
Awan kebingungan dengan kejadian itu,bahkan hingga beberapa hari kemudian tak ada korban dengan indentitas Jingga,baik korban selamat atau korban meninggal,berualang kali Awan mendatangi rumah sakit dan juga tim sar,untuk menanyakan tentang istrinya,bahkan ia melihat semua korban yang ada namun hasilnya tetap nihil
Awan nyaris saja gila,karena tak menemukan keberadaan sang istri,beruntung keluarga yang mendengar kejadian itu,langsung terbang ke Jakarta,untuk membantu ndan mensuport Awan
Ibu,adik,dan juga mertuanya semua datang ke Jakarta,bahkan Arman dan istri pun ikut datang untung sang sahabat
Dalam keadaan kacau Awan kembali ke penginapan di temani Arman,seharian ini mereka masih bolak balik mencari keberadaan Jingga,yang hilang bak di telan bumi
Kedatangan Awan di sambut pelukan oleh mertuanya,papa Hadi wijaya
"pa,,,maafin aku pa,aku nggak bisa menjaga Jingga"ucap Awan pada sang mertua,dalam pelukan mertuanya dengan air mata yang bercucuran
"sabar nak,,,kita doakan sama sama yang terbaik untuk Jingga,papa ikhlas"ucap sang mertua dengan hati yang teramat pilu
Bagaimana tidak,putrinya satu satunya,yang sudah di vonis dokter hidupnya tidak lama lagi,kini tiba tiba menghilang entah kemana,meski sang ayah sudah mencoba ikhlas menerima vonis dokter namun ia tak menyangka Jingga akan pergi lebih cepat dari ini
__ADS_1
Awan melerai pelukannya dari sang ayah mertua setelah mereka merasa tenang,Awan menatap wajah keriput namun masih terlihat tampan itu
"nak ayo kita sama sama belajar ikhlas,andai Jingga tak bersama kita lagi"ucap Hadi wijaya mencoba menguatkan menantunya,meski hatinya teramat sakit
"iya pah,kita coba"jawab Awan dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan
Pemandangan haru dan saling menguatkan antara anak dan besanya itu terlihat oleh ibu,dari dalam rumah,ibu pun tak mampu menahan air mata kesedihanya,karena jujur ia pun belum ikhlas dengan kepergian Jingga
*
Mereka tak menyangka nasib gadis cantik,pintar dan humble itu harus mengalami nasib yang tragis
Berita hilangnya Jingga,juga terdengar di telinga Lidia dan tuan Anjar,mereka pun ikut datang dan bersimpati serta memberikan dukungan,meski Lidia sempat kecewa karena ternyata Awan sudah beristri
Tiga bulan sudah waktu berlalu namun masih tak di ketahui mengenai keadaan Jingga
__ADS_1
selama itu pula Lidia sering datang dan menjadi dekat dengan Awan
Niat hati hanya ingin menghibur,namun siapa yang bisa membohongi hati,awalnya kecewa karena pria yang menjadi pujaanya telah beristri dan sangat mencintainya,namun istrinya tiba tiba menghilang tanpa jejak membuat Lidia tak mampu menahan perasaan
Ia selalu saja datang,dengan alasan menghibur,kini Awan sudah mulai terbiasa dengan kepergian Jingga,namun tidak dengan cintanya,sedikitpun rasa itu tak pernah berkurang,justru kini rindu telah membelenggu hati
Rencananya hari ini Awan dan seluruh keluarga akan kembali ke Bali,karena kini pusat bisnis dan kehidupanya ada di sana
Meski berat Awan harus merelakannya,ia harus pergi ke Bali namun ia meminta pada anak buahnya untuk terus mencari keberadaan sang istri di manapun berada dalam keadaan hidup atau tidak
Lidia yang kini menjadi teman Awan pun ikut datang kerumah Awan,ia akan ikut mengantarkan Awan dan keluarga ke bandara
ia mengatar sampai di bandara,lalu kembali ke kantor untuk mengurus perusahaan sebelum ia pindah ke Bali untuk mengurus bisnisnya di Bali nanti bersama Awan
Ia sudah meminta posisi itu pada ayahnya,dan pak Anjar yang memang mengetahui putrinya memiliki rasa pada Awan pun mendukung langkah putrinya,karena istrinya Awan yang hingga kini belum di temukan,bahkan kemungkinan besar Jingga sudah meninggal,melihat kondisi bangunan yang hancur,di tambah riwayat penyakit yang di derita Jingga
__ADS_1