
Di ruang kerja sang ayah Reno menunggu kedatangan ayahnya,yang tadi sudah ia hubungi melalui pesan singkat
tuan Ferdi ayahnya Reno pun bergegas menuju ruang kerja setelah sampai di rumah,dan membaca pesan dari putranya
Reno berdiri di depan jendela,membiarkan tubuhnya di selimuti angin angin yang berhembus,berharap mampu mendinginkan amarah yang seolah menyala di dalam hatinya,dan kegundahan hatinya dapat berkurang
Cklek,bunyi pintu di buka saat tuan Ferdi ayah Reno,membuka pintu ruangan itu
Mendengar bunyi pintu di buka Reno langsung membalikan badan,dan berjalan menghampiri sang ayah dengan emosi yang meluap luap
Reno berhenti di depan sang ayah dengan emosi yang tak tertahan,seraya berkata"apa maksudnya ini pa"tanya Reno to the point sambil menunjukan map warna biru,yang berisi surat perjanjian Jingga dengan ayahnya
Sementara tuan Ferdi yang sudah mengetshui dari anak buahnya tadi saat acara sedang berlangsung jika surat perjanjian itu hilang,dan kemungkinan besar di dapat kan Awan,yang kini berada di tangan putranya itu juga emosi,karena ia sudah berjalan sejauh ini untuk mendapatkan Jingga untuk sang putra,namun putranya justru memilih pergi dan membiarkan Jingga bersama pria lain,sungguh sikap yang sangat pecundang bagi tuan Ferdi
Meski emosi menguasai hatinya,namun sebisa mungkin tuan Ferdi bersikap santai dan lunak menghadapi putra tunggalnya itu,lalu berjalan melewati Reno dan duduk di sofa
"kamu sudah lihat bukan,apa yang sudah ayah lakukan untukmu,inikah balasanmu"tanya sang ayah pada putranya
"jadi aku harus berterimakasih untuk ini"jawab Reno dengan emosi yang masih menyala,ia berjalan menghampiri sang ayah lalu duduk di sofa depan ayahnya
"harusnya kau berusaha meneruskan langkah papa,bukan malah pergi seperti pecundang"jawab sang ayah
__ADS_1
"pa,,,Jingga itu sakit pah,usianya tidak lama lagi,kenapa papa masih tega melakukan itu padanya"jawab Reno dengan nada tak menyenangkan yang tak mengerti dengan jalan pikiran sang ayah
"kenapa papa harus tak tega,mereka juga tega berbahagia di atas penderitaan kamu,papa tidak bisa melihat mereka bahagia,sementara kamu hancur"jawab pak Ferdi,dengan nada tinggi yang tak mampu lagi menahan emosi
"tapi pa,Jingga itu sakit,usia nya tidak lama lagi,apa papa tega masih menyiksanya di sisa waktu terakhirnya yang tidak sebentar"jawab Reno dengan nada rendah,karena ia mengakui jika ucapan ayahnya itu benar,ia memang hancur melihat kebersamaan Jingga dan Awan,tapi kini tidak lagi,ia ingin kembali seperti dulu,kini tujuanya telah ia temukan,menikah dengan Lisa,dan menerima semua kekurangan perempuan itu dan hidup bahagia,meski kini tak ada yang tahu dimana Lisa berada
"kamu sendiri apa bisa kembali menjadi putra papa yang dulu,yang bertanggung jawab bukan menjadi pria lemah yang suka mabuk dan main perempuan,melupakan tanggung jawabmu terhadap perusahaan dan kami sebagai orang tua mu"tanya pak Ferdi panjang lebar,yang menohok tepat di dasar hati Reno yang terdalam
Reno menunduk,membenarkan ucapan sang ayah,emosinya tadi yang sempat memuncak kini hilang berganti rasa sesal
Sesal dengan sikapnya,yang menjadi pria pecundang
Karena terluka oleh seorang gadis,ia melupakan tanggung jawab terbesarnya yaitu membahagiakan kedua orang tuanya,orang yang harusnya paling ia utamakan karena merekalah kini ia bisa sebesar ini
Namun menyalahkan Jingga dalam hal ini juga bukan tindakan yang benar,karena sebaik apapun Reno,cinta tetaplah cinta,tak bisa di minta apalagi di paksa
Reno semakin menunduk dalam menyadari prilakunya yang salah
Pak Ferdi lantas mendekat,dan menepuk pelan pundak sang anak,ia berharap matahati putranya dapat melihat kasih sayangnya yang tulus
"nak,papa tahu papa salah,tapi papa tidak bisa melihatmu menderita"ucapnya pelan,mencoba membuat keadaan kembali tenang
__ADS_1
"maafkan Reno pa,papa benar Reno memang pecundang"ucapnya sendu menyadari kekliruanya
"Reno janji pa,Reno akan bangkit dan akan kembali membuat papa dan mama bangga"ucap Reno yang mendongak melihat sang ayah
Mendengar ucapan 0utranya yang sungguh sungguh membuat hati dan perasaan pak Ferdi menghangat,ia lantas maju dsn memeluk putra tunggalnya itu
Mereka berpelukan erat,pak Ferdi berharap putranya akan kembali seperti dulu,meski tak bersama Jingga
Sementara di depan pintu,ibu yang sedari tadi melihat dari pintu ruangan yang sedikit terbuka pun terharu melihat kedua pria kesayanganya itu kembali akur setelah tadi kondisinya memanas,siap membakar setiap sudut rumah
Dalam hati,ibu juga berharap segala masalah yang menyelimuti keluarga mereka segera berakhir,kembali menjadi keluarga yang seperti dulu,penuh kebahagiaan dan cinta
Sementara di tempat lain,Lisa yang memang di beri akses oleh tuan Ferdi untuk melihat segala yang di lakukan Reno kini tengah menangis sedih
Bagaimana tidak ia menyaksikan dengan mata kepala melalui layar besar televisi,orang yang sangat ia cintai itu kini tengah berdiri di depan pelamina menunggu mempelai wanita datang
Dari sudut sana terlihat Jingga berjalan dengan tenang sambil mengulas senyum berjalan menuruni tangga satu persatu menuju ke pelamina
Tak kuasa melihat pertunjukan selanjutnya,Lisa memilih mematikan tv besar itu,lalu meringkuk di ranjang nya yang besar,menutup tubuhnya dengan selimut tebal,mencoba menutup mata,agar tertidur dan melupakan yang ia lihat
Namun saat ia menutup mata bayangan Reno di depan pelaminan terlihat jelas di mata nya,membuat ia berulang kali merubah posisi namun ia menyerah karena bayangan itu enggan pergi dari pikiranya
__ADS_1
Lalu ia putuskan untuk pergi kedapur mengambil minum,siapa tahu itu bisa merilekskan pikiranya yang kacau