
Semenjak mengetahui keadaan nya yang tak baik baik saja,Jingga sering melamun dan tak fokus pada hal yang ia lakukan
Contohnya pagi ini, ia memasukan dua sendok kedalam kopi milik ayahnya
Ayahnya merasa heran ketika minum kopi yang teramat manis itu,padahal semenjak kehidupan mereka berubah 360 ° Jingga sudah belajar membuat kopi untuk ayahnya,dan kopi buatan Jingga menurut ayahnya adalah kopi terenak yang ia minum
Tapi pagi ini kopi yang di minumnya tak senikmat kopi yang biasa ia minum setiap pagi
Saat hendak menegur putrinya,Hadi wijaya menutup kembali mulutnya,karena melihat putrinya kini melamun
Hadi wijaya tak ingin menegur,ia ingin anaknya menceritakan sendiri tentang masalahnya,namun ia begitu khawatir dan cemas
Saat Jingga sudah keluar dari apartemen,Hadi wijaya segera menghubungi Awan,meminta kekasih putrinya itu untuk mengawasi Jingga sampai di tempat kerja
Awan pun menyetujui permintaan calon mertuanya itu,ia lantas mengemudikan kendaraan roda empatnya menuju tempat kerja Jingga
Setelah memastikan Jingga sampai di kantor dengan selamat,ia bergegas menuju ke apartemen milik Jingga,ia ingin menemui calon mertuanya itu untuk membicarakan keanehan Jingga selama ini
Kini Awan dan calon mertuanya itu duduk di kefe yang terletak di seberang jalan,dengan dua cangkir kopi tersaji di meja
"om,apa yàng sebenarnya terjàdi"tanya Awan,karena ia penasaran sejak tadi saat calon mertuanya itu menghubunginya dan begitu mencemaskan putrinya
"om,juga tidak tahu tapi om rasa,ada sesuatu yang terjadi,om pikir kalian bertengkar"tanya Hadi wijaya pada calon menantunya
"enggak om,kami baik baik saja"
Hening tercipta diantata mereka
Di tempat lain Jingga tengah di sibukan dengan rentetan pekerjaan yang harus ia selesaikan hingga tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat
Pukul 4 sore,Jingga meninggalkan kantor dan menuju ke pusat perbelanjaan,ia akan belanja kebutuhan bulanan,karena kemarin bibi yang bekerja paruh waktu sudah mencatat barang apa saja yang habis sesuai permintaan Jingga
Saat mendorong troli belanja lagi lagi Jingga tak fokus pada pekerjaanya,ia menabrak sesorang yang juga sedang berbelanja
mendengar seseorang mengeluh Jingga tersadar dari lamunanya,ia lantas berjalan cepat dan mendekati orang yang di tabraknya dengan troli
__ADS_1
"maaf mbak,saya tidak sengaja"ucapnya sambil membantu memunguti barang yang terjatuh karena ulahmnya
"iya tidak apa"ucap orang itu lalu menghentikan gerakan tanganya yang memunguti barang belanjanya yang jatuh,lalu menoleh si penabrak karena mendengar suara yang baginya familiar
"loh kak Jingga"ucapnya kemudian setelah melihat wajah si penabrak yang tak lain calon kakak iparnya
"Lintang,kamu sedang belanja,maaf ya aku nggak sengaja"ucapnya karena baru sadar juga jika ia menabrak calon adik iparnya
"iya kak,kakak belanja juga,sama siapa"tanya nya panjang lebar,sambil berdiri untuk meneruskan lagi belanjaanya,Lintang senang bertemu calon kakak iparnya di sini,ia jadi punya temen
"sendiri,kamu sama siapa "
"sama dong kak,aku juga sendiri"
"tapi sekarang tidak lagi,kita kan bisa belanja bareng"ucap Jingga semangat
"benar juga"ucap Lintang penuh semangat
Mereka lalu berbelanja bersama,sesuai kebutuhan masing masing
Mereka menaruh barang belanjanya di mobil milik Lintang,yang kebetulan membawa mobil kakaknya,Awan
Setelah meletakan barang belanja,terdengar bunyi kruyuk kruyuk dari perut Lintang,mendadak suasana menjadi cangung,Lintang malu ketahuan sedang laper,namun akhirnya tawa keduany kembali pecah
"kamu laper"tanya Jingga setelah selesai tertawa
"hehe iya kak"jawab Lintang malu
"mumpung masih disini,kita cari makan dulu gimana"usul Jingga
"ide bagus itu kak,ayok"ucap Lintang semangat
Mereka lalu berjalan kembali memasuki pusat perbelanjaan itu
Mereka menemukan tempat makan berlogo orang tua
__ADS_1
Mereka lantas memesan makanan kemudian memilih meja di pinggir jendela
Mereka makan dalam hening,dan saat sudah menyelesaikan makanya,mereka tak langsung pulang
Mereka menikmati pemandangan kota dari atas,karena memang tempat makan yang mereka kunjungi ada di lantai dua
Melihat gemerlapnya kota Bali di malam hari tak kalah indah dengan keindahan wisata di tempat itu
Mereka mengobrol banyak hal,tentang Awan,hingga Lintang keceplosan menceritakan tentang rencana pesta pernikahan megah yang di urus langsung oleh Awan
"apa",Jingga terkejut mendapati cerita Lintang,pasalnya Awan tak pernah menceritakan tentang pernikahan padanya,ia berpikir mungkinkah Awan menghianatinya
Lintang jadi tak enak hati,karena merasa ceroboh,ia lalu minta maaf dan juga meminta calon kakak ipar untuk tenang
Lintang juga menceritakan jika pesta pernikahan yang sedang di urus Awan pastilah pesta pernikahan Awan dengan Jingga,
Tak mungkin pesta untuk wanita lain,karena dulu saat hubungan mereka ternyata bermasalah,Awan berubah 180° yang tadinya ramah dan ceria menjadi dingin dan pendiam
Lintang juga menceritakan bagaimana kakaknya itu melalui hari hari patah hatinya,bahkan Lintang dsn ibunya sempat melihat Awan menangis di dekat jendela saat malam hari
Namun saat itu,baik Lintang maupun ibunya tak bisa berbuat apa apa,mereka hanya bisa mendoakan dan menghibur pria yang mereka kasihi itu sepenuh hati
saat hubunganya dengan Jingga menemui titik terang,maka senyum dan tawa sang kakak kembali lagi seperti dulu
Sungguh Lintang ikut bahagia karena sang kakak dapat menemukan cahanya kembali
Ia berharap hubungan kakak dan calon kakak iparnya itu berjalan mulus sampai hari H nanti
Lintang lantas menggenggam tangan calon kakak iparnya itu"kak Jingga,berjanjilah tidak akan meninggalkan kak Awan,apapun yang terjadi"
Jingga terharu,kala melihat tatapan tulus penuh permohonan dari calon adik ipar ia menganggukan kepala,tanda setuju dengan permohonan Lintang
Mereka lantas berpelukan,tes butiran kristal mengalir di pipi mulus Jingga
Dalam hati bahagia ia di cintai semua kluarga pria yang di cintainya,namun terselip rasa sedih ketika ia akan memupus harapan mereka nanti
__ADS_1
'apa yang harus aku lakukan'ucapnya dalam hati