JINGGA

JINGGA
Cup


__ADS_3

Lagi lagi,ucapan Awan membuat Jingga terharu,ia lantas memeluk Awan erat,membenamkan wajahnya di dada bidang sang kekasih


Awan pun membalas pelukan sang kekasih,mengalirkan rasa tenang pada wanita yang di cintainya itu


Perasaan Jingga semakin tak karuan,ia semakin terisak dalam pelukan sang kekasih


'kenapa aku harus mengalami sakit ini',ungkapnya dalam hati


Awan yang merasakan tangis sang kekasih yang semakin terisak di dalam pelukanya pun mengeratkan pelukanya,ia mendaratkan kecupan di puncak kepala Jingga


Meski tak mengerti apa yang membuat Jingga sesedih ini,namun ia akan terus mendampingi dan menguatkan kekasihnya ini


Setelah di rasa tenang Jingga melerai pelukanya,lalu meminta izin pada Awan untyk kekamar mandi


"emmm maaf kak,aku membuat baju kakak kotor"ucap Jingga dengan wajah sembab dan hidung yang merah karena menangis


"tak apa,aku bisa menggantinya"ucap Awan sendu,sambil kedua tanganya menangkup wajah Jingga


"aku ke kamar mandi dulu ya,ingin membasuh muka aku"ucap nya


"iya,tapi jangan menangis lagi"


"huum"ucapnya sambil tersenyum,lalu beranjak ke kamar mandi,sementara Awan beranjak ke kamar mengganti bajunya,yang tadi terkena tetesan air mata,dan juga ingus milik Jingga


Ia tak jijik,namun mereka mau ke boutiq untuk fiting baju pernikahan,tak mungkin kan datang dengan pakaian kotor


Awan keluar dari kamar dan mengganti kaosnya dengan kemeja panjang warna coklat


Jingga yang melihatnya pun sontak menatap kagum,pada kekasihnya itu,entahlah akhir akhir ini ia merasa jika kekasihnya itu semakin hari semakin tampan saja


Lalu Awan menghampiri jingga,dan mereka melangkah bersama sambil bergandengan tangan menuju mobil


Awan membukakan pintu mobil untuk Jingga,lalu berjalan mengitari mobil dan duduk di kursi kemudi,setelah Jingga masuk dan duduk dengan manis,tak lupa Awan juga memasangkan sabuk pengaman untuk Jingga


Awan melajukan mobilnya menuju boutiq tempat ia memesan baju pengantin untuknya dan juga Jingga

__ADS_1


di perjalanan Awan mumtar lagu berjudul melukis senja,lagu yang di rasa mewakili perasaan nya untuk sang kekasih,ia ingin kekasihnya itu mengerti bahwa ia akan selalu ada untuknya


Perjalan mereka membutuhkan waktu 30 menit,saat mobil yang mereka naiki berhenti di depan boutiq mewah Jingga tak terkejut,karena ia sudah tahu dari Lintang,calon adik iparnya Jika kini kakaknya telah menyiapkan pesta pernikahan mewah untuk mereka


mereka lalu turun dan berjalan masuk butik,meski rasanya Jingga berat untuk melangkah


Ia memang tahu rencana pernikahan itu dari Lintang namun,ia tak menyangka secepat ini


Jingga berhenti melangkah saat melihat deretan gaun pengantin yang terpajang di etalase


Hatinya ingin bahagia namun rasa sedih lebih dulu meryergap


Ia berhenti di depan gaun yang terpasang pada sebuah manekin


Ia menyentuh gaun itu lembut,tes lagi dan lagi air mata itu mengalir di pipi mulusnya


'apa aku pantas memakai gaun ini untuk pria yang aku cintai,sedangkan setelahnya aku tak kan bisa menjalankan kewajibanku'ucapnya dalam hati


Lamunan Jingga tersadar saat tangan kokoh menyentuh tangan yang memegang gaun itu


Jingga menoleh,ada Awan yang menatapnya sendu,melihat air mata mengalur di pipi kekasihnya,Awan lantas menangkup wajah kekasihnya,menghapusnya dengan jari nya


"kenapa"tanya nya pada kekasihnya


"tidak,aku hanya teringat dengan ibu,dulu beliau ingin mempersiapkan pernikahznku,tapi kini ia sudah tak ada"ucapnya mengelak


"lalu sekarang bagsimana,kita teruskan atau kita tunda"ucap Awan tak ingin semakin membuat kekasihnya sedih


"kita pulang saja ya kak,kita kembali lagi besok,kepalaku sedikit pusing"ucapnya


"baiklah"ucap Awan lalu mereka berjalan keluar,Awan melihat pelayan boutiq yang menganggukan kepala,tanda mengerti dan memahami perasaan customernya ini,karena sejak tadi ia juga melihat dan mendengar interaksi keduanya


Hari itu mereka tak jadi memilih gaun untuk pernikahan mereka,Jingga pulang di antarkan Awan sampai ke apartemen


Namun Awan tak ikut masuk,ia hanya mengantar kekasihnya itu sampai di loby apartemen karena mendadak ia mendapat panggilan telfon dari kafe

__ADS_1


"sayang,aku minta maaf nggak bisa nganterin sampai unit kamu,ada masalah di kafe"ucapnya dengan raut cemas


"tak apa,lagian aku tinggal naik lift dan sampai ke unit aku,kamu datanglah kekafe,selesaikan masalahnya"ucap Jingga


"iya kamu hati hati,jangan sedih lagi"ucap Awan


Jingga mengangguk mendengar nasehat Awan"i love you"ucap Awan sebelum pergi lalu mengecup tangan Jingga mesra


Namun hal yang tak di duga,Jingga mendekat ke arahnya lalu berjinjit cup,sebuak kecupan singkat mendarat di pipi mulus Awan yang bersih tanpa bulu,karena Awan selalu mencukurnya bersih


Awan membesarkan bola mata nya,tak menyangka kekasihnya ini melakukan itu padanya,lalu ia panik melihat ke sekitar,memang sore itu keadaan loby sepi,ada beberapa orang namun sepertinya tak melihat aksi Jingga


Mereka terlihat sibuk dengan urusan masing masing,atau entahlah mungkin mereka juga tak ingin perduli dan berpura pura tak tahu


Jingga tersenyum melihat wajah kekasihnya yang panik seperti maling roti yang ketahuan,ia ingin tertawa namun menahanya


Setelah Awan tenang dengan sendirinya,ia menatap Jingga intens,sedangkan Jingga hanya cengar cengir memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi,sebenarnya ia malu sekali karena reaksi Awan,tapi sudahlah sudah terjadi pula


"i love you too"lalu berlari kecil masuk kedalam lift yang terbuka,dan penghuni di dalamnya keluar


Setelah Jingga hilang di telan pintu besi,Awan berbalik dan melangkah keluar menuju mobil


Di dalam mobil ia menghembuskan nafas lega,sepertinya keluar dari situasi yang melelahkan


namun sejurus kemudian ia tersenyum simpul,gemas dengan sikap kekasihnya,yang labil,bentar bentar nangis,lalu kini bertingkah menggemaskan


Ia juga memegangi pipi kanan yang tadi di kecup Jingga,dan tersenyum lagi mengingat kejadian tadi


Sebenarnya ini bukan ciuman yang pertama,tapi entahlah rasanya begitu membahagiakan


Awan lantas melajukan kendaraanya menuju kafe,meninggalkan apartemen Jingga


Sementara Jingga yang sudah sampai di lantai atas,tak keluar dari lift dan justru menekan tombol lagi turun


Sampai di bawah,ia clingak clinguk mencari apakah Awan masih ada di sana atau sudah pergi

__ADS_1


Setelah memastikan kekasihnya itu tak ada,ia lantas berjalan keluar dan mencegat taksi yang lewat untuk mengantarkan nya ke rumah sakit sesuai janji temu dengan dokternya


Meski ia sudah telat dari perjanjian,namun ia berharap masih dapat bertemu dokter


__ADS_2