
Setelah merasa tenang Lisa mengemasi barang barang miliknya,ia tak ingin kehilangan anak yang kini tengah di kandungnya
Ia putuskan akan pergi dari sana karena takut Reno akan memaksanya untuk men******* kandunganya
Ia memesan taksi online untuk pergi dari sana,tidak tahu kemana arah dan tujuanya
lama berada di dalam taksi,ia baru sadar jika dari tadi sopir diam saja,tak berbicara bahkan menanyakan tentang tujuanya,dan mobil taksi itu menuju ke sebuah dermaga,Lisa mulai panik,ia menanyakan pada sang sopir kemana tujuan mereka,namun jawaban sang sopir membuat Lisa semakin tegang
Benar dugaan Lisa ketika mobil memasuki dermaga,sopir itu turun lalu membuka pintu belakang di samping Lisa.
Lisa tak mau keluar ia berontak,namun kalah tenaga dengan sopir yang seorang pria
Saat Lisa hebdak berteriak,ada seseorang yang membekap mulut Lisa dari belakang,seketika pandangan Lisa berubah menjadi gelap
*
Reno membuka mata ketika matahari sudah meninggi,semalam ia pulang tengah malam dalam keadaan mabuk
Ia memanggil Lisa,namun hingga panggilan ketiga kalinya Lisa tak kunjung datang
Reno terbiasa setiap pagi,selalu di layani oleh Lisa,dari keperluan mandi pakaian lalu sarapan
Reno belum menyadari tentang kepergian Lisa,karena merasa terabaikan,Reno bangkit dari tidurnya lalu melangkahkan kakinya untuk membersihkan diri
Setelah menyeleseikan ritual mandinya Reno memakai pakaianya dan bersiap kekantor
Ia bahkan tak memperdulikan keberadaan Lisa,yang sejak pagi tak nampak dimana pun
Ia berangkat kekantor,namun seperti biasa,di kantor ia tak kan fokus dengan kerjanya
Ia sering melamun,dan bahkan tidur,tak perduli mengenai keadaan perusahaan
Ia cemas jika ayahnya tahu keadaan perusahaan,tapi nyatanya ia tak benar benar bekerja
tiba waktunya makan siang ia kembali ke apartement untuk mengecek keadaan Lisa
Namun setelah sampai ia masih tak menemukan keberadaan Lisa
__ADS_1
Ia lalu menegecek barang barang milik Lisa di lemari,alangkah terkejutnya ia ketika mendapati barang barang Lisa tak ada sebagian besar
Reno memang naif mendapati kenyataan seperti itu,ia masih tetap menunggu kepulangan Lisa,ia tak mau mencari wanita yang kini tengah mengandung darah dagingnya
Ia masih berpikir Lisa akan kembali lagi,ia beranjak dari depan almari lalu merebahkan dirinya keranjang,dan menutup mata
Hingga hari berganti menjadi malam,namun Lisa tak juga kembali,Reno membuka mata dan mendapati ruangan yang gelap
Ia sadar jika Lisa belum juga kembali,ia lalu bangkit menyalakan lampu,lalu beranjak pergi
Reno melajukan kendaraanya menuju club malam seperti biasa,ia ingin mencari hiburan di sana
Dalam hingar bingar lampu di club dan suara musik yang menghentak,serta suara orang yang memenuhi club,nyatanya kini Reno merasa kesepian
Seperti biasa akan ada wanita yang menggodanya,namun malam ini ia menolaknya,ia merasa sepi dan kosong,namun juga tak ingin di ganggu oleh orang lain
saat ia mabuk ia meminta bartender untuk membawanya pada salah satu kamar ysng di sediakan club itu
Lalu seorang bartender mamanggil keamanan untuk membawanya ke dalam kamar,karena tadi Reno sempat memesan untuk tidak di antar wanita
Ia semakin merasa tidak lagi memiliki tujuan hidup
Ia menyesal pernah meminta Lisa me****** kandunganya,ia ingin bahagia tapi juga ragu mengenai anak yang kini di kandung Lisa
'Apa yang harus aku lakukan,apa aku harus percaya jika bayi itu anak ku,tapi bagaimana jika dia bohong' gumamnya sendiri
Ia mengusap gusar wajahnya,dilema dengan keadaanya,tak mau pusing sendiri,ia putuskan untuk mencari Lisa dan akan melakukan tes DNA nantinya
Ia meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan Lisa,namun sudah seminggu berlalu masih tidak ada info tentang Lisa
*
Di tempat lain,Jingga tersenyum bahagia melihat mobil kekasihnya tampak melaju pelan menuju arahnya
Hari ini adalah hari terakhir masa hukuman Jingga di kota itu
Jingga berhasil menyelesaikan masalah di hotel cabang tersebut,hingga pihak hotel pusat memintanya kembali bekerja disana
__ADS_1
Jingga meminta Awan untuk menjemputnya,karena seminggu tak bertemu dan hanya komunikasi melalui vidio call,membuat rindu kini melanda hati mereka
Awan memberhentikan mobil nya tepat di depan sang kekasih
Ia turun dari mobil,lalu bergegas menghampiri Jingga
Membukakan pintu untuk wanita terkasihnya,setelahnya ia menutup pintu dan memasukan barang milik Jingga di jok belakang
Sungguh Awan memperlakukan Jingga seperti ratu,karena memang Jingga adalah ratu di hatinya
Ia lalu berjalan memutar,lalu duduk di kursi kemudi
Ia mencondongkan tubuhnya di hadapan Jingga,namun Jingga malah menutup mata
Lama Jingga menutup mata,namun tidak terjadi apa apa,hingga ia putuskan untuk membukanya,ia melihat Awan sibuk memasangkan sabuk pengaman 'huft lega rasanya'begitu pikir Jingga,ia merasa Aean tak mengetahui apa yang di pikirkanya
Padahal Awan jelas jelas melihat ekspresi Jingga tadi,Awan sungguh ingin menempelkan bibirnya pada bibir Jingga,namun ia sadar dan teringat ucapan sang ibu
Saat ia melihat Jingga akan memulai membuka mata ia pura pura sibuk memasangkan sabuk pengaman,biar Jingga tak merasa malu
"selesai,kita berangkat sekarang"ucapnya ketika selesai memasangkan sabuk pengaman
"i iya kak,siap"jawan Jingga gugup
Mendapati kekasihnya yang gugup,Awan tak jadi menyalakan mesin mobilnya,ia menggenggam tangan Jingga lama,lalu mengecupnya lama
Tangan yang satunya,ia gunakan untuk mengambil anak rambut di wajahnya
"aku mencintai kamu"ucapnya penuh ketulusan
Hal itu semakin membuat Jingga berdebar tak karuan,sorot mata Awan seolah menembus jantung hatinya yang terdalam
Ia tak mampu berucap,hanya mampu menganggukkan kepala nya
Melihat ekspresi malu malu Jingga,Awan semakin ingin mencium nya,namun ia bubu buru berpaling lalu menyalakan mesin mobilnya
ia takut jika lebih lama lagi tinggal ia tak mampu menahan nya
__ADS_1