
Jingga membuka pintu kontrakan yang baru ia sewa setelah mendapat rekomendasi dari salah satu pelayanya
Ia membuka pintu dan menuntun ayahnya masuk,kontrakan itu terdiri dari ruang tamu,dapur,satu kamarmandi kecil,dan ada dua kamar tidur yang tidak terlalu besar,berbanding terbalik dengan kehidupan Jingga sebelumnya
meskipun kecil namun kontrakan itu terlihat bersih,Jingga meminta ayahnya untuk istirahat dan iya memberekan barang barangnya dan milik ayahnya,memasukan kedalam lemari
setelah semua beres kini Jingga memesan makanan untuknya dan sang ayah,karena waktu sudah menunjukan waktu makan siang
ia membangunkan sang ayah setelah makanan siap di meja makan
Mereka makan dengan menu sederhana,karena kini Jingga harus menghemat pengeluaranya sampai ia mendapatkan pekerjaan baru
Bahkan kini Jingga harus terbiasa dengan kehidupan barunya,tanpa pelayan dan semua harus ia lakukan sendiri
Setelah makan siang selesai,Jingga membereskan piring dan mencucinya,dan sang ayah berusaha menikmati waktunya dengan menonton tv
Setelah selesai Jingga masuk kedalam kamar,ia merebahkan dirinya di kasur yang tak senyaman dulu
Ia menghubungi sang kekasih,namun hingga panggilan ketiga kalinya ia mendapatkan jawaban
ia menarik nafas dalam dan berusaha menenangkan dirinya dari rasa cemas yang datang
Meski kemarin Awan jelas jelas tak mempermasalahkan keadaanya,namun tetap saja rasa cemas dan takut itu datang
Takut kalau Awan meninggalkanya dan memilih wanita lain yang lebih cantik darinya
sementara di tempat lain Awan tengah sibuk mengurus kafe,hari ini bahkan ia turut serta melayani tamu karena ramainya pengunjung
Hingga melupakan hp yang berdering sendiri di meja ruanganya
__ADS_1
Hingga malam menjelang dan kafe tutup ia baru sempat melihat hp miliknya,namun saat ia menyalakan hpnya,ternyata mati karena kehabisan batrai
Ia memasukan hp nya kedalam tas,karena ia akan pulang dan putuskan akan mencharger hp nya saat sudah sampai di rumah nanti
ia pulang menggunakan mobil baru miliknya,karena kini kafe yang ia bangun bersama Arman memiliki omset yang bagus,hingga ia bisa membeli mobil dan rumah yang mewah,rumah yang nantinya akan ia tempati bersama keluarga barunya setelah menikah dengan Jingga
Awan merasa ada yang mengganjal di hatinya kala membaca chat kemarin dengan Jingga,ia menepis pikiran buruk yang melintas di kepalanya
Ia tak tahu jika rasa cemas di hati itu karena kini Jingga dalam masalah besar,danmembutuhkan bantuanya
Sampai rumah ia masuk kamar dan mencharger hp nya,lalu ia masuk kekamar mandi guna membersihkan diri
karena rasa lelah melayani pengunjung kafe,Awan langsung tertidur saat selesai mandi,melupakan hp nya begitu saja padahal di seberang sana seseorang semakin gelisah karena orang yang selalu ia rindukan dan ia butuhkan hingga kini masih tak dapat ia hubungi
pukul 5 pagi Awan terbangun dengan keringat dingin membasahi keningnya,ia barusan bermimpi buruk,dalam mimpinya terlihat Jingga menangis dan memanggilnya,namun ia tak dapat menggapai tangan gadis yang selalu ia rindukan
Ia mengecek hp nya dan melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Jingga,ia lantas mendial nomor itu
ia lantas bergegas mandi dan mengabari Arman,memintanya untuk menghandle urusan kafe,karena ia akan pergi mengunjungi Jingga,hatinya tak tenang memikirkan Jingga
Balik lagi keJakarta,Jingga baru saja selesai sarapan dan bergegas mencari kerja,ia tak berani melihat hp nya karena takut tak mendapat kabar dari Awan,padahal saat tadi hp nya berbunyi ia tidak mendengar karena sibuk menyiapkan sarapan
Jingga menunggu taksi online yang ia pesan melalui aplikasi,guna mengantarnya melakukan interview di perusahaan yang di rekomendasikan temanya
waktu berlalu dengan cepat,dan kini saat matahari bersinar dengan terik Jingga masih menyusuri jalan raya karena gagal mendapatkan pekerjaan melihat latar belakangnya
kini langkah kaki Jingga menapaki sebuah taman yang tidak ramai dan juga sepi,tapi seseorang dengan memakai hoodi warna hitam menabrak dirinya,padahal jelas jelas jalan itu tak ramai
Orang itu minta maaf dan jingga pun memakluminya meski sedikit bingung dengan kejadian itu,harusnya orang yang lewat tadi bisa kan mencari jalan lain karena susana taman yang tak ramai
__ADS_1
Jingga masih tak menyadari jika yang menabraknya tadi adalah seorang copet,hp dan dompetnya sudah tak ada di dalam tas milik Jingga
Karena lelah Jingga putuskan duduk di bangku taman sebelah pohon rindang,ia duduk lalu memandang ke arah langit luas yang terik
Lalu lalang kendaraan tampak menhiasi jalanan kota siang ini,meski matahari bersinar begitu terik tak menyurutkan para pengendara melintasi jalan raya
Di sebuah mobil Awan tampak menyetir dengan gusar,karena betkali kali mencoba menghubungi Jingga namun tak juga mendapat jawaban,justru kini nomor Jingga malah berada di luar jangkauan
Dari bandara ia menaiki taksi yang berjejer di dekat bandara,tujuanya adalah kantor Jingga
Sampai di sana ia harus kecewa karena mendapati kantor yang dulunya begitu megah kini telah hancur tak bersisa,pikiranya semakin kalut,lalu ia menaiki lagi taksi yang masih menunggunya tadi dan kini tujuanya adalah rumah Jingga
Melihat kegusaran di wajah sang penumpang sopir taksi itu memberanikan diri bercerita,tentang kantor yang baru ia datangi dari berita di internet dan tv pagi ini
"tuan apakah anda tidak tahu jika kantor itu di hancurkan kemarin pagi"ucap sopir taksi
"apa"jawab Awan shok mendengar berita itu dari sopir taksi yang ia tumpangi
"iya tuan beritanya sudah beredar di internet dan tv,saya melihatnya di berita pagi ini"ucapnya lagi
Awan langsung mengetik di kolom pencarian,dan di sana banyak artikel yang juga menampilkan wajah Jingga,tetang perusahaan Jingga yang gulung tikar
Membaca berita itu semakin membuat hati Awan semakin gusar,ia ingin segera sampai di kediaman Jingga,berharap bertemu dengan wanita pujaanya itu
Sampai di sana juga,Awan kembali kecewa dan shok luar biasa mendapati kondisi rumah megah itu sama hancurnya dengan perusahaan Jingga
Sebenarnya berita hancurnya perusahaan rumah butik dan seluruh testo milim keluarga Jingga ada di dalam berita,namun Awan tak ingin mempercayai berita itu,dan kini ketika melihat rumah dan perusahaan yang sama hancurnya ia baru sadar sesadar bahwa kini Jingga tengah menghadapi masalah besar
Ia kecewa pada dirinya sendiri lagi lagi ia tak ada di sisi Jingga di saat kekasihnya itu dalam keadaan terendah
__ADS_1
Tanpa terasa ia meneteskan air mata di depan puing puing rumah yang hancur berantakan,langkahnya terhenti kala sopir taksi menghentikanya,karena ingin masuk,takut jika bangunan yang sudah hancur itu menimpa dirinya
Sopir taksi itu menasehati penumpangnya dengan bijak,hingga Awan menghentikan langkahnya,lalu Awan berinisiatip mendatangi tetangga Jingga guna menanyakan Jingga