
Pagi pagi sekali Reno datang ke apartemen Lisa,ia langsung masuk tanpa
mengetuk terlebih dahulu,karena ia sudah tahu nomor pinnya
Ia masuk lalu menyiapkan sarapan yang di bawanya untuk Lisa
Setelah semuanya beres ia lantas membuka pintu kamar untuk membangunkan Lisa
Semenjak saat itu hubungan Reno dan Lisa semakin harmonis Reno akan selalu memperhatikan Lisa mulai dari hal hal kecil
Namun di kamar itu terlihat sepi,Reno lantas mengetuk pintu kamar mandi,namun Lisa juga tidsk ada di dalamnya yerlihat pintu yang terbuka sendiri saat Reno mengetuknya,lalu Reno membuka pintu itu lebar lebar dan benar saja di sana Lisa juga tidak ada
"kemana Lisa sepagi ini"gumamnya sendiri
Reno lantas kembali ke ruang makan dan mencoba menghubungi hp milik Lisa,namun dari sana ia mendengar hp milik Lisa berbunyi
Reno lantas menoleh,mendengar bunyi dari hp milik Lisa,ia menoleh mencari ke semua arah,dan kini matanya tertuju pada hp yang terlihat menyala di bawah meja dekan sofa ruang tamu
Tak ingin berprasangka buruk,meski hatinya di landa cemas berlebih,Reno berusaha tenang dan menunggu Lisa kembali
Flashback
Setelah kepergian Reno dari apartemenya Lisa kembali membuka pintu setelah mendengar bunyi bel masuk,ia fikir mungkin saja itu Jingga atau om Hadi ayahnya Jingga namun dugaanya salah,yang datang adalah orang orang yang dulu menculiknya
Lisa segera menutup pintu dengan sekuat tenaga namun si penculik itu lebih kuat darinya hingga Lisa kalah dan terdorong masuk
Hp nya jatuh dan ia di bekap si penculik menggunakan saputangan yang sudsh di beri obat bius
Si penculik yang tak lain orang suruhan Ferdi ayahnya Reno sudah merencanakan dengan baik
__ADS_1
Mereka tak membawa Lisa keluar dari tempat itu,tapi mereka membawa Lisa ke unit di sebelah Lisa,namun karena tak ingin Lisa menyadari jika ia hanya di sekap di unit sebelahnya,terpaksa mereka membiusnya
Flashback off
Jingga tersadar di ruangan yang serba putih,Jingga berusaha bangun dan memperhatikan sekeliling,sorot matanya menangkap satu sosok yang ia kenal
Di sofa dalam ruangan itu,Ferdi ayahnya Reno duduk dengan menyilangkan kaki dengan kepala bertumpu pada tangan satunya,tersenyum smirk kearah Jingga
Ia lantas berdiri dan duduk di kursi yang ada di sebelah Jingga
Ia menyerahkan map yang berisi kontrak yang harus di setujui Jingga,jika ia ingin Awan kekasihnya selamat
Penyelidik memang bekerja cepat,kurang dari dua jam penyidik sudah mampu menemukan siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian pelangganya
Karena hasil lab menunjukan bahwa kue yang di makan pelanggan tadi mengandu g racun yang mematikan,dan rencana itu sudah di atur sedemikian rupa agar targetnya tidak salah
Jingga syok membaca syarat kontrak yang harus ia setujui
Jingga menutup map itu dan akan menolaknya,namun belum sempat protes tuan Ferdi sudah memberikan informasi lain,bahwa nasib Arman dsn istrinya juga ada di tanganya,karena jika Jingga menolak ia juga akan menghancurkan Arman
memang Jingga sendiri tak terlalu dekat dengan Arman,tapi ia tahu pasti jika kekasihnya bisa berhasil seperti ini itu semua karena bantuan dari Arman
"pikirkanlah Jingga,kau tanda tangani itu dan semua masalah akan teratasi"ucap tuan Ferdi
"maaf om saya tidak bisa melakukan itu"ucap Jingga tegas,karena ia tak ingin membuat Awan hidup namun jiwanya mati seperti dulu,ia tak kan mengulangi kesalahan yang sama,yaitu meninggalkan Awan sang kekasih
"ternyata kamu tak sebaik yang saya kira"ucap Ferdi mulai memprovokasi
Jingga menoleh sekilas apa maksud dari ucapan mantan teman ayahnya ini
__ADS_1
"kau ingin menghancurkan hidup orang bsnyak,dan setelahnya kau pun akan pergi dari kehidupan ini"ucapnya lagi
deg,dada Jingga seolah hancur oleh ucapan tuan Ferdi yang langsung menusuk ke ulu hati terdalamnya,di iringi tetesan air mata yang mewakili betapa sakitnya hatinya kala mengingat kondisinya
Dalam pikiran yang kacau Jingga membuka map yang di pegangnya lalu mrmbubuhkan tanda tangan di kertas itu
isi perjanjian
Bahwa Jingga siap menyetujui segala permintaan tuan Ferdi tanpa terkecuali,sebagai gantinya tuan Ferdi akan membebaskan Awan
Setelah membubuhkan tanda tangan,Jingga menutup map lalu menyerahkan pada tuan Ferdi,namun ketika tuan Ferdi hendak meraih map itu ,Jingga menariknya kembali
"sementara berkas perjanjian ini saya yang pegang,dan akan saya berikan setelah anda memenuhi kewajiban anda"ucap Jingga tegas
Kini baginya hidupnya sudah berakhir,tak ada lagi harapan dan tujuan dalam hidupnya lagi
Tuan Ferdi lantas mengambil gawai yang ia simpan dalam saku jasnya,menghubungi sesorang dan hanya mengucapkan satu perintah pada anak buahnya"selesaikan semua"ucapnya penuh wibawa
Lalu ia menoleh pada Jingga dan berkata "sudah"
"saya akan memlaksanakan perjanjian itu jika semua masalah benar benar sudah selesai"ucap Jingga,lantas menarik paksa selang infus di tanganya,dan berjslan keluar sambil membawa berkas itu,dan meninggalkan tuan Ferdi
Di sebuah bangku taman Jingga menangis sejadi jadinya,meluapkan sedih dan sesak di hati
Ia akan menangis kali ini,setelahnya ia tak kan menangis lagi,baginya semua sudah berakhir,dan ia sudah siap meninggalkan dunia ini
Ia membuang obat yang ada di dalam tas nya,tak ingin lagi sembuh,atau bertahan lebih lama lagi
Ia merasa menjadi penyebab penderitaan orang orang terdekatnya
__ADS_1