JINGGA

JINGGA
Hallo


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu,namun Jingga belum juga menemukan solusi dari masalahnya


ia sudah menghubungi sahabat,kenalan dan perusahaan perusahaan besar namun tak ada yang bersedia membantu atau menjadi investor di perusahaanya


Mengenai masalah korban di resto nya sudah selesai,namun untuk memperbaiki bangunan yang rusak dan membeli alat alat yang baru juga membutuh dana yang tidak sedikit,namun jika di tutup juga harus memberi pesangon bagi kariawan


Dan masalah lain juga datang dari butik miliknya,dimana seorang pelanggan baru yang memesan barang cukup banyak dan bahan dengan kualitas terbaik,malah menghilang dan tak ada kabar


Bak sudah jatuh tertimpa tangga pula,begitu banyak masalah yang datang silih berganti,sementara ayahnya Reno juga terus mendesak


Seminggu lagi waktu yang tuan Ferdi berikan untuk Jingga memberikan keputusanya


Namun Jingga tak menyerah begitu saja ia berusaha sekuat tenaga untuk bisa memecahkan masalah yang terjadi


Seperti malam ini Jingga pulang sangat larut,lampu rumah sudah di matikan dan tinggal beberapa lampu di sudut sudut,ia berjalan gontai menyeret langkah kakinya yang lelah menaiki tangga satu persatu menuju tangga


Sampai di kamar ia meletakkan tas miliknya di nakas samping tempat tidur lalu menuju kamar mandi guna membersihkan tubuhnya


Saat Jingga sudah masuk kekamar mandi,hp miliknya di dalam tas berdering,namun sang empunya tidak mendengar hingga deringan itu mati sendiri


*


Disini di tempat yang bising karena suara musik yang menggema,asap rokok berterbangan di bumbui wangi aroma minuman yang menyengat memenuhi ruangan dengan cahaya redup


Ruangan yang di isi mudamuda yang tengah berjoget ria,ada juga yang berciuman tanpa menghiraukan orang setempat


Di sudut ruangan Reno tengah menyesap minuman beralkoholnya di temani seorang wanita cantik dengan pakaian minimnya


Wanita itu meraba dada Reno,karena sebagian kancing kemejanya sudah terbuka,dan dasinya sudah terlepas dari tadi


saat Reno merasa sudah cukup minum ia mengajak wanita yang menemaninya menuju kamar yang biasa ia pakai bermalam dengan para wanita

__ADS_1


Setiap malam Reno berganti wanita tak mau di temani wanita yang sama,ia ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang ia dapatkan dari Lisa,wanita pertama yang memberikan ke******* baginya


Reno tak ingin mengakui bahwa ia merasa nyaman dan bahagia saat bersama Lisa,ia masih kekeh hanya Jingga yang ada di hatinya


Padahal jelas jelas saat ini Lisalah yang selalu mengganggu pikiranya


dari semenjak kejadian itu,ia tak menemukan yang lebih daripada dengan Lisa,itulah sebabnya meski ia sudah melakukanya dengan wanita di club,ia masih selalu menghajar Lisa sampai wanita itu terkapar tak berdaya


Senyum puas selalu menghiasi wajahnya saat Lisa,lemas tak berdaya karena ulahnya


setiap pagi menjelang siang ia baru berangkat kekantor,dan anehnya semenjak kejadian itu semua hal di kantor berjalan mulus dan tak ada kendala yang berarti


Semua hal yang terjadi tak luput dari pengamatan sesorang yang selalu mengawasinya


Bahkan orang itu tau dengan siapa saja Reno berkencan dengan wanita malam,jam berapa ia pulang,berangkat kekantor,dan apapun itu tak ada yang luput dari pandangannya


Semua laporan detai 24 jam kegiatan Reno sampai ketangan ayahnya


hatinya sakit dan kecewa melihat perubahan sikap putra kesayanganya itu


Ia berdiri di dekat jendela dan menyaksikan pemandangan kota yang nenurutnya kini sangat tidak indah


Ia mengpalkan tangan,ia bertekad akan membuat hidup orang yang sudah menghancurkan hidup putranya itu lebih buruk dari apa yang telah di alami putranya


Ia berdiri lama mencoba mencari ketenangan dan mendapatkan kembali kesadaranya


Agar bisa berpikir langkah apa yang harus ia ambil untuk mencapai tujuanya


Dirasa cukup tenang ia meghubungi asistenya,tak lama kemudian asistenya masuk,setelah tadi mengetuk pintu dan mendapati sahutan untuk masuk keruangan


Asistenya tercengang melihat ruangan yang tadi masih rapi,kini sudah seperti di hantam badai,semua benda sudah berpindah dari tempatnya

__ADS_1


Belum selesai dari keterkejutanya,sebuah perintah meluncur mulus dari bosnya itu


"urus semua hal yang berkaitan dengan Wihaya Group,dan atur pertemuanku dengan nona Jingga Wijaya"


"baik tuan"jawab asisten sambil membungkukan badan lalu berlalu dari ruangan,karena harus menyiapkan tempat dan menghubungi pihak Wijaya Group,serta menyiapkan berkas yang akan ia bawa nanti


Di tempat lain,dan di kota yang sama Jingga tengah duduk berhadapan dengan sang ayah,Jingga tak memberitahu ayahnya tentang masalah yang ia hadapi,takut membebani sang ayah,namun ayahnya tahu dari asisten putrinya,ia mendesak asisten putrinya untuk menceritakan semua hal yang terjadi,mengingat akhir akhir ini putrinya itu sering pulang larut malam


Dan kini Hadi wijaya datang untum mensuport putrinya itu,ia memberitahu sang putri jika ia mendukung apapun yang akan putrinya pilih termasuk jika ia harus kehilangan harta dan kedudukanya saat ini,karena yang terpenting sekarang bukan lagi senang melainkan tenang


Mendapatkan dukungan dari sang ayah Jingga merasa lega,seolah beban berat di pundak nya kini telah hilang entah kemana


Jingga memeluk sang ayah erat,dan ayahnya menepuk punggung putrinya pelan,Jingga yakin jikapun ia harus kehilangan segalanya ia ikhlas,karena ia meliki ayah yang pengertian dan juga kekasih yang sangat mencintainya


Jingga baru ingat jika dua minggu ini ia tak berkomunikasi dengan kekasihnya,Awan


Setelah melihat sang putri kembali tenang,kini Hadi wijaya pergi dari perusahaanya,ia meminta perawatnya selama ini menemaninya berkeliling kantor,karena mungkin ini kali terakhirnya ia bisa melihat kantor ini


Setelah kepergian sang ayah,Jingga mengambil hp miliknya yang ia simpan di dalam tas


Ia mencari nomor sang kekasih lalu mendial nomornya


Terdengar bunyi tut tut secara teratur,lama bunyi itu terdengar namun tak juga mendapat jawaban dari sang empunya,hingga suara itu mati


Jingga mengulangnya lagi,dan masih sama tak mendapat jawaban hingga tiga kali ia mendial nomor yang sama


Lalu ia putuskan untuk berhenti dan kembali mengerjakan proposal baru untuk mendapatkan investor


Meski kecil harapanya untuk mendapatkan investor baru,namun lebih baik tetap berusaha meski di saat saat terakhir


tigapuluh menit berlalu,terdengar suara dari hp miliknya,ia lantas meraih benda pipih itu,dan tersenyum kala melihat si pemanggil

__ADS_1


Ia lalu menggeser tombol hijau pada layar hp nya,meletakan di telinga dan berucap "hallo"


__ADS_2