JINGGA

JINGGA
Keluarga kecil


__ADS_3

Nita membuka pintu saat ia mendengar mobil suaminya memasuki pintu gerbang


Nita melihat wajah sang suami yang suram seakan tak ada gairah dalam hidup


Nita menggandeng lengan sang suami dan mengambilkanya air dingin di dapur,meninggalkan suaminya duduk di sofa ruang tamu


Nita menyerahkan minuman dingin itu pada sang suami,Arman menerima nya lalu menenggaknya hingga tandas,seperti orang yang kehausan setelah berlari maraton 20 km


Nita mengambil gelas yang kini sudah kosong,ia letakan di meja lalu duduk di samping sang suami


Arman menggenggam tangan istrinya dan melihat senyum sang istri


Senyum yang selama ini menjadi penyejuk baginya,kini berubah tak seperti dulu dari penglihatanya


Baru beberapa hari mereka menikah,dan harusnya kini mereka tengah berbahagia,namun kini semuanya telah habis,Arman terancam bangkrut,dan mungkin akan terlilit hutang,ia tidak lagi bisa membuat istrinya bahagia,namun justru membawanya pada penderitaan


Arman membelai wajah yang sangat ia sayangi itu,ia bingung bagaimana harus mengatakanya,Arman menunduk tak mampu membuat senyum indah itu lenyap


1 menit,2 menit tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya hingga 10 menit berlalu Arman masih diam seribu bahasa


Nita yang melihat raut wajah suaminya saat baru datang tadi,mengerti jika kini suaminya menghadapi masalah besar,ia lantas memeluk suaminya,memberi kekutan pada sang suami


Tidak tahu apa masalahnya nzmun Nita akan selalu ada untuknya


Arman membalas pelukan sang istri,ia merasakan ketenangan dari itu

__ADS_1


Setelah tenang,Arman melerai pelukanya,ia menatap sang istri dalam,Nita yang melihat keraguan di mata suami,menganggukan kepala mengisyaratkan bahwa ia siap mendengarkan dan mendukung suaminya


Arman kembali menggenggam tangan Nita,lalu menarik nafas dalam sebelum ia menceritakan pada istrinya


"Nit,aku sudah kehilangan semuanya,aku tidak punya apa apa lagi"ucapnya sendu


Sementara Nita kaget mendengar hal itu,namun sejurus kemudian ia sadar bahwa harta itu hanya titipan,kapanpun akan bisa hilang dan pergi,sebagai manusia wajib berusaha menerima,dan mensyukurinya


Nita mengeratkan genggaman tanganya lalu memeluk suaminya yang kini tengah down dan butuh dukungan


"sabar ya mas,kita jalani semua ini sama sama"ucap Nita,masih dalam pelukan sang suami


Arman yang awalnya takut Nita akan meninggalkanya,kini kembali bersemangat kala mendengar ucapan sang istri,ia lantas melerai pelukan istrinya,lalu menatap intens pada sang istri,mencari kebohongan di mata indah yang selalu menenggelamkanya


Namun sekali lagi Nita menganggukan kepala,kembali meyakinkan suaminya bahwa ia siap menjalani kehidupan ini bersama sang suami apapun keadaanya


Melihat kesungguhan sang istri Arman begitu bahagia,ia seolah mendapatkan hal paling berharga dalam hidup setelah kedua orang tuanya yang kini sudah tidak ada lagi di dunia ini


Ia kembali memeluk erat istrinya itu,saking eratnya ia sampai lupa jika istrinya mungkin saja kehabisan nafas,dan benar saja istrinya mencubit keras perut sang istri,sampai Arman mengeduh kesakitan lalu melepaskan pelukan sang istri dan mengusap usap perutnya yang sakit karena ulah istrinya itu"Nita apa apa an sih,sakit ini"ucapnya


"sengaja"ucap Nita lalu beranjak dari sana agak menjauh


"apa"ucap Arman syok namun sejurus kemudian ikut berlari mengejar istrinya yang berlari menuju kamar


"awas kamu ya"Nita memelankan laju larinya seolah menunggu suaminya menangkapnya

__ADS_1


Dan Arman berhasil menangkap tubuh mungil Nita lalu menjatuhkanya keranjang,menggelitiknya sampai Nita ke gelian


"ayo bilang ampun dulu"ucap Arman sambil terus menggelitiki istrinya yang masih bergerak gerak kegelian


"ampun ampun"ucap Nita sambil ngosngosan sejak tadi Arman tetus menggelitiknya


Arman menghentikan ulahnya kala mendengar sang istri yang memohon ampun,ia lalu mengungkung sang istri yang masih ngos ngosan itu,dan mengambil anak rambut yang menutup wajah istrinya karena tadi istrinya itu bergerak tak aturan menahan geli


Kini suasana berubah lagi menjadi sendu


"Nita,kamu serius"tanya nya lagi


"iya aku serius,aku sudah pernah mengalami ini,bersedih dan terpuruk tak kan membantu apa apa,ayo kita bangkit dan bertahan karena waktu tidak berhenti meski kita terjatuh,kehidupan terus berjalan bukan"ucap Nita panjang lebar


Dulunya ia juga seorang putri dari keluarga kaya,namun kehidupanya juga berbah 180°kala perusahaan sang ayah bangkrut


Ia juga sedih dan terpuruk,namun semua itu tak mengubah apapun,sampai ia bisa menerima kenyataan dan terusxmenjalani takdir yang sudah di gariskan untuknya


Baginya kehidupan yang ia jalan juga tak terlalu buruk


Arman kembali memeluk istrinya erat,ia bersyukur memiliki Nita,yang selalu setia menemaninya


Jujur sebenarnya ia tak percaya dengan reaksi Nita,yang menganggap seolah semua yang terjadi bukanlah hal yang besar


Namun melihat itu membuat semangat di dada yang telah padam kini berkobar lagi,ia akan berusaha lagi,membangun usaha bisnis lagi untuk membahagiak istri dan keluarga kecilnya kelak

__ADS_1


__ADS_2