
Di dalam ruangan sudah di penuhi tamu yang mayoritas rekan bisnis Arman
Di sana hadir pula Reno beserta ayah ibu nya,meski dengan wajah malas dan tak bersemangat Reno menyetujui keinginan ayahnya untuk ikut menghadiri acara pernikahan Arman
mereka duduk di salah satu meja bundar,masih ada 3 kursi lagi yang kosong di meja itu
Tak lama mereka duduk seorang pelayan menawarkan minum pada mereka,dan mereka mengangguk pada pelayan hingga pelayan menaruh minuman yang di bawanya di baki
Setelah pelayan pergi datang seorang teman yang menyapa ayahnya,tuan Ahmad namanya,ayahnya berdiri dan menyalaminya di ikuti ibu dan Reno meski malas namun ia harus bersikap sopan pada rekan bisnis mereka
Pak Ahmad tak datang sendiri,ia bersama seorang wanita
Ayahnya memperkenalkan Reno pada putri rekan bisnisnya itu,yang bernama Amanda
Amanda dengan malu malu mengulurkan tanganya pada Reno,meski membalas uluran tangan Amanda namun Reno seolah tak terlalu menanggapi,hingga ayahnya menyenggol lenganya
Lalu setelahbya mereka kembali duduk,dan berbincang ringan sambil menunggu acara di mulai
Berbeda dengan Amanda yang mencuri curi pandang pada Reno,Reno justru malah terlihat risih mengetahui Amanda memperhatikanya diam diam
Sebenarnya Amanda adalah sosok yang cantik,sopan dan lemah lembut,terlihat dari caranya berbicara dan bersikap
Harusnya dari wajahnya saja sudah mampu menarik perhatian kaum adam,namun nyatanya hal itu tak berlaku bagi Reno
Katena bosan Reno mengedarkan pandangan,mencari obyek yang mungkin mampu membawanya pergi dari tempat membosankan ini
seketika matanya melotot hendak keluar,ketika melihat obyek yang selama ini ia cari
Di sudut sebelah sana,Reno melihat wanita yang begitu ia rindukan tengah tertawa lepas pada seorang pria paruhbaya
Reno penasaran pada pria yang kini bersama dengan Lisa,namun keterjutanya berlanjut kala mengetahui pria yang kini bersama Lisa
Rasanya tak mungkin jika Hadi wijaya bisa bersama dengan Lisa
Sementara pak Ferdi yang melihat anaknya terfokus pada satu titik,seketika mengikuti arah pandang anak kesayanganya
__ADS_1
Namun penglihatan Reno dan ayahnya berbeda,jika Reno menangkap bayangan Lisa,ayahnya menangkap bayangan Jingga yang duduk dengan kekasihnya
Pak Ferdi mengira putranya itu masih mengharapkan Jingga,pak Ferdi mengulas senyum dalam hati ia senang karena sebentar lagi rencana nya akan berhasil
Reno terus saja mengawasi gerak gerik Lisa,bahkan ia sama sekali tak mengikuti prosesi acara pernikahan Arman
Tak sedetikpun pandangan matanya lepas dari Lisa
Entahlah apa yang kini ia rasakan,ada rasa benci marah namun juga rindu
Ingin rasanya ia menemui wanita itu membawanya pada pelukan hangatnya
Reno segera berpamitan pada kedua orang tuanya dengan alasan ingin ke kamar mandi
Sementara Amanda merasa kecewa melihat kepergian Reno
Di seberang sana Lisa mendadak perutnya terasa kram,karena melihat Lisa yang meringis kesakitan ,Hadi wijaya lantas mengajak Lisa untuk pulang
Meski Lisa menolaknya karena acara nya belum selesai,namun karena Hadi wijaya menggunakan alasan demi keselamatan bayi yang ia kandung,akhirnya Lisa menyetujui keinginan Hadi wijaya untuk pergi dari acara itu meski acaranya belum selesai
Tentu ia tak ingin ada insiden di acara sakral yang akan membuatnya bersatu dalam ikatan suci pernikahan antara dirinya dan Nita
Lisa dan Hadi wijaya pergi ke apartemen di antar oleh sopir yang tadi pagi menjemput mereka
Sampai di apartemen Hadi wijaya mengantarkan Lisa masuk ke apartemenya,tanpa mereka sadari langkah mereka di ikuti oleh Reno sedari tadi
lalu hendak memanggil dokter,namun di cegah Lisa karena kini ia merasa sudah lebih baik
melihat Lisa yang sudah tidak pucat lagi,Hadi wijaya memutuskan untuk kembali ke unitnya,dengan syarat Lisa harus segera menghubunginya jika terjadi apa apa pada dirinya
Lisa menganggukan kepala tanda setuju,lalu setelahnya Hadi wijaya keluar dari sana
melihat ayah dari teman baiknya itu masuk ke unitnya Lisa menutup pintu apartemenya,dan menguncinya
Saat hendak berbalik dan baru dua langkah terdengar bel apartemenya berbunyi
__ADS_1
Ia lalu berbalik dan membuka pintu,ia pikir itu adalah Hadi wijaya,namun matanya seakan ingin keluar melihat wsjah tampan yangcselalu rindukan dengan tampilan yang rapi,tersenyum kepadanya
Belum selesai dari rasa terkejutnya,Reno sudah menerobos masuk dan menutup pintu apartemenya lalu menguncinya
Lisa masih saja diam dan tak menyangka kini Reno ada di hadapanya
Reno menyeret Lisa menuju kamar miliknya,melempar Lisa pelan hingga Lisa terduduk di ranjangnya yang empuk,lalu Reno segara mendorongnya pelan hingga Lisa terbaring,Reno langsung mengungkung Lisa yang kini terbaring di bawahnya
"Ren,kamu mau apa"ucap Lisa gugup,ia takut Reno akan menyakiti anak dalam kandunganya
"kenapa,apa kau tak merindukanku"tanya Reno
"apa pria tua itu lebih bisa memuaskanmu dari pada aku"imbuhnya lagi dengan sinis,karena emosi menguasai dirinya,yang mengira Lisa ada main dengan Hadi wijaya,yang sebenarnya Reno tak percaya Lisa ada main denganya,pria yang di kenal begitu mencintai istrinya itu
"Ren,ksmu salah paham,ngg___"ucapan Lisa berusaha menjelaskan namun ucapanya kalah cepat dengan bibir Reno yang melu****** dengan ganas
Tak ingin membuat Reno semskin emosi,Lisa membalas pangutan bibir Reno lembut
Mendapati balasan dari Lisa membuat Reno menghentikan cijmanya
Ia memandang Lisa dengan remeh"jangan _ _ _" ucapan Reno yang ingin meremehkan Lisa harus terpotong kala Lisa menyerang balik bibirnya dengan penuh kerinduan
Mendapati ciuman lembut yang memabukan membuat Reno memejamkan mata,mencoba berdamai dengan hatinya,karena pikiranya ingin marah,namun tubuhnya menginginkan sentuhan itu
Sementara Lisa yang sangat merindukan Reno,tak dapat mengontrol dirinya
Ia senang ketika Reno tak marah dan justru meladeninya
Ciuman yang awalnya lembut itu kini berubah menjadi ciuman panas,yang memancing gairah untuk melakukan yang lebih dari ini
Dan entah ulah siapa tapi yang jelas kini mereka telah sama sama polos,dan tak menunggu waktu lama akhirnya mereka kembali bersatu
Melepaskan rindu yang seakan mengendap di dasar hati yang terdalam
Reno yang menyadari keadaan Lisa yang hamil muda pun melakukanya dengan pelan,ia juga tak ingin terjadi hal buruk pada bayi dalam kandungan Lisa
__ADS_1
1 jam berlalu,kini mereka tengan bersandar di kepal ranjang denga Lisa memeluk pinggang Reno yang masih polos dan meletakan kepalanya di dada bidang Reno,hanya selimut tebal yang menutup tubuh polos keduanya setelah pergumulan panas mereka