JINGGA

JINGGA
Gagal


__ADS_3

Awan mengantarkan Jingga sampai di apartemen miliknya


Kedatanganya di sambut sang ayah dengan ceria,ia bahagia mendapati Awan memperlakukan putrinya dengan baik


Seminggu ini selama Jingga bertugas di hotel cabang,Awan selalu menyempatkan waktu mengunjungi calon mertuanya itu


Jika Awan tak sempat,ia meminta ibu atau adiknya untuk menjenguk ayah dari wanita yang sangat ia sayangi


Hadi wijaya semakin bahagia,ketika Awan dan seluruh keluarganya masih tetap menerima Jingga meski kini ia sudah tak memiliki apapun juga


Ia berharap tak ada hal buruk yang akan menimpa hubungan mereka


Setelah mengantarkan Jingga dengan selamat,Awan lalu kembali kekafe,di sana ia sudah di tunggu Arman


*


Di ruang kerja Awan,Arman di temani Nita kekasihnya


Mereka duduk berhadapan dalam satu sofa,sofa yang membuat Arman emosi dan kecewa kala itu,karena mendengar insiden Awan dan Nita


Arman ingin membuang sofa itu,namun ia urungkan karena ingin menghapus insiden buruk itu dengan kenangan manis yang tak terlupakan,apalagi mengetahui Awan yang masih lama kembali ke kafe


Arman menggenggam tangan Nita,dan mengecupnya lama,membuat hati Nita berdebar tak karuan,meski Nita tahu jika Arman adalah casanova namun entah mengapa ia masih mau menerima,dan menjadi kekasihnya,asal Arman tak berbuat itu lagi,dan menjadikan Nita wanita terakhir dalam hidup nya


Arman pun melancarkan aksinya,ia membelai lembut rambut panjang kekasih,dan memulai mengikis jarak di antara keduanya

__ADS_1


Nita tak menolak ketika bibir Arman berhasil menempel di bibirnya,dan ********** halus,Nita membalasnya meski terasa kaku,dan kini tanganya melingkar sempurna di leher Arman


Mendapat lampu hijau semakin membuat Arman bahagia,kelihaianya menaklukan wanita di ranjang memang tak di ragukan lagi


Bahkan kini semua kancing kemeja milik Nita sudah terlepas entah kapan ,Nita tak menyadari hal itu,bahkan Arman kini tengah memainkan lidahnya di atas puncak dada milik Nita


Nita mendesah pelan menikmati sentuhan sang kekasih,Arman yang niatnya hanya ingin mencium Nita untuk menghapus memori buruk insiden sofa di pagi itu,kini malah semakin terbakar hasrat yang menggelora,apa lagi sudah lama ia tak bermain dengan wanita di atas ranjang


Mendapati sikap Nita yang tak menolaknya justru menerimanya semakin membuat ia hilang akal,ingin rasanya ia melepas seluruh penghalang yang di pakainya dan juga kekasih,ingin rasanya ia membawa sang kekasih mendaki surga kenikmatan bersama


Dalam posisi yang sangat intim,di mana kini Nita terbaring pasrah di bawah kungkungan sang kekasih,Arman memandang wajah sang kekasih dengan sorot mata penuh gelora,dan ia pun melihat hal yang sama dari mata sang kekasih,Nita tak melepas kan tangan yang sedari tadi melingkar di leher Arman,dan menganggukan kepala pelan,mengijinkan kekasihnya melakukan hal yang lebih padanya,hal itu semakin membuat Arman menggila


Ingin ia membawa sang kekasih pada puncak kenikmatan dunia,namun ia sadar statusnya kini mereka belum boleh melakukan hal itu,karena Arman masih menunda pernikahan,ia masih trauma dengan penghianatan di masa lalu,ia tak kan sanggup jika Nita juga melakukan hal yang sama seperti mantan istrinya dulu


Jika saja wanita yang ada di bawah kungkunganya kini bukan Nita,tapi wanita wanita yang siap melayaninya karena uang sudah pasti Arman akan menghajarnya sampai ia puas


Ia menyesal karena tak kunjung menghalalkan Nita


hasratnya makin menggebu tak kala Nita tanpa sengaja bergerak dan menyenggol senjata keramatnya


akhirnya Arman menyerah,ia akan menuntaskan hasratnya dan sang kekasih,lalu setelahnya ia akan menikahinya,dan menjadikanya wanita terakhir nya ia lalu menyatukan kembali bibirnya pada sang kekasih,sambil melepas resleting celana Nita


Hal yang tak terduga terjadi,tiba tiba terdengar pintu di buka,dan langkah kaki masuk


"sedang apa kalian"ucap Awan lantang terkejut melihat Arman seperti mengungkung sesorang,karena dari posisi Awan berdiri ia tak melihat Nita karena terhalang sandaran sofa

__ADS_1


"****,"Arman mengumpat kesal karena hasratnya harus tertahan,karena tak mungkin meminta Awan untuk keluar sampai ia selesai


Nita yang juga mendengar suara atasanya itu pun refleks mendorong Arman,dan membetulkan pakainya


Arman terlihat kesal dan tak ada raut malu malu sama sekali,berbeda dengan dirinya yang rasanya saat ini ingin tenggelam kedalam perut bumi terdalam,ia bangkit lalu menundukan kepalanya hendak keluar dari ruangan


Namun suara Arman menghentikanya"tunggu"Arman mendekatinya lalu menghadapkan Nita padanya,ia merapikan rambut Nita yang acak acakan dengan jarinya,dan juga membetulkan kancing kemeja yang salah letaknya,karena Nita mengancingkan dengan gugup hingga letaknya salah


"seharusnya kau pura pura tidak melihat bro,dan keluar ,biarkan aku dan Nita menyelesaikan urusan kami"jawabnya acuh tanpa malu sedikitpun ketahuan melakukan hal tak senonoh di ruangan orang lain,dengan posisi masih mengancingkan kemeja Nita


Ucapan Arman semakin membuatnya malu dan tak punya muka di depan sang atasan


Nita lantas pergi dari ruangan karena sudah tak sanggup lagi menahan malu,dan itu bertepatan dengan Arman menyelesaikan tugasnya,mengancingkan kemeja


Sementara Awan tersenyum puas,berhasil menggagalkan hal tak pantas di ruanganya,dan yang paling membuatnya puas,ia tahu Arman akan tersiksa karena hasratnya yang tak tersalurkan


Ia puas karena sedari tadi Arman sudah menerornya dengan menghibunginya terus menerus kala ia di perjalanan menjemput Jingga


Dan tawa Awan terdengar memenuhi ruangan,kala Nita berhasil keluar ruangan


Wajah kesal di tujukan Arman untuk Awan"rese loe"


Dan hal itu semakin memancing tawa Awan,ia tertawa hingga perutnya sakit


Setengah jam berlalu,namun yang ada Awan dan Arman tak jadi membahas proyek pembukaan cabang kafe mereka justru Awan semakin menggoda Arman,dan Arman masih saja emosi karena gagal naninunana

__ADS_1


Alhasil Arman pergi meninggalkan ruangan Awan,karena kesal


Dan Awan masih tertawa geli mendapati wajah sahabatnya


__ADS_2