
ting bunyi lift sampai di lantai tujuan,tak lama dari itu pintu besi itu terbuka
Jingga dan ayahnya serta Lisa berjalan beriringan keluar dari kotak besi yang membawanya turun menuju lantai dasar apartemen
Di sana ia melihat Awan yang dengan setelan jas warna putih berjalan menghampiri keduanya dengan senyum manis membingkai wajah tampanya
Awan memang menjemput kekasihnya beserta calon mertuanya untuk menghadiri acara pernikahan Arman
Sementara ibu dan adiknya di antarkan oleh sopir suruhan Arman,karena Nita yang sudah tak memiliki orang tua lagi,meminta ibunya Awan yang sudah ia anggap ibunya, untuk mendampinginya di acara tersebut
Arman tentu menyetujui keingin calon istrinya itu,dan bersyukur ibunya Awan pun tak menolak permintaan kariawanya tersebut
Alhasil pagi pagi sekali mereka sudah di jemput sopir
Awan yerus melangkah mendekati Jingga beserta ayah dan temanya,sampai di depan mereka Awan mengulurkan tanganya di depan Jingga
Akhir akhir ini memang Awan tak lagi canggung memperlihatkan perhatianya di depan orang,mungkin karena ia sedikit kecewa rencana pernikahan Jingga harus di undur seminggu lagi karena Arman ngotot ingin menikah lebih dulu dengan Nita
Mengingat kejadian tempo lalu di ruangan Awan,Awan terpaksa menyetujui keinginan rekan bisnis serta sahabatnya itu,tak ingin ikut berdosa andai mereka kebablasan melakukan hal itu
Melihat sikap Awan yang begitu manis pada Jingga membuat Lisa jadi salah tingkah sendiri,ia terharu sekaligus iri pada Jingga
Hadi wijaya yang tak ingin mengganggu momen keduanya,mencolek lengan Lisa lalu memberikan kode padanya untuk berlalu dari sana tanpa suara
Kini mereka masuk menuju mobil yang terparkir di belakang mobil milik Awan,mereka tidak akan satu mobil,tak ingin menjadi pengganggu di antara sepasang kekasih
Itu srmua rencananya dengan calon menantunya,yang belakangan ini makin kompak
Lisa mengerutkan dahi melihat mobil yang ia naiki,lalu ia melihat kearah tuan Hadi,melihat ayahnya Jingga menganggukan kepala ia lalu masuk ke mobil tanpa banyak kata
Sedangkan Jingga,jangan di tanya bagaimana perasaanya mendapat perlakuan manis dari Awan,jantungnya berdetak lebih kencang dari pada biasanya
Baginya wajah Awan terlihat semakin mempesona ketika pria itu menunjukan cintanya di depan umum
dengan wajah malu malu ia mengulurkan tangan menyambut tangan Awan yang sedari tadi menggantung menunggu nya
__ADS_1
Tanpa banyak kata,Awan menggenggam tangan lembut Jingga lantas berjalan bersisihan dengan tangan yang saling bertaut
Awan membukakan pintu mobil untuk Jingga,lantas memakaikan sabuk pengaman padanya saat ia sudsh duduk manis di kursi penumpang
Lalu Awan menutup pintu pelan,dan berjalan mengitari mobil,untuk mencapai pintu mobil samping kemudi
5 menit lagi perjalanan mereka menuju gedung pernikahan akan sampai,namun Jingga sama sekali tak menyadari jika mereka hanya berdua di mobil itu tadi
Flashback
Seorang pria tengah tersenyum menunjukan gigi gigi putihnya yang berbaris rapi,membaca pesan dari seseorang
Namun tak lama dari itu,senyum itu memudar kala membuka pesan masuk yang mengatakan bahwa anak buahnya tak dapat menemukan wanita buruanya
Pria itu menggebrak meja dengan kuat,hingga benda di atas meja itu berpindah tempat
Sorot matanua menunjukan amarah yang begitu besar
Ia lantas mendial nomor dari si pengirim pesan
"dasar tidak becus,menemukan seorang wanita saja tidak bisa"ucapnya penuh emosi
"dua hari lagi,aku ingin wanita itu ada di dalam apartemenku,aku tidak perduli bagaimana caranya"imbuhnya lagi lalu menutup panggilan telfon itu
Pria yang sudah berumur itu menarik nafasnya dalam lalu mengeluarkanya lagi,ia ingin menenangkan hati yang di penuhi emosi
Karena anak buahnya yang hingga kini belum menemukan wanita yang kini tengah mengandung calon cucunya
Ia takut terjadi apa apa dengan calon cucunya,tapi ia tak perduli pada wanita yang mengandungnya
Aneh bukan,mana bisa anak di pisahkan dari ibunya
Flashback off
Jingga kembali turun dari mobil saat Awan tengah membukakan pintu mobil untuknya
__ADS_1
Ia baru tersadar jika ayahnya semenjak tadi berbeda mobil dari mereka,saat mobil mereka mulai memasuki area parkir
Jingga mengedarkan pandanganya mencari sosok ayahnya,saat sudah turun dari mobil
Ia menghentikan pencarianya kala mendengar bisikan dari Awan"lihatlah di sudut sana,papa tengah berjalan masuk bersama Lisa"ucap Awan sambil menunjukan arah tempat di mana ayahnya dan Lisa sedang berjalan masuk sambil sesekali tertawa
Jingga tersenyum melihat ayahnya berjalan masuk,ia lantas menoleh kearah Awan,tak di sangka wajahnya dan Awan begitu dekat,sangat dekat hingga ia mampu menghirup nafas hangat Awan yang hangat bercampur wangi mint yang menyegarkan
Serta mata hitam Awan yang segelap malam seakan membuatnya tenggelam di dalamnya
Sementara Awan tak mampu lagi menahan keinginan hatinua yang ingin merengkih dan melu***habis bibir merah muda yang menggodanya sedari tadi
Mati matian ia menahan keinginanya,saat hanya berdua di dalam mobil tadi,dan kini apakah itu kesempatan untuknya
namun suasana intim itu harus terhenti kala,mendengar ocehan orang yang lewat hendak menghadiri acara pernikahan Arman
"anak muda jaman sekarang,tak tahu tempat bersikap mesra"ucap si perempuan tua
"tak apa biarkan saja,jangan mencampuri urusan mereka"sahut pria tua di sebelahnya,lalu meneruskan langkah mereka
Jingga dan Awan lantas berpaling mendengar ucapan tamu lain yang hendak lewat,rasanya Jingga ingin tenggelam di dasar bumi yang terdalam tadi,begitupun Awan yang tak mampu mencegah keinginanya tadi
Karena malu Jingga berjalan duluan hendak meninggalkan kekasihnya,namun Awan yang menyadari pergerakan Jingga,segera menyusul langkah sang kekasih
Ia berjalan di belakang Jingga dengan pelan,dan menangkap tubuh langsing sang kekasih,karena tanpa sengaja Jingga hendak jatuh kala langkah kakinya bertubrukan dengan kaki yang satunya,mungkin karena tak fokus hingga ia mengalami insiden itu
Untung saja Awan sigap menangkap tubuhnya hingga ia tak perlu bersentuhan dengan jalanan yang keras
Lagi lagi posisi mereka membuat orang yang melihat salah paham
Beruntung Awan tak terpengaruh oleh wajah cantik yang memabukan Jingga,hingga ia lalu membenarkan Jingga berdiri,lalu setelah Jingga kembali berdiri tegak,Awan membetulkan rambut Jingga yang sedikit berantakan,meski tak mengurangi kadar kecantikanya
Tak ingin tenggelam dalam sentuhan,Awan menggengfam tangan Jingga memasuki ruangan megah nan mewah,tempat di laksanakan nya pesta pernikahan
Saat mereka masuk terlihat sudah banyak tamu yang berdatangan,karena memang meski singkat namun memang Arman,tetap mengupayakan pesta semewah mungkin untuk pernikahan keduanya ini,karena ingin memberikan kenangan terindah untuk masa tua mereka
__ADS_1