
Flashback
Lisa yang gelisah melihat acara pernikahan ayah dari bayi yang di kandungnya itu melalui layar tv,memutuskan untuk pergi kedapur untuk mengambil minum
Karena tidak fokus pada jalan nya,tanpa sengaja kakinya menyenggol kaki meja di dekat daour,membuatnya terjerembab jatuh dalam kondisi tengkurap
Lisa menjerit keras merasakan sakit yang teramat dari perutnya,tak lama dari itu ia pingsan tak sadarkan diri
Beruntung tak lama dari bibi pelayan yang melayani kebutuhanya datang,membawa kantong belanja yang penuh dengan berbagai bahan makanan sehat
Si bibi menjerit histeris menyaksikan majikanya tengkurap di lantai dengan bercecran darah di lantai
Si bibi lantas memanggil bodyguard yang bertugas di depan pintu,para bodyguard itu dengan sigap membawa Lisa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan
si bibi menghubungi tuan Ferdi dan melaporkan mengenai kondisi Lisa,saat ia sedang dalam perjalanan kerumah sakit
Tuan Ferdi menggeram kesal,lagi lagi ia merasa kalah,ia yang sudsh menghancurkan hidup orang lain namun justru ia yang merasa hidupnya hancur berkeping keping
Sekuat tenaga ia menghadirkan kebahagian keluarganya namun nyatanya ia kalah berkali kali
Dari penjelasan si bibi kecil kemungkinan cucunya akan selamat,sungguh rasanya ia begitu hancur membayangkan ia kehilangan cucunya
Flashback off
__ADS_1
Siang ini Jingga memutuskan untuk mengecek kondisi tubuhnya,ia ingin berjuang melawan penyakitnya meski itu hal yang tidak mungkin,namun ia ingin berjuang,ia ingin bersama suami dan membangun keluarga kecil yang bahagia
Yah mimpi yang terlalu indah untuk di raih,tapi bukankan setiap manusia berhak bermimpi dan berusaha mewujudkanya
Jingga menyetir mobil nya sendiri menuju kerumah sakit,setelah ia membujuk sang suami untuk memberinya ijin keluar sendiri
Karena suaminya sudah memberi ijin,ibu mertua dan ayahnya tak bisa melarangnya
Kini Jingga telah sampai di rumah sakit,namun ia harus kecewa kala ia tak bisa bertemu dengan dokter Wirawan dokter yang menangani kesehatanya
Jingga berjalan gontai menuju mobil miliknya terparkir,ia kecewa karena tak dapat bertemu dokter
Ia mengemudikan mobilnya tak tentu arah,hanya berputar putar saja hingga mobil yang ia kemudikan itu melewati sebuah rumah sakit besar lainya di kota itu
Jingga memarkirkan mobil miliknya,lalu menuju resepsionist guna mencari informasi tentang dokter sepesialis kanker di rumah sakit itu
Beruntung di rumah sakit ada dokter yang menangani penyakit kanker dan kini dokternya sudah hadir dan tidak sedang menangani pasien
Jingga langsung di arahkan suster untuk menuju keruangan dokter Alif,dokter spesialis kanker
Jingga masuk kedalam ruangan setelah terdengar seruan yang menyuruhnya masuk
Jingga duduk di depan dokter yang sudah berusia setengah baya itu namun masih terlihat tampan
__ADS_1
"siang dokter"sapa Jingga ramah
"siang,silahkan duduk"jawab dokter tak kalah ramah
Jingga pun duduk di depan dokter dan mengutarakan niatnya
Sementara dokter Alif terlihat terkejut mendengar penuturan Jingga,dari pandanganya saja Jingga terlihat sehat,ya memang wajahnya kurus dan pucat,namun sepertinya Jingga tidak mengidap penyakit mematikan itu
Namun pernyataan dokter yang masih dalam benaknya itu langsung terbantahkan melihat catatan riwayat penyakit Jingga,yang Jingga tunjukan
Tak ingin salah menganalisa,dokter Alif meminta Jingga untuk rebahan di ranjang pasien lalu memeriksanya dengan stetaskop
dari pemeriksaan itu jelas terdengar bunyi detak jantung yang normal
Namun untuk memastikanya dokter mengambil sampel darah Jingga untuk memeriksanya di lab memastikan tentang kondisi Jingga
Dokter Alif juga meminta obat yang di konsumsi Jingga selama ini
Dokter juga akan memeriksa kandungan obat itu,Jingga memberikan obat yang selalu ia bawa lalu menyerahkanya ke dokter
Tak ingin salah mengambil kesimpulan dokter meminta Jingga untuk datang tiga hari lagi guna mengambil hasil tesnya,dan juga meminta Jingga untuk berhenti mengkonsumsi obat itu
Jingga menurut apa kata dokter,lantas ia keluar dari ruangan dokter dan berjalan ke mobil miliknya terparkir
__ADS_1
Melajukan mobilnya menuju rumah,rumah dimana tempat keluarga dan kebahagianya