JINGGA

JINGGA
perlakuan manis 2


__ADS_3

Setelah merasa tenang Lisa mengemasi barang barang miliknya,ia tak ingin kehilangan anak yang kini tengah di kandungnya


Ia putuskan akan pergi dari sana karena takut Reno akan memaksanya untuk men******* kandunganya


Ia memesan taksi online untuk pergi dari sana,tidak tahu kemana arah dan tujuanya


lama berada di dalam taksi,ia baru sadar jika dari tadi sopir diam saja,tak berbicara bahkan menanyakan tentang tujuanya,dan mobil taksi itu menuju ke sebuah dermaga,Lisa mulai panik,ia menanyakan pada sang sopir kemana tujuan mereka,namun jawaban sang sopir membuat Lisa semakin tegang


Benar dugaan Lisa ketika mobil memasuki dermaga,sopir itu turun lalu membuka pintu belakang di samping Lisa.


Lisa tak mau keluar ia berontak,namun kalah tenaga dengan sopir yang seorang pria


Saat Lisa hebdak berteriak,ada seseorang yang membekap mulut Lisa dari belakang,seketika pandangan Lisa berubah menjadi gelap


*


Reno membuka mata ketika matahari sudah meninggi,semalam ia pulang tengah malam dalam keadaan mabuk


Ia memanggil Lisa,namun hingga panggilan ketiga kalinya Lisa tak kunjung datang


Reno terbiasa setiap pagi,selalu di layani oleh Lisa,dari keperluan mandi pakaian lalu sarapan


Reno belum menyadari tentang kepergian Lisa,karena merasa terabaikan,Reno bangkit dari tidurnya lalu melangkahkan kakinya untuk membersihkan diri


Setelah menyeleseikan ritual mandinya Reno memakai pakaianya dan bersiap kekantor


Ia bahkan tak memperdulikan keberadaan Lisa,yang sejak pagi tak nampak dimana pun


Ia berangkat kekantor,namun seperti biasa,di kantor ia tak kan fokus dengan kerjanya


Ia sering melamun,dan bahkan tidur,tak perduli mengenai keadaan perusahaan


Ia cemas jika ayahnya tahu keadaan perusahaan,tapi nyatanya ia tak benar benar bekerja


tiba waktunya makan siang ia kembali ke apartement untuk mengecek keadaan Lisa


Namun setelah sampai ia masih tak menemukan keberadaan Lisa

__ADS_1


Ia lalu menegecek barang barang milik Lisa di lemari,alangkah terkejutnya ia ketika mendapati barang barang Lisa tak ada sebagian besar


Reno memang naif mendapati kenyataan seperti itu,ia masih tetap menunggu kepulangan Lisa,ia tak mau mencari wanita yang kini tengah mengandung darah dagingnya


Ia masih berpikir Lisa akan kembali lagi,ia beranjak dari depan almari lalu merebahkan dirinya keranjang,dan menutup mata


Hingga hari berganti menjadi malam,namun Lisa tak juga kembali,Reno membuka mata dan mendapati ruangan yang gelap


Ia sadar jika Lisa belum juga kembali,ia lalu bangkit menyalakan lampu,lalu beranjak pergi


Reno melajukan kendaraanya menuju club malam seperti biasa,ia ingin mencari hiburan di sana


Dalam hingar bingar lampu di club dan suara musik yang menghentak,serta suara orang yang memenuhi club,nyatanya kini Reno merasa kesepian


Seperti biasa akan ada wanita yang menggodanya,namun malam ini ia menolaknya,ia merasa sepi dan kosong,namun juga tak ingin di ganggu oleh orang lain


saat ia mabuk ia meminta bartender untuk membawanya pada salah satu kamar ysng di sediakan club itu


Lalu seorang bartender mamanggil keamanan untuk membawanya ke dalam kamar,karena tadi Reno sempat memesan untuk tidak di antar wanita


Ia semakin merasa tidak lagi memiliki tujuan hidup


Ia menyesal pernah meminta Lisa me****** kandunganya,ia ingin bahagia tapi juga ragu mengenai anak yang kini di kandung Lisa


'Apa yang harus aku lakukan,apa aku harus percaya jika bayi itu anak ku,tapi bagaimana jika dia bohong' gumamnya sendiri


Ia mengusap gusar wajahnya,dilema dengan keadaanya,tak mau pusing sendiri,ia putuskan untuk mencari Lisa dan akan melakukan tes DNA nantinya


Ia meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan Lisa,namun sudah seminggu berlalu masih tidak ada info tentang Lisa


*


Di tempat lain,Jingga tersenyum bahagia melihat mobil kekasihnya tampak melaju pelan menuju arahnya


Hari ini adalah hari terakhir masa hukuman Jingga di kota itu


Jingga berhasil menyelesaikan masalah di hotel cabang tersebut,hingga pihak hotel pusat memintanya kembali bekerja disana

__ADS_1


Jingga meminta Awan untuk menjemputnya,karena seminggu tak bertemu dan hanya komunikasi melalui vidio call,membuat rindu kini melanda hati mereka


Awan memberhentikan mobil nya tepat di depan sang kekasih


Ia turun dari mobil,lalu bergegas menghampiri Jingga


Membukakan pintu untuk wanita terkasihnya,setelahnya ia menutup pintu dan memasukan barang milik Jingga di jok belakang


Sungguh Awan memperlakukan Jingga seperti ratu,karena memang Jingga adalah ratu di hatinya


Ia lalu berjalan memutar,lalu duduk di kursi kemudi


Ia mencondongkan tubuhnya di hadapan Jingga,namun Jingga malah menutup mata


Lama Jingga menutup mata,namun tidak terjadi apa apa,hingga ia putuskan untuk membukanya,ia melihat Awan sibuk memasangkan sabuk pengaman 'huft lega rasanya'begitu pikir Jingga,ia merasa Aean tak mengetahui apa yang di pikirkanya


Padahal Awan jelas jelas melihat ekspresi Jingga tadi,Awan sungguh ingin menempelkan bibirnya pada bibir Jingga,namun ia sadar dan teringat ucapan sang ibu


Saat ia melihat Jingga akan memulai membuka mata ia pura pura sibuk memasangkan sabuk pengaman,biar Jingga tak merasa malu


"selesai,kita berangkat sekarang"ucapnya ketika selesai memasangkan sabuk pengaman


"i iya kak,siap"jawan Jingga gugup


Mendapati kekasihnya yang gugup,Awan tak jadi menyalakan mesin mobilnya,ia menggenggam tangan Jingga lama,lalu mengecupnya lama


Tangan yang satunya,ia gunakan untuk mengambil anak rambut di wajahnya


"aku mencintai kamu"ucapnya penuh ketulusan


Hal itu semakin membuat Jingga berdebar tak karuan,sorot mata Awan seolah menembus jantung hatinya yang terdalam


Ia tak mampu berucap,hanya mampu menganggukkan kepala nya


Melihat ekspresi malu malu Jingga,Awan semakin ingin mencium nya,namun ia bubu buru berpaling lalu menyalakan mesin mobilnya


ia takut jika lebih lama lagi tinggal ia tak mampu menahan nya

__ADS_1


__ADS_2