
Kini pasangan yang tadi siang sudah sah menjadi sepasang suami istri itu,tengah memasuki kamar hotel yang mereka pesan,karena nanti malam acara resepsi juga di lakukan di hotel itu
Di ruang ganti Arman menyelinap keluar dan mendatangi kamar sang istri ketika melihat pelayang yang membantu Nita berganti pakaian sudah keluar dari kamar itu
Nita yang hendak masuk kekamar mandi urung tatkala mendengar suara ketukan di pintu
Ia melangkahkan kakinya menuju pintu,guna melihat siapa yang datang
Namun baru juga kunci di putar pintu sudah di dorong dari luar ,hingga tubuh kekar Arman masuk sempurna kedalsm kamar,ia juga yang menitup pintu kamar dzng menguncinya
Nita yang masih belum paham maksud kedatangan pria yang tadi siang sah menjadi suaminya itu,harus terkejut lagi ketika mendapati serangan mendadak dari suaminya
Skip
Skip
Skip
*
*
Saat Jingga tengah bersedih dengan kondisi tubuhnya,ayahnya Reno tuan Ferdi datang dan memberikan sapu tangan miliknya
Jingga menerima sapu tangan itu dari orang yang sudah menghancurkan bisnis nya,namun rasanya ia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk membenci seseorang
Baginya hidupnya akan segera berakhir lalu untyk apa lagi menyimpan amarah
__ADS_1
Mendapati Jingga yang seperti menerima kehadiranya tuan Ferdi duduk di sebelah Jingga,pada bangku yang sama
Cukup lama mereka duduk bersama namun di selimuti hening
"om minta maaf,atas apa yang pernah om lakukan selama ini padamu"ucap tuan Ferdi
Hening tak ada jawaban
"om akan membiyayai pengobatanmu,sebagai penebusan atas kesalahan yang pernah om lakukan padamu"imbuhnya lagi
"tidak perlu om,tapi bagaimana om bisa tahu mengenai penyakit ku"tanya Jingga dengan suara yang nampak serak sehabis menangis
"dokter Wirawan adalah teman baik saya,jadi dia mau menceritakan penyakitmu pada saya,meski itu melanggar kode etik,namun saya memaksanya"jawab tuan Ferdi
Tak ingin memperdebatkan tentang penyakitnya,Jingga memilih untuk diam
"maaf om,tapi sudah malam saya permisi"ucap Jingga berdiri dan melangkahkan kakinya
hari ini begitu melelahkan untuknya
"iya,kabari om jika kamu berubah pikiran"
",iya"
di kota yang sama namun di tempat yang berbeda,Awan tengah di sibukan dengan urusan kafe cabang,karena Arman menikah dan mengambil cuti alhasil semua urusan ia yang menangani,di tambah lagi pembukaan kafe di kota lain yang mengalami sedikit masalah,sehingga membuatnya hatus pergi kesana
Malam ini ia akan lembur untuk mengerjakan urusan kafe cabang,agar esok ia bisa pergi meninjau kafe cabang di luar kota
__ADS_1
hingga tengah malam pekerjaan Awan belum selesai
namun ia putuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya dan menyelesaikannya esok hari
Ia merebahkan diri di ranjang namun terbangun lagi,mengambil hp di laci meja kamarnya,yang di atasnya terdapat satu bingkai foto kecil,foto dirinya dan sang kekasih sedang tertawa bahagia
Ia mendapati hp nya mati setelah ia membuka laci mejanya,ia lantas menghubungkan hp nya dengan pengisi daya
Ia mengambil bongkai foto kecil itu lantas melihat sebentar foto dirinya dan sang kekasih,hatinya menghangat kala melihat foto itu,ia berharap senyum mereka di foto itu tak akan selamanya
Ia letakan kembali bingkai foto itu,lalu ia membaringkan diri menuju ke alam mimpi
*
*
Pagi pagi sekali Awan pergi ke bandar untuk meninjau langsung kafe cabang di luar kota yang sedikit bermasalah,kebetulan ia mendapatkan tiket dengan jadwal penerbangan pagi
Karena terburu buru bangun kesiangan,ia melupakan hp nya,dan langsung berangkat begitu saja
Satu jam menempuh perjalan kini Awan tengah menghadiri rapat guna membahas masalah di sana
Awan yang tak ingin betada di kota itu lama lama tak ingin membuang waktu,ia sampai langsung menuju kafe tanpa istirahat terlebih dahulu
Namun sepertinya masalah yang terjadi bujan masalah sepele
Namun ia akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikanya agar secepatnya ia bisa pulang
__ADS_1