JINGGA

JINGGA
Tidak


__ADS_3

"tidak perlu tahu siapa aku,yang harus kau tahu kau harus menjaga anak yang ada di dalam kandunganmu itu dengan baik,dan lupakan ayah dari anak yang kau kandung"ucapnya pajang lebar


Deg,rasanya hati Lisa bergetar dan serasa sakit sekali,mendengar penuturan pria tua yang tak ia kenal


"aku akan membantumu melupakan ayah dari anak dalam kandunganmu"imbuhnya lagi,lalu ia mengambil remot lalu menekan tombol dalam remot,dan seketika televisi besar di depan Lisa menyala,menampilkan sosok gambar pria yang sangat ia cinta


Lisa tak dapat membendung bulir air mata yang menetes di pipi,melihat ayah dari anak dalam kandunganya,tersenyum ceria bersama seorang prempuan paruh baya


Di sana,Reno terlihat begitu bahagia,tak pernah Lisa melihat pria yang di cintainya itu tertawa lepas seperti tanpa beban


"kamu suka melihatnya bahagia"tanya tuan Ferdi


Lisa tersadar dari keharuanya,saat mendengar ucapan tuan Ferdi


"jika kau benar mencintainya,jangan hapus kebahagianya dengan terus berada di sisinya"imbuhnya lagi,lalu pergi dari ruangan itu


Lisa semakin terisak setelah kepergian tuan Ferdi,rasanya dadanya sesak kala tak bisa menyangkal setiap ucapan tuan Ferdi

__ADS_1


ia sadar,bekas wanita malam sepertinya memang tak pantas,bersanding denga pria terhormat seperti Reno


Lama ia menangis sampai ia tertidur karena lelah


Waktu bergulir dengan cepat,kabar pernikahan antara Reno dan Jingga juga sudah beredar luas


Surat undangan sudah di sebar,dan seluruhnya sudah sampai pada tamu undangan


Desain undangan yang di buat Awan kini di pakai di acara pernikan itu,dimana hari tanggal dan tempat semua sama persis,hanya nama mempelai pria saja yang berganti


Memang setelah Jingga memutuskan hubunganya dengan Awan,Awan membatalkan acara pernikshsn itu,dan tak di sangka kini hari dan tempat pernikahan yang ia siapkan untuk Jingga,kini menjadi hari pernikahan Jingga namun bukan denganya melainkan dengan pria lain


mereka sepakat bertemu di sebuah kafe di kota Bali,Awan menyewa private room di kafe tersebut karena ingin leluasa berbicara dengan kekasihnya


Di ruangan yang sudah di pesan Awan,kini duduk saling berhadapan antara Jingga dan Awan


hening tak ada suara di antara mereka,Awan dengan tatapan yang masih sama,tatapan hangat dan penuh cinta,namun Jingga hanya sesekali membalas tatapan itu,ia lebih sering berpaling dan memilih memandangi langit yang nampak indah dengan bertabur bintang dari jendela kaca transparan

__ADS_1


Sampai saat Awan meraih tangan Jingga untuk menggenggamnya,namun Jingga menjauhkan tanganya,menolak sentuhan itu


"kenapa"tanya Awan sendu,awalnya ia tak ingin tahu namun akhirnya ia memilih mencari tahu,berharap bisa memperbaiki kesalahan atau kekuranganya,dan memperjuangkan cintanya


"aku sudah tidak mrmcintai kakak lagi"ucapnya tegas


Meski sekuat tenaga ia menahan air mata,agar tak jatuh membasahi pipinya


"benarkah,tapi kenapa"ucap Awan tak menyerah


"seperti aku yang mencintaimu tanpa alasan,maka seperti itulah aku melupakanmu"jawabnya


"tidak _ _"namun ucapanya belum selesai sudsh di potong ucapan Jingga


"kak,kita sudah dewasa,mengertilah cinta itu juga realistis,maaf tapi ini pertemuan kita terakhir,jangan menghubungi aku lagi"ucapnya lalu ia mengambil tas lalu beranjak dari sana


Awan syok mendengar ucapan Jingga,namun ia sadar Jingga telah berlalu dari sana,ia lantas mengejar Jingga,dan meraih tanganya saat Jingga sudah sampai di pintu depan dan hendak membukanya

__ADS_1


Jingga menoleh dan mendapati Awan di belakangnya dengan menggenggam tanganya erat"lepaskan kak"ucapnya


"tidak"


__ADS_2