JINGGA

JINGGA
luar kota


__ADS_3

Padatnya lalu lintas mulai memenuhi jalanan kota,dan matahari mulai menyengat kulit siapapun yang melintas di bawahnya,namun meski begitu nyatanya tak menyurutkan semangat para pengendara motor dan pejalan kaki


tiga hari telah berlalu,kini Jingga tengah memarkirkan mobil nya di sebuah rumah sakit besar di kota Bali,ia akan mengambil dan mengetahui hasil tes itu hari ini


Tiga hari Jingga tak mengkonsumsi obat itu membuat tubuhnya terlihat segar


Kini Jingga tengah duduk di depan dokter Alif,sementara dokter Alif membacakan hasil tes tersebut,dari hasil tes itu menyatakan bahwa Jingga baik baik saja dan tidak sedang dalam keadaan sakit


Jingga syok dan tak percaya dengan penjelasan dokter,bagaimana mungkin di sini ia di nyatakan sehat,sementara di rumah sakit lain ia di nyatakan sakit


Dokter yang memahami keadaan pasienya yang tengah kebingungan memberi solusi untuk memeriksakan lagi kondisi tubuhnya pada rumah sakit lain,sebagai perbandingan


Jingga sangat senang mendengar berita itu,namun ia buru buru memupus harapan hatinya,takut jika nanti di rumah sakit lain harapanya itu tak sesui keinginannya


Namun sayangnya dokter menyarankan pada Jingga untuk memeriksakan keadaanya di rumah sakit besar di kota lain,karena di kota itu hanya ada dua rumah sakit yang menangani kanker


Mau tak mau Jingga harus meneriksakan dirinya di kota lain


Jingga pulang kerumah dengan ekspresi wajah yang bahagia,namun ia tak bisa menceritakan kabar bahagia itu pada suami dan keluarganya,ia akan menceritakan nya nanti kala sudah ada hasil tes dari rumah sakit lain

__ADS_1


Ia tak ingin memberikan harapan palsu pada orang orang yang menyayanginya


Saat Jingga tengah termenung dan memikirkan bagaimana caranya minta ijin pada sang suami,tiba tiba sebuah tangan kokoh melingkar manis di pinggang ramoibg milik Jingga


Jingga yang kaget reflek menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang memeluknya langsung mendapat kecupan lembut di bibirnya,karena Awan yang melihat istrinya hendak menoleh sengaja menyambutnya dengan kecupan


Jingga yang mendapat serangan mendadak itu langsung memalingksn muka,karena malu


Iya ini bukan kali pertama bahkan mereka sudah melakukan yang lebih dari ini,tapi tetap saja Jingga masih merasa malu


Awan yang melihat istrinya malu malu malah meletakan dagunya di pundak sang istri,mencium harum tubuh sang istri,mencari ketenangan dari tubuh mungil istrinya


mereka akan membicarakan mengenai konsep cabang kafe baru,karena padatnya jadwal klien meminta Awan untuk menemuinya di Jakarta,karena ia tak sempat untuk terbang ke Bali


Mau tak mau Awan harus pergi malam itu juga,membuatnya lemah dan malas menjalani hari


Melihat sikap Awan yang bermanja membuat Jingga,mengelus lembut kepala Awan dari samping


"sayang ini masih siang,kenapa sudsh pulang"tanyanya lembut

__ADS_1


"kangen"jawab Awan apa adanya


Jawaban Awan itu sukses membuat hati Jingga meleleh,yah sebenarnya memang tak spesial tapi begitulah jika bersama orang yang di cintai,apapun keadaanya dan perkataanya akan mampu membuat hati berbunga bunga


"apa sih"jawab Jingga malu malu


"sayang aku harus pergi keluar kota nanti malam"jawab Awan apa adanya


Senyum malu mslu yang sedari tadi menghiasi wajah csnrik Jingga selayaknya matahari yang bersinar terang kini meredup seketika mendengar ucapan suaminya


"kemana"tanya Jingga


"Jakarta"jawab Awan sembari ndusel dusel manja di leher sang istri


Mendengar jawaban sang suami,seketika muncul ide di kepala Jingga


Ia berbalik dan membelai lembut wajah sang suami seraya berkata"ikut"dengan mimik wajah di buat menggemaskan


"serius kamu mau ikut"jawab Awan dengan semangat,karena jujur ia tak ingin jauh dari istrinya tapi tak tega mengajaknya bepergian jauh mengingat kondisi sang istri

__ADS_1


Jingga menganggukan kepala dengan semangat karena sepertinya suaminya mengijinkanya"hmm baiklah"jawab Awan yang tak kalah semangat,lalu mereka kembali berpelukan dengan mesra


__ADS_2