
Di sebuah butik terkenal Nita keluar dari ruangan ganti baju,Arman terpesona akan kecantikan Nita,yang terlihat sangat cantik memakai kebaya modern simple pilihanya
Kebaya warna putih dengan aksen mutiara,memiliki kerah tinggi menutup leher,memperlihatkan pinggangnya yang ramping
Rasanya Arman ingin membawa wanita di hadapanya kini ke KUA sekarang juga,ia tak ingin di acuhkan kekasihnya lagi
Flashback
Sejak gagalnya penyatuan Arman dan Nita di ruang kerja Awan,hubungan mereka sedikit merenggang
Nita seolah menghindar dari Arman karena takut jika mereka akan khilaf lagi,meski tak mau munafik sebenarnya saat itu ia merasa kecewa,karena saat itu ia juga menikmati dan menginginkan sentuhan lebih dari kekasihnya,namun juga senang terselamatkan dari perbuatan dosa,pokoknya nano nano dech rasanya
Nita selalu menghindar dari Arman setiap kali bertemu,dan selalu mencari alasan untuk segera pergi
Seperti waktu itu saat Arman datang kekafe,Nita yang tak sengaja bertemu Arman di pintu masuk dapur,berusaha menghindar
"Nita,bisa kita bicara sebentar"
"maaf,mas aku masih banyak kerjaan,nanti ya setelah selesai melayani tamu"kilah Nita,yang sekarang sudah lancar memanggilnya dengan sebutan 'mas'
Semua kariawan di sana pun sudah tahu hubungan mereka,meski Nita resmi berhubungan dengan Arman yang juga merupakan pemilik kafe itu,tak membuatnya bersikap sombong
tak ada perbedaan perlakuan dari kariawan lainya,karena sikap Nita yang rendah hati,alhasil mereka masih tetap berhubungan biasa saja sama seperti saat Nita belum menjadi kekasih Arman
Arman dengan sabar menunggu Nita di meja dekat ruangan Awan,ia sengaja menunggu di sana dan tak masuk ke dalam ruangan karena malas bertemu sahabatnya itu
Namun hingga hari berganti petang,Nita tak jua menemuinya,sampai ia meminta pelayan lain,untuk memanggilkan Nita,namun pelayan itu menjawab jika Nita sudah pulang dari tadi,karena shift nya sudah selesai
Arman di buat frustasi dengan jawaban pelayan,padahal ia sangat merindukan kekasihnya itu
Tak ingin berburuk sangka,dan mencoba sabar menghadapi wanitanya,Arman memutuskan pulang dan akan kembali lagi besok
Namun lagi lagi ketika ke esokan harinya Arman datang kekafe,sikap Nita masih sama,menghindarinya
__ADS_1
Tak tahan dengan sikap wanitanya yang mengabaikanya,Nita mencekal tangan Nita,menariknya di tengah tengah ruangan
meminta perhatian dari para tamu kafe dan pelayan disana,dengan tangan menggenggam erat tangan Nita
Nita terkejut dengan sikap kekasihnya itu,apalagi saat semua mata tertuju pada mereka,Nita semakin cemas,dengan apa yang akan di lakukan Arman
Arman yang tadinya emosi karena di abaikan Nita,seketika tersenyum tipis melihat wajah terkejut dan panik Nita,sekuat tenaga ia menahan agar tawanya tidak meledak,karena jujur wajah panik dan terkejutnya Nita sangan lucu di matanya
Setelah semua mata tertuju pada mereka,Arman,mengambil setangkai bunga yang ada di vas,melingkarkan tangkainya sebesar jari manusia,hingga menyerupai cincin
Nita semakin bingung dengan sikap Arman
setelah cincin dari bunga itu jadi,Arman berjalan mendekati Nita,lalu berlutut di depan Nita,mengambil tangan kiri Nita,lalu berkata"Nita,maukan engkau menjalani sisa hidupmu bersamaku"ucapnya tulus dengan
Nita shok mendapati kekasihnya melamarnya di kafe,tanpa pemberitahuan lebih dulu,ia terkejut tak menyangka kekasihnya yang terkenal playboy dulunya itu,kini berlutut di depanya dan melamarnya
mendapati Nita yang hanya diam dan tak kunjung menjawab,membuat hatinya bedebar
Hati yang tadinya gemas melihat wajah panik sang kekasih saat tadi menyeretnya ke tengah ruangan kini telah berganti rasa cemas dan deg deg an,kala sang kekasih tak menjawab lamaranya
Suara riuh dari tamu yang bersahut sahutan seketika menyadarkan Nita dari keterkejutanya
Nita tersenyum Malu,lalu menganggukan kepala,tanda setuju dan menerima lamaran dari Arman,pria yang berhasil menduduki relung hatinya yang terdalam
Mendapati jawaban dari Nita,yang menerima lamaranya,Arman begitu bahagia,lalu ia berdiri dan memeluk Nita erat,mengangkat pinggang ramping kekasinya,lalu memutar mutarnya sekilas
Semua tamu kafe yang datang pun ikut bahagia dengan berhasilnya lamaran yang tak di sengaja itu
Semua orang bertepuk tangan dan tersenyum bahagia untuk mereka berdua
Arman lantas menurunkan tubuh kekasihnya itu,lalu menggenggam kedua tangan Nita,menciumnya sekilas,lalu berucap "terima kasih"
Nita yang malu sekaligus bahagia,lagi lagi hanya mampu menganggukan kepala
__ADS_1
suit suit,suara sorak sorai dari tamu dan teman temanya sesama pelayan
Menyadari kekasihnya yang malu,Arman memeluk kekasihnya,dan membawanya pergi
Namun sebelum itu,ia mengatakan terima kasih pada semua tamu yang sudah mendukungnya,lalu mentraktir semua tamu yang hadir pada hari itu, semua tamu bebas memesan apa saja dan gratis,serta akan memberikan bonus bagi kariawan kafe sebagai wujud terimakasih dan bahagia dirinya
semua tamu semakin bertepuk tangan dan juga bahagia karena hari ini dapan makan gratis,di sepanjang langkah menuju luar kafe teman teman Nita masih saja meledeknya"cie cie cie,suit suit,suit"
Nita hanya menyembunyikan wajahnya di dada sang kekasih,sementara Arman melangkah dengan percaya diri melewati kerumunan tamu dan kariawan,dengan senyum mengembang menghiasi wajahnya
Ia bahagia karena kini ia akan segera menikahi wanita pujaanya itu,mereka masuk kedalam motor lalu melajukanya pelan,membelah keramaian jalan siang itu
Nita diam,dan membuang muka menghadap jendela,tak mampu melihat wajah kekasihnya,ia yakin kini wajahnya pasti semerah tomat karena malu sekaligus bahagia
Arman tersenyum bahagia,sesekali ia melihat kearah Nita sambil fokus pada setirnya
Ia tahu kini kekasihnya itu berusaha menyembunyikàn wajah malu malu nya
Arman menggengam tangan Nita yang ada di pangkuanya,dan menggunakan tangan sebelahnya untuk mengemudikan mobilnya
mendapati tanganya di genggam sang kekasih,Nita menoleh kerahnya
Arman pun menatap sang kekasih dengan hati yang bahagia,ia mendekatkan tangan Nita yang ada di genggaman tanganya kearah bibirnya,mencium nya dalam
mendapati perlakuan manis dari kekasihnya membuat hatinya menghangat
Tak bisa di pungkiri jika Nita sangat bahagia,ia lantas meletakan kepalanya di bahu Arman,Arman semakin bahagia mendapati sikap manja kekasihnya,hatinya lega kini kekasihnya tak lagi mengabaikanya
Flashbak off
Mendapati tatapan dari kekasihnya Arman,membuat hati Nita berdebar,ia takut kekasihnya itu tidak menyukai tampilanya,karena tak sepatah kata pun keluar dari mulut Arman
Pelayan butik yang melihat interaksi keduanya pun berdehm pelan,suara itu menyadarkan Arman dari kekagumanya
__ADS_1
Ia juga berdehm pelan untuk menetralkan rasa kekagumannya