JINGGA

JINGGA
Sakit


__ADS_3

Di sebuah ruangan dokter air mata mengalir deras membasahi pipi mulus Jingga,saat mendengar penjelasan dari dokter mengenai kondisi tubuhnya saat ini,hasil lab menunjukan bahwa Jingga mengidap penyakit serius dan mematikan,rasanya dunia begitu gelap dalam pandanganya


begitu banyak masalah datang silih berganti,namun Jingga tak patah semangat,sekuat tenaga ia berjusng dan bertahan,tapi kini rasanya ia tak sanggup lagi,terlalu berat yang kini ia hadapi


sekilas senyum bahagia sang ayah melintas dalam benaknya,ia tidak tahu harus bagaimana,siapa yang akan menjaga ayahnya nanti ketika ia pergi


senyum sang ayah yang biasanya menjadi obat dari setiap masalah yang di alaminya kini justru menjadi hal yang menyakitkan,bagaimana tidak senyum itu akan ia pudarkan karena penyakitnya


Memikirkan kehidupan yang akan di jalani ayahnya di masa tua tanpa dirinya


Jingga berjalan dengan lesu keluar dari ruangan dokter,ia menyusuri lorong rumah sakit tanpa tujuan


pikiranya entah terbang kemana,melangkah tanpa tujuan


menjelang sore Jingga sampai di apartemen tempat tinggalnya,ia memencet kode masuk apartemen,karena tak ingin bertemu sang ayah dalam keadaan seperti ini,di mana ia belum bisa menerima kondisi yang ia hadapi,ia tak bisa menyembunyikan kesedihan nya


setelah pintu terbuka ia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar,saat hendak menggapai pintu terdengar sayup sayup suara tawa ayahnya,mungkin suara itu berasal dari balkon


Memang bersantai di balkon saat sore hari adalah pilihan yang pas,saat sore hari di balkon terasa sejuk dengan hembusan angin sepoi sepoi dan cahaya matahari tidak terlalu panas menyapa kulit,di tambah dengan hijaunya tanaman hias yang semakin menambah asri mata memandang


terdengar juga suara pria yang sangat di cintainya,entah apa yang mereka obrolkan namun dari tawa yang terdengar sepertinya ayahnya begitu bahagia


Jingga putuskan untuk menghampiri dua pria yang sangat berarti dalam hidupnya itu


Ia melangkah dan menuju balkon,saat hendak melewati pintu seketika ucapan dokter di rumah sakit melintas,menghentikan langkahnya tiba tiba

__ADS_1


Ia hendak berbalik dan ingin langsung kembali kekamar,namun terlambat pergerakanya tertangkap pandangan ayahnya


"Jingga,kamu sudah pulang"tanya Hadi wijaya,mendapati putrinya berdiri di depan pintu balkon hendak berbalik,dan merasa sedikit aneh dengan tingkah putrinya,padahal biasanya putrinya itu akan langsung menghampirinya apalagi kini ada Awan juga,pria yang begitu ia cintai


"i iya pa"jawabnya gugup,karena tak ingin membuat ayahnya dan Awan curiga,Jingga mengurungkan niatnya untuk kekamar dan melangkahkan kakinya menuju ayah dan kekasihnya


"kakak juga disini"ucapnya saat kini ia berdiri di dekat kursi yang ayahnya duduki


"iya,kamu kenapa????sakit"tanya Awan karena melihat wajah Jingga yang pucat


Deg,hati Jingga bergertar tak karuan,berpikir apakah Awan mengetahui tentang kondisinya


"ti tidak kak,aku baik baik saja,kalian teruskan obrolanya,aku bersih bersih dulu"ucap Jingga gugup lalu memilih kabur ke kamar karena sudah tak sanggup berpura pura baik baik saja mengingat kondisinya


Awan terdiam dan mendapati hal yang aneh dari kekasihnya Jingga yang selama ini terlihat ceria kini nampak murung dan sedih,Awan dapat melihat jelas Jingga memaksakan senyum di bibirnya namun sorot matanya tak dapat berbohong


"ada apa"ucap ayahnya Jingga yang melihat calon menantu nya terlihat melamun


"oh tidak om,maaf saya malah melamun kita sampai mana tadi"ucapnya sungkan kedapatan melamun


Lalu Hadi wijaya melanjutkan kembali ceritanya tadi,tadi sebelum kedatangan Jingga,mereka membahas tentang rencana pernikahan Awan dan Jingga yang akan di lakukan seminggu lagi,semua sudah sesuai dengan keinginan calon mertuanya dan juga dirinya karena ingin menjadikan hari bersejarah itu menjadi kenangan yang terindah dalam hidupnya


Namun mereka belum memberitahu rencana yang hampir finish itu pada Jingga,semua urusan gedung ,catering,dan undangan sudah selesai siap di sebar,dan gaun pengantin pun sudah jadi,rencana nya besok Aean akan mengajak Jingga untuk fiting baju di butik,gaun pengantin seperti yang dulu sudah mereka sepakati desainya


Setelah selesai membahas rencana pernikahan,Hadi menceritakan tentang mendiang sang istri pada calon menantunya itu

__ADS_1


Ia menceritakan kenangan yang bahagia pada calon menantunya,hingga membuatnya tertawa lepas,saat itu pula Jingga datang


namun kini waktu bergulir dan mendekati waktu makan malam namun Jingga tak jua keluar dari kamar,


Hadi wijaya juga merasakan hal yang aneh,ia lalu mengetuk pintu kamar Jingga untuk makan malam bersama


Saat Jingga keluar,ia berusaha untuk tersenyum di depan ayah


Mereka berjalan menuju ruang makan,mereka makan dengan hening,Jingga terlihat murung dan tak berselera makan,semua itu tak luput dari pandangan kedua pria yang mencintainya


baik Awan maupun ayahnya pun saling diam melihat wanita yang mereka cintai itu murung dan sedih,mereka diam dengan pikiranya sendiri,menerka nerka apa yang terjadi pada Jingga


Makan malam selesai,ayahnya langsung masuk kekamar,setelah sebelumnya membisikan pada Awan untuk menghibur putrinya kala Jingga tengah membereskan piring kotor


Awan pun mengiyakan permintaan calon mertuanya itu,karena jujur ia pun penasaran apa yang terjadi


Di ruang tamu kini mereka duduk dalam satu sofa panjang,tercipta suasana hening di antara mereka,karena Jingga terlihat murung dan tak merespon perkataan Awan sebelumnya,kadang juga hanya menjawab iya atau tidak,kini mereka terlihat seperti orang asing yang di paksa bersama


Lelah mencoba mencairkan suasana,kini Awan pun memilih diam,ia juga tak ingin beranjak dari sana


Ia lantas menggenggam tangan Jingga dan menciumnya lama,ingin menunjukan cinta dan ketulusan pada kekasihnya itu,agar sang kekasih tak merasa sendiri,Awan membelai lembut wajah kekasihnya"sayang,aku di sini untukmu,dan akan selalu untukmu"ucapnya tulus


Jingga meneteskan air mata,tak kuasa menahan kesedihan sekaligus terharu


melihat kekasihnya menangis membuat hati Awan sakit bak tersayat sembilu,ia menghapus air mata kekasihnya dan menariknya kedalam pelukan

__ADS_1


Ia membiarkan kekasihnya menangis sesenggukan dalam pelukannya,meluapkan kesedihan yang ia rasa,Awan setia memeluknya dan mengelus lembut punggung sang kekasih


Ia tak kan memaksa kekasihnya bercerita,ia akan menunggu kekasihnya menceritakan sendiri masalahnya saat nanti sudah siap


__ADS_2