JINGGA

JINGGA
berhasil tapi tidak puas


__ADS_3

mobil milik Jingga terparkir rapi di perkiran hotel bintang lima,ia turun dan berjalan menuju restoran,tempat pertemuanya dengan tuan Ferdi ayahnya Reno


Sampai di retoran ia di sambut oleh pelayan,dan pelayan itu pula yang mengantarkanya pada ruangan dimana tuan Ferdi berada


Di dalam ruangan terlihat tuan Ferdi duduk dengan asisten yang berdiri di sampingnya


Jingga berjalan mendekat,lalu membungkukan badan hormat di depan tuan Ferdi


"silahkan duduk"ucap tegas dari tuan Ferdi


Jingga lalu menarik kursi dan duduk"bagaimana nak Jingga apa kamu sudah memilik jawaban atas tawaran ku kemaren"ucap tuan Ferdi langsung tak ingin bertele tele,karena untuk inilah tujuanya


memang sebenarnya hubungan mereka sudah dekat karena ayahnya Reno dan Jingga berteman,dan mereka sering bertemu hingga tak ada panggilan formal diantara mereka saat tak ada klien lain


"iya om,maaf saya tidak bisa memilih kedua hal dari yang om tawarkan pada saya"jawab Jingga tegas dan tak ada keraguan


Tuan Ferdi tercengang dengan jawaban dari Jingga"itu artinya kau siap kehilangan perusahaan ini"


"iya om,karena saya tak ingin memaksakan hal yang tak mampu lagi saya genggam"


Mendengar jawaban dari Jingga seolah menohok relung hati tuan Ferdi,kata katanya seolah menyindirnya karena tak mampu menerima kenyataan


Namun ia tak perduli dengan itu lagi,karena kekecewaanya pada Jingga menutup hati nuraninya


Ia lalu meminta asistenya menyerahkan berkas berkas yang di bawanya


Jingga menerimanya,dan membacanya sekilas,lalu mwngambil pena yang di sodorkan oleh asisten tuan Ferdi,dan menandatangani berkas tersebut


Lalu setelahnya,ia berpamitan dan melangkah pergi dari restoran bintang lima itu


Ia menyetir mobilnya menuju rumah miliknya,sampai di rumah ia disambut oleh ayahnya


Ia berlari menghambur kedalam pelukan sang ayah,ia menangis sejadi jadinya,kini air mata yang ia tahan dari tadi ia tumpahkan di pelukan sang ayah


rasa sedih dan kecewa yang ia rasakan,karena tak pecus menjaga perusahaan yang di bangun ayahnya dari nol


sang ayah membalas pelukan putrinya,berusaha menenangkan putrinya dengan menepuk punggungnya pelan,mengerti perasaan putrinya saat ini


*flashback


Sore tadi ketika Jingga menerima panggilan telfon

__ADS_1


"hallo"


"hai,"


"kak,maaf kemaren kemaren aku sibuk"ucapnya sedih karena mengabaikan kekasihnya


"iya aku mengerti,karena tak mungkin kekasihku sengaja mengabaikan aku"


Jingga bahagia sekali mendengar kata kata sang kekasih


"kak,,----"Jingga tak meneruskan ucapanya,ragu


"ada apa"balas Awan karena tak mendapati kekasihnya meneruskan ucapanya


Jingga masih diam"katakanlah,aku ada saat kau bahagia dan juga saat sedihmu"ucap Awan tulus


Kini luruh sudah air mata keharuan Jingga,bersyukur memiliki kekasih yang tulus padanya


"kak,jika aku tak memiliki apapun lagi,apa kakak masih akan terus bersamaku????"akhirnya kata kata itu keluar dengan lancar


"apakah masih ada cinta di hatimu untukku????"


"tentu saja kak,aku hanya akan mencintaimu"jawab Jingga yakin


Oh rasanya Jingga ingin melompat karena kegirangan,hatinya seakan di penuhi bunga yang bermekaran


Flashback off


*


Malam telah berlalu,kini pagi kembali menyapa,suara riuh menguasai kantor Wijaya Group,ada yang menangis,marah,kesal,kecewa,dan juga suara suara benda di masukan kedalam kardus,karena pagi itu semua kariawan di pecat secara tidak hormat


Dan orang orang suruhan tuan Ferdi sudah datang guna mengosongkan kantor,selain menarik saham miliknya,tuan Ferdi juga membeli perusahaan itu dan seluruh aset milik Hadi Wijaya,termasuk butik dan Rumah,guna membayar gaji kariawan dan menutup hutang di bank


Dan setelah semua sah menjadi miliknya ia menghancurkan perusahaan itu,meratakan nya dengan tanah


Sebenarnya ia bisa saja mengambil alih kuasa perusahaan namun karena kecewa yang teramat dalam,ia ingin menghancurkan segala yang berhubungan dengan Jingga


Bahkan kini Jingga dan ayahnya pun mengemasi barang barang miliknya dan bersiap pindah ke kontrakan kecil,karena rumah itu juga akan di hancurkan oleh tuan Ferdi


Tak ada ampun dan belas kasih yang tersisa,kini ayahnya Reno tengan menyaksikan vidio kantor Wijaya Group yang sudah mulai di eksekusi,melihat bangunan megah itu hancur tak bersisa tak membuat kobaran di hatinya padam

__ADS_1


Ia lalu melihat rekaman dari kediaman Wijaya,di sana ia melihat alat alat berat sudah berjejer rapi di depan rumah,tinggal menunggu ayah dan anak itu keluar


Jingga keluar membawa dua koper besar yang ia tariik keluar,satu miliknya dan satu lagi milik ayahnya


Hadi wijaya terlihat memegang bingkai foto,itu adalah bingkai foto mereka bertiga,


Dan saat mereka sampai di luar gerbang,alat berat itu mulai mengeksekusi rumah itu


Melihat rumahnya hancur Jingga dan sang ayah berpelukan saling menguatkan,mereka melerai pelukan itu,dan tersenyum berjalan menjauh dari area itu


Dan pemandangan itu tak luput dari penglihata Ferdi ayahnya Reno,yang semakin menyesakkan dada


Karena meski ia sudah menghancurkan kehidupan Jingga,tapi mereka masih mampu tersenyum


Sedangkan ia,ia memiliki segalanya,harta kedudukan,bahkan rencana nya kini berjalan dengan mulus


Bahkan ia juga yang merncanakan penipuan di butik milik Jingga


Ia juga yang meminta para klien dan orang orang yang Jingga kenal untuk tak membantu Jingga,dengan harapan Jingga akan menyetujui keinginannya


Namun apa ini,saat seorang yang telah hancur,dan harusnya menangis tersedu sedu kini masih dapat menghadirkan senyum


Sementara dia jangan kan untuk tersenyum,bahkan merasa senangpun tidak


Justru dadanya makin terasa sesak dan pengap,amarahnya semakin menjadi


Ia kira ia akan puas dan mampu tertawa,tertawa keras di atas kehancuran Jingga


Namun kini nyatanya tak ada yang baik baik saja,hatinya semakin sakit dan sedih


Air matanya justru mengalir dengan deras membasahi kedua pipinya


Ia tak merasa puas,ia kecewa dengan dirinya yang tak mampu bahagia dan tertawa menyaksikan kehancuran itu


Seharusnya sebagai ayah,ia membantu putranya yang kini tengah tersesat dan kehilangan arah,bukan sibuk melampiaskan amarah dan memelihara dendam


Karena tak selamanya terwujudnya suatu keinginan mampu membuat kita bahagia


namun amarah yang kini membakar jiwanya tak mampu menyadarkan nya,bahwa tawa dan air mata adalah bumbu kehidupan yang nyata,yang akan membuat kita menemukan rasa yang tak terduga


Semua itu justru membuatnya semakin gelap mata,muncul berbagai ide licik hinggap di kepalanya

__ADS_1


Ia keluar dari ruanganya dan bersiap memulai rencana liciknya


Meninggalkan ruangan yang kembali berantakan seperti hari kemaren


__ADS_2