
25 menit waktu yang di butuhkan Jingga untuk sampai di rumah sakit,ia lantas bergegas ke resepsionis untuk menanyakan mengenai keberadaan dokter Wirawan,dokter sepesialis kangker yang menangani penyakitnya
Beruntug dokter masih ada dibruanganya,dan Jingga di minta menunggu,karena masih ada satu pasien yang masih ada di dalam
Jingga bernafas lega karena dokter Wirawan masih ada,ia harus menemui dokter untuk memeriksa kondisinya,karena obat yang ia konsumsi sesuai resep dokter juga telah habis
Setelah pasien keluar dari ruang dokter,Jingga di persilahkan masuk oleh perawat
Dokter Wirawan menyambut ramah kedatangan pasienya itu
"selamat siang dok"ucap Jingga lalu duduk di kursi depan meja kerja dokter
"siang" ,jawab dokter sekenanya sambil memeriksa laporan kesehatan Jingga yang di serahkan perawat
Setelah membaca sekilas,dokter itu lalu meminta Jingga untuk rebahan di ranjang yang tersedia untuk memeriksa pasien
Di sana dokter memeriksa keadaan Jingfa,dan mengambil sample darah,lalu memberikan resep obat,dan besok Jingga baru dapat melihat hasil lab mengenai perkembangan penyakitnya
Setelah di periksa dan mendapatkan resep Jingga bergegas keluar dan pulang,setelah menebus resep dari dokter
Setelah kepergian Jingga dokter itu menatap pintu yang tertutup,lalu bergumam'gadis yang malang'
Sementara perawat yang mendampingi dokter itu tersenyum miring melihat kepergia dokter
Lalu menuliskan pesan pada hp android miliknya
Entah berkirim pesan pada siapa
Ke esokan pagi nya Jingga dan ayahnya tengah bersiap menghadiri acara pernikahan Arman dan Nita
Jingga memakai gaun selutut warna putih dengan rambut hitam curly yang di gerai bebas,di sematkanya penjepit rambut kecil berbentuk mutiara dengan warna putih senada dengan bajunya,terlihat semakin mempercantik penampilan Jingga hari ini
__ADS_1
Saat ia keluar dari kamar Jingga menemukan ayahbya yang juga sudah siap dengan setelan batik warna putih,karena memang itu konsepnya,semua tamu memakai drescode warna putih
Jingga terlihat tersenyum menghampiri sang ayah,menanyakan pada ayahnya apa siap untuk pergi,sang ayah mengangguk tanda sudah siap
saat keluar dari apartemen kebetulan Lisa juga keluar dari apartemenya dengan memakai gaun dengan warna senada dengan gaun milik Jingga
Lisa yang awalnya tak ingin ikut berubah pikiran ketika Hadi wijaya ayahnya Jingga ingin Lisa menemaninya,karena ia tak ingin di acuhkan Jingga yang pasti lebih memperhatikan kekasihnya Awan
Dan mendengar hal itu membuat Jingga salah tingkah,sungguh tak ada niat untuk mengabaikan ayahnya ketika berdekatan dengan Awan kekasih hatinya
Namun tetap saja hati tak kan mungkin bisa di bagi dua bukan,meski ia merasa menganggap ayah dan kekasihnya sama tetap saja ada perlakuan yang akan membuat salah satu nya merasa terabaikan
Sebenarnya Hadi wijaya tak mempermasalahkan hal itu,ia paham jika putrinya akan lebih sering memperhatikan laki laki yang akan menjadi suaminya kelak,ia senang senang saja ketika melihat mata dan perhatian putrinya tertuju pada calon suaminya itu
ia juga bahagia melihat kebersamaan keduanya,karena itu yang di harapkanya sebagai orang tua,apalagi semakin kesini ia semakin yakin dan percaya kalau pria pilihan putrinya itu adalah pria yang baik dan bertanggung jawab,serta menyayanginya seperti orang tua kandung
Namun akhir akhir ini melihat wajah putrinya yang murung membuat Hadi wijaya ingin memberikan waktu penuh untuk mereka berdua,itulah alasanya ia melibatkan Lisa,karena Jingga merasa tenang saat ayahnya ini bersama dengan Lisa
Jujur Hadi wijaya merasa ada hal yang di sembunyikan putrinya,namun ia tak berani menanyakanya
Ia berharap Awan mampu mengembalikan keceriaan putrinya yang mendadak hilang entah karena apa
Alhasil setelah melewati perdebatan panjang,karena Lisa yang menolak ikut,karena keberadaanya yang tak ingin di ketahui publik
Mengingat penculikan yang di alaminya dulu,entahlah apa itu bisa di bilang penculikan atau apa
Di tambah lagi ia tak tahu menahu tentang siapa penculiknya dan apa tujuanya,hingga ia tak tahu harus curiga pada siapa
Namun karena ayah dari sahabatnya itu memohon padanya untuk ikut dan menjelaskan tujuanya,Lisa memutuskan untuk ikut meski berat
Semalaman ia menyakinkan dirinya bahwa tidak akan terjadi apa apa,semua akan baik baik saja,tak perlu parno,dan ia akan selalu berada di samping sahabatnya itu
__ADS_1
Ia juga akan menjauhi kerumunan orang serta tidak akan minum minuman sembarangan
Ah rasanya ia sudah takut duluan sebelum berangkat
Namun pagi ini ia berhasil meyakinkan dirinya,mengingat betapa baiknya keluarga Jingga memperlakukanya,di dekat mereka ia menemukan sosok keluarga yang tak pernah ia miliki selama ini
Seingatnya ia besar di jalanan dan kemudian terjebak dalam sebuah rumah bordir,membuatnya menjalani kehidupan malam sebagai wanita penghibur
Bertahun tahun ia menikmati hidup dalam lembah hitam itu hingga ia bertemu Reno,pria yang membelinya untuk menghangatkan ranjangnya,namun akhirnya ia justru jatuh cinta denganya
Perasaan yang selama ini tak pernah ia rasakan,meski cinta memberinya banyak luka namun ia tak ada niat untuk kembali pada masa kelamnya dulu
Kini di perutnya tengah tumbuh kehidupan kecil yang ingin ia rawat,yang ia jadikan sebagai pegangan dalam hidup,meski ayah dari calon anaknya itu tak mengharapkan kehadiranya
Melihat Jingga yang juga keluar dari apartemen bersama sang ayah,Lisa lantas menghampiri keduanya dengan senyum seceria mungkin
Jingga mengelus sekilas perut Lisa yang mulai membuncit
Jingga dan ayahnya tahu jika Lisa kini tengah berbadan dua,namun mereka tak ingin mempertayanyakan tentang siapa ayah dari bayi yang Lisa kandung,bagi mereka itu adalah privasi Lisa,mereka tak kan memaksa Lisa untuk menceritakan kusahnya,namun mereka akan selalu ada untuk mendengar cerita Lisa,andai ingin bercerita
Bagi Jingga dan ayahnya cukuplah mereka berteman dengan baik,saling membantu dan tak saling mengusik privasi masing masing
Lisa merasa beruntung Jingga dan ayahnya dapat menerima kehamilanya dan calon anaknya itu,terbukti mereka ikut membantu memenuhi nyidamnya Lisa,meski Jingga selalu sibuk dengan urusa pekerjaanya
melihat perut Lisa yang makin besar Hadi wijaya pun tersenyum bahagia,ia layaknya kakek yang menantikan kelahiran cucunya,karena ia yang sering di repotkan nyidamnya Lisa
meski mereka adalah orang asing namun seperti bertemu saudara kandung
Hadi wijaya juga menanyakan keadaan Lisa,apakah pagi ini masih mual seperti kemarin kemarin
Lisa menjawabnya dengan gelengan kepala,karena pagi ini entah mengapa suasana hatinya mendadak baik,pago tadi tidak mual,mungkin calon anaknya ini senang akan di ajak menghadiri pesta
__ADS_1