JINGGA

JINGGA
kopi


__ADS_3

Matahari mulai menampakan diri,menyusup di sela sela cahaya korden,menyilaukan mata yang kini masih terlelap di alam mimpi


aroma kopi yang harum menusuk indera penciuman Awan


Awan terbangun dari alam mimpinya,hal pertama yang ia lihat adalah wajah istrinya,yang tersenyum hangat menyambutnya


Jingga memang bangun lebih awal,saat tadi pagi pagi sekali kepalanya kembali terasa pusing dan darah kembali keluar dari hidungnya


Ia bangun dan melepaskan diri dari pelukan hangat suaminya,ia berjalan tertatih tatih ke kamar mandi,di dalam kamar mandi kepalanya terasa sangat pusing,ia merintih kesakitan di sana ia menyalakan shower untuk meredam rintihanya takut jika suaminya mendengar ia kesakitan,padahal jelas jelas Awan membuat ruangan itu kedap suara,hingga tak memungkinkan suara Jingga terdengar keluar


Saat Jingga berjalan kekamar mandi,sebenarnya Awan juga melihatnya,namun mengerti Jingga yang tak ingin Awan melihatnya kesakitan,Awan kembali duduk di ranjang dan berdoa untuk kesembuhan sang istri


saat melihat pintu kamar mandi hendak terbuka Awan cepat cepat membaringkan diri,seolah ia masih tertidur


Jingga keluar kdari kamar mandi saat melihat darah tak lagi keluar dari hidungnya,dan pusing di kepala mulai mereda


Ia berjalan menghampiri sang suami yang masih terlelap,ia duduk di samping sang suami,membelai lembut wajahnya,seraya berkata'terimakasih sudah mau menemaniku di saat saat terakhir'ucapnya sendu


tes air mata tak dapat di tahan oleh Awan,meski ia lelaki namun nyatanya sekuat tenaga ia berusaha kuat namun tetap saja hatinya perih tak tertahan mendengar ucapan sang istri


Namun karena kondisi ruangan yang temaram karena hanya ada lampu tidur dan di luar masih gelap,Jingga tak dapat melihat air mata yang keluar dari mata Awan


Jingga lantas pergi kedapur untuk mengambil air,namun di dapur sudah ada ibu dan juga pelayan

__ADS_1


Dan kedatangan Jingga di sambut hangat oleh ibu mertua"nak,kamu sudah bangun"ibu lalu meninggalkan pekerjaanya dan menghampiri menantunya


"iya bu,aku ingin ambil minum"jawab Jingga


"oh,iya itu air nya di sebelah sana"ucap ibu memberitahu letak iar minum,karena ini pertama kalinya Jingga disini,jadi belum tahu tata letak rumah itu


"iya bu"jawab Jingga lantas mengambil gelas dan menuangkan air minum,lalu meminumnya,setelahnya ia kembali menghampiri ibu,yang terlihat kembali pada aktifitasnya tadi,yaitu memotong sayuran


"bu,aku bisa bantu apa"tanya Jingga sambil memegang sayuran yang ada belum terpotong


"tidak usah sayang,kembalilah ke kamar,nikmati waktu kalian menjadi pengantin baru"jawab ibu sambil menggoda menantunya,yang tak sengaja melihat kismark di leher menantunya


Jingga tersenyum simpul menahan malu,lalu ia pun pergi kekamar


sampai di kamar Jingga lantas membersihkan diri di kamar mandi,melewati Awan begitu saja,ia mandi menggunakan air hangat,dan membasuh rambut hingga ujung kaki


Namun lagi lagi iangat percintaanya semalam dengan suami,Awan melakukanya dengan lembut dan hati hati,ia tak menyangka jika Awan akan meninggalkan tanda percintaan mereka


Jingga malu,namun juga bahagia,karena di sisa terakhir hidupnya ia bisa merasakan kebahagian ini


Berada di tengah tengah keluarga yang mencintainya dan suami yang penyayang


Ia lantas keluar dan memakai pakaianya,lalu menutupi tanda merah itu dengan foundation,tak ingin ibu dan yang lainya melihat kismark itu

__ADS_1


Ia turun dan kembali kedapur di sana ibu tengah mengaduk sayur yang hampir masak,melihat menantunya kembali datang ibu meminta pelayan meneruskan tugasnya,ia lalu menghampiri menantunya


"menantu ibu sudah cantik,ayo kita bikin kopi,biasanya kalau pagi Awan suka minum kopi"ucap ibu panjang lebar dan menuntun menantunya untuk mengajari cara membuat kopi


Jingga merasa kebahagianya kini sudah lengkap,suami penyayang dan ibu mertua yang juga menyayanginya,rasanya melihat kebaikan ibu membuatnya tak rela untuk pergi dari kehidupan itu


Jingga memperhatikan setiap arahan dari ibu untuk membuat kopi,setelah kopi itu jadi,Jingga membawanya ke kamar


Di luar matahari sudah mulai nampak tinggi,ia masuk dsn melakah pelan menaruh kopi di nakas samping tempat tidur sang suami


Jingga duduk di samping sang suami,membelai lembut wajah tenang milik suaminya


Awan membuka matanya pelan solah ia baru saja terbangun dari mimpi indahnya


Hal yang pertama ia lihat adalah wajah sang isyri yang terlihat segar,karena memang semenjak sakit Jingga selalu mengoleskan perona bibir,agar tak terlihat pucat


"pagi"ucap Jingga dengan suara lembutnya,menyambut sang suami kembali kedunia nyata


Awan tersenyum dan membalas sapa an sang istri"juga sayang"ucapnya lalu mengambil tangan yang membelainya tadi dan mengecupnya sekilas


Awan bangun lalu mencicipi sedikit kopi yang di bawakan sang istri,lalu ia bangun dan bergegas kemar mandi untuk membersihkan diri,setelah tadi ia mengecup sekilas kening sang istri dan berterimakasih untuk kopinya


Saat berjalan kekamar mandi,Jingga melihat tubuh polos sang suami yang terluka akibat cakaran kuku kukunya semalam

__ADS_1


Lagi lagi Jingga tersenyum malu,mengingat semalam,rasanya ia tak rela jika cintanya harus terpisah karena penyakitnya


Memang setelah percintaan itu Awan tak lagi mengenakan bajunya,ia hanya memakai boxernya lalu tidur dan memeluk istri tercintanya,bersama mengarungi mimpi yang indah


__ADS_2