat hal itu,juga kecewa pada dirinya sendiri,mengapa ia tega menyakiti wanita sebaik Lidia,Awan dilema,jika ia kejar,apa yang harus ia katakan,jika di biarkan,ia takut Lidia kenapa napa


"ah ****"ucapnya setelah bimbang dengan perasaanya,tak perduli apapun ia mengejar mobil yang di kendarai Lidia dengan kecepatan tinggi


Awan bahkan kwalahan mengejar laju mobil milik Lidia,hingga mobil itu berhenti di pinggir pantai,dan Awan hanya memperhatikan Lidia dari dalam mobil


10 menit berlalu,akhirnya Lidia keluar dari dalam mobil,tatapanya kosong dan terlihat sangat putus asa,ia berjalan menuju laut,dan tak berhenti meski ia sudah berjalan terlalu dalam,bahkan air laut sudah hampir setinggi dada


Awan yang melihat hal itu,langsung turun dari mobil dan berlari mengejar Lidia


Awan berhasil meraih tangan Lidia,saat air hampir mencapai leher


Awan menarik Lidia,ke tepi,namun Lida tak menolak ataupun berteriak,Awan menyeret tubuh Lidia,dan melemparnya asal,namun Lidia tidak terjatuh hanya terhuyung


"kamu gila ya Lid"ucap Awan dengan nafas ngos ngosan,karena berlari mengejar Lidia,dan takut terlambat menyelamatkan Lidia


Sementara Lidia ganti baju,Awan duduk di kap mobil,dan meminum minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuhnya yang juga kedinginan


Setelah Lidia selesai ganti baju,Awan masuk ke mobil dan mengantarkan Ludia pulang,tak ada obrolan di dalam mobil,bahkan sampai di depan apartemen Lidia


Saat Lidia hendak turun,Awan tak membukakan kunci mobil,karena ada yang ingin ia bicarakan pada Lidia,menyadari hal itu,Lidia pun kembali duduk dengan tenang


"Lid,bukan waktu yang sebentar kita bersama,aku tahu kamu memiliki rasa itu dari semenjak kita bertemu"


Jeda

__ADS_1


"aku tahu,kamu paham betul dengan sikap dinginku sama kamu selama ini,tapi nyatanya kamu masih terus bersama dengan ku"


Jeda,,,ya memang selama ini meski bersama Awan selalu bersikap dingin dan tak perduli,hanya Lidia saja yang terus berusaha


"karena apa,karena cinta"


Jeda lagi


"sama seperti kamu yang terus mencintai tanpa tepi,begitupun dengan aku,yang juga mencintai Jingga tanpa tepi"


jeda lagi


"maaf,jika sikap bimbangku membuatmu kecewa,tapi aku harus katakan aku hanya mencintai istriku"dan bersamaan kata terakhir Awan,terdengar bunyi klik,tanda pintu mobil terbuka dari kuncinya


Mendengar bunyi itu,Lidia pun beranjak keluar dan masuk ke apartemenya


Di dalam lift,ia mencoba mencerna ucapan Awan,yang ia pahami namun berusaha menyangkalnya


Sampai di dalam apartemenya,ia menangis sejadi jadinya,meratapi nasib cintanya yang bertepuk sebelah tangan,rasanya sakit sekali


Hingga keesokan paginya ia putuskan untyk menjauh dari Awan,dan meminta sang ayah untuk di mutasi ke proyek lain,intinya tidak bersama dengan Awan


Tiga bulan tak bersama berharap mampu menghapus bayangan Awan dari dalam hatinya nyatanya tak mampu membunuh oerasaan itu,hingga Lidia menyerah dan membenarkan semua kata kata Awan


Tak ada yang bisa menolak kedatanganya,dan tak ada yang bisa menghapus kehadiranya

__ADS_1


Akhirnya Lidia memilih bersama Awan kembali,meski hanya menjadi seorang teman,namun baginya masih lebih baik melihat pria yang di cintainya,dari pada tidak sama sekali


Kini mereka kembali bersama,menjalankan bisnis bersama,dan berteman baik seperti dulu,Awan pun menerima kedatangan Lidia kembali,asal tak ada lagi cinta di antara mereka


__ADS_2