
Matahari mulai menampakan diri,menyusup di sela sela cahaya korden,menyilaukan mata yang kini masih terlelap di alam mimpi
aroma kopi yang harum menusuk indera penciuman Awan
Awan terbangun dari alam mimpinya,hal pertama yang ia lihat adalah wajah istrinya,yang tersenyum hangat menyambutnya
Jingga memang bangun lebih awal,saat tadi pagi pagi sekali kepalanya kembali terasa pusing dan darah kembali keluar dari hidungnya
Ia bangun dan melepaskan diri dari pelukan hangat suaminya,ia berjalan tertatih tatih ke kamar mandi,di dalam kamar mandi kepalanya terasa sangat pusing,ia merintih kesakitan di sana ia menyalakan shower untuk meredam rintihanya takut jika suaminya mendengar ia kesakitan,padahal jelas jelas Awan membuat ruangan itu kedap suara,hingga tak memungkinkan suara Jingga terdengar keluar
Saat Jingga berjalan kekamar mandi,sebenarnya Awan juga melihatnya,namun mengerti Jingga yang tak ingin Awan melihatnya kesakitan,Awan kembali duduk di ranjang dan berdoa untuk kesembuhan sang istri
saat melihat pintu kamar mandi hendak terbuka Awan cepat cepat membaringkan diri,seolah ia masih tertidur
Jingga keluar kdari kamar mandi saat melihat darah tak lagi keluar dari hidungnya,dan pusing di kepala mulai mereda
Ia berjalan menghampiri sang suami yang masih terlelap,ia duduk di samping sang suami,membelai lembut wajahnya,seraya berkata'terimakasih sudah mau menemaniku di saat saat terakhir'ucapnya sendu
tes air mata tak dapat di tahan oleh Awan,meski ia lelaki namun nyatanya sekuat tenaga ia berusaha kuat namun tetap saja hatinya perih tak tertahan mendengar ucapan sang istri
Namun karena kondisi ruangan yang temaram karena hanya ada lampu tidur dan di luar masih gelap,Jingga tak dapat melihat air mata yang keluar dari mata Awan
Jingga lantas pergi kedapur untuk mengambil air,namun di dapur sudah ada ibu dan juga pelayan
__ADS_1
Dan kedatangan Jingga di sambut hangat oleh ibu mertua"nak,kamu sudah bangun"ibu lalu meninggalkan pekerjaanya dan menghampiri menantunya
"iya bu,aku ingin ambil minum"jawab Jingga
"oh,iya itu air nya di sebelah sana"ucap ibu memberitahu letak iar minum,karena ini pertama kalinya Jingga disini,jadi belum tahu tata letak rumah itu
"iya bu"jawab Jingga lantas mengambil gelas dan menuangkan air minum,lalu meminumnya,setelahnya ia kembali menghampiri ibu,yang terlihat kembali pada aktifitasnya tadi,yaitu memotong sayuran
"bu,aku bisa bantu apa"tanya Jingga sambil memegang sayuran yang ada belum terpotong
"tidak usah sayang,kembalilah ke kamar,nikmati waktu kalian menjadi pengantin baru"jawab ibu sambil menggoda menantunya,yang tak sengaja melihat kismark di leher menantunya
Jingga tersenyum simpul menahan malu,lalu ia pun pergi kekamar
sampai di kamar Jingga lantas membersihkan diri di kamar mandi,melewati Awan begitu saja,ia mandi menggunakan air hangat,dan membasuh rambut hingga ujung kaki
Namun lagi lagi iangat percintaanya semalam dengan suami,Awan melakukanya dengan lembut dan hati hati,ia tak menyangka jika Awan akan meninggalkan tanda percintaan mereka
Jingga malu,namun juga bahagia,karena di sisa terakhir hidupnya ia bisa merasakan kebahagian ini
Berada di tengah tengah keluarga yang mencintainya dan suami yang penyayang
Ia lantas keluar dan memakai pakaianya,lalu menutupi tanda merah itu dengan foundation,tak ingin ibu dan yang lainya melihat kismark itu
__ADS_1
Ia turun dan kembali kedapur di sana ibu tengah mengaduk sayur yang hampir masak,melihat menantunya kembali datang ibu meminta pelayan meneruskan tugasnya,ia lalu menghampiri menantunya
"menantu ibu sudah cantik,ayo kita bikin kopi,biasanya kalau pagi Awan suka minum kopi"ucap ibu panjang lebar dan menuntun menantunya untuk mengajari cara membuat kopi
Jingga merasa kebahagianya kini sudah lengkap,suami penyayang dan ibu mertua yang juga menyayanginya,rasanya melihat kebaikan ibu membuatnya tak rela untuk pergi dari kehidupan itu
Jingga memperhatikan setiap arahan dari ibu untuk membuat kopi,setelah kopi itu jadi,Jingga membawanya ke kamar
Di luar matahari sudah mulai nampak tinggi,ia masuk dsn melakah pelan menaruh kopi di nakas samping tempat tidur sang suami
Jingga duduk di samping sang suami,membelai lembut wajah tenang milik suaminya
Awan membuka matanya pelan solah ia baru saja terbangun dari mimpi indahnya
Hal yang pertama ia lihat adalah wajah sang isyri yang terlihat segar,karena memang semenjak sakit Jingga selalu mengoleskan perona bibir,agar tak terlihat pucat
"pagi"ucap Jingga dengan suara lembutnya,menyambut sang suami kembali kedunia nyata
Awan tersenyum dan membalas sapa an sang istri"juga sayang"ucapnya lalu mengambil tangan yang membelainya tadi dan mengecupnya sekilas
Awan bangun lalu mencicipi sedikit kopi yang di bawakan sang istri,lalu ia bangun dan bergegas kemar mandi untuk membersihkan diri,setelah tadi ia mengecup sekilas kening sang istri dan berterimakasih untuk kopinya
Saat berjalan kekamar mandi,Jingga melihat tubuh polos sang suami yang terluka akibat cakaran kuku kukunya semalam
__ADS_1
Lagi lagi Jingga tersenyum malu,mengingat semalam,rasanya ia tak rela jika cintanya harus terpisah karena penyakitnya
Memang setelah percintaan itu Awan tak lagi mengenakan bajunya,ia hanya memakai boxernya lalu tidur dan memeluk istri tercintanya,bersama mengarungi mimpi yang indah