JINGGA

JINGGA
Manja


__ADS_3

Reno dan ayahnya tiba di jakarta pukul 22:00 malam waktu indonesia


Sampai di rumah kedatanganya di sambut pelukan hangat ibu nya


Mereka berpelukan sebentar melepas rindu,setelahnya Reno berpamitan menuju kamar dan ingin beristirahat


Ibu menyetujui keinginan putra kesayanganya itu dan membiarkan putranya masuk kedalam kamarnya


Di kamar Reno melihat tatanan kamar yang masih sama oersis seperti dulu saat ia tinggalkan


Ia lantas membersihkan diri di kamar mandi,tak berselang lama Reno keluar dengan wajah segar,tetesan air masih menghiasi wajahnya yang terlihat segar


Ia lantas membuka lemari mengambil pakaian santai,kaos oblong dan celana pendek


Setelahnya ia merebahkan dirinya di kasur big size miliknya yang sangat empuk dan nyaman


Saat memejamkan mata,terlintas bayangan Lisa yang tersenyum ramah ketika menyambut kepulanganya dulu


Ia lantas membuka mata danbangun dari tidur nya,ia menggeram kesal mengapa bayangan wajah Lisa yang tersenyum selalu melintas di kepalanya


Padahal ia sangat membenci wanita itu,bagaimana tidak wanita yang mengaku hamil darah dagingnya nyatanya memilih pergi dengan pria lain tanpa berpamitan padanya


Ia membenci Lisa namun juga merindukanya,oh othore pusing


Hingga waktu bergulir cepat,malam kini telah di gantikan dengan pagi yang ceria


Di tempat lain Lisa,yang keberadaanya tak ingin di ketahui orang membuka usaha baru dengan berjualan online


Ia menggunakan uang dalam atm nya untuk modal usaha


usahanya juga di bantu Jingga dan ayahnya,semenjak pertemuan Lisa kala itu dengan Jingga,dan kini mereka tinggal bertetangga membuat hubungan mereka makin dekat

__ADS_1


Jingga yang sibuk bekerja tak ada waktu untuk berkumpul dengan ayahnya,hingga ayahnya selalu kesepian,namun kini kehadiran Lisa seolah menjadi putri kedua bagi Hadi Wijaya


Lisa yang baru memulai usaha nya,masih punya banyak waktu senggang,orderanya belum banyak,dan promo nya pun di lakukan saat online saja,jadi ia punya banyak waktu luang untuk bercengkrama dan mengobrol dengan ayahnya Jingga


Jingga yang kini sering melamun karena penyakit yang di deritanya,juga berusaha meluangkan waktu untuk mendukung usaha baru Lisa


Saat ini mereka tengah sarapan bersama,pagi tadi Lisa datang dengan membawa sandwich buatanya,ia membawa sandwich yang rasanya tidak terlalu enak itu ke apartemen Jingga untuk sarapan bersama


maklum inipertama Lisa mencoba memasak,itulah sebabnya rasanya tidak terlalu enak,namun meski begitu baik Jingga maupun ayahnya tetap memakanya,dan mengkritik apa saja yang kurang dan perlu di tambahkan


Lisa tak marah dengan kritikan itu,ia justru senang karena keluarga Jingga berkata jujur,kritik dan saranya adalah untuk kebaikanya,di akhir kritikannya Hadi wijaya,menyemati Lisa untuk tetap berusaha lebih baik dan memberikan jempol satu untuk apresiasinya,dan memakan sandwich buatan Lisa dengan lahap


Mubadzir jika di buang,lagi pula rasanya tak terlalu parah,hingga masih dapat di makan


Ia senang melihat keakraban ayahnya dan Lisa,ia merasa beban di hidupnya sedikit berkurang,mungkin saat ia pergi nanti ayahnya tidak akan terlalu kesepian karena kini ada Lisa


Tapi bagaimana dengan Awan kekasihnya,apa kah ia bisa baik baik saja nanti saat kepergianya


Entahlah,lagi pula penyakitnya masih stadium awal,masih besar kesempatanya untuk sembuh jika ia rutin melakukan kemoterapy dan memulai hidup sehat


Ia datang lebih awal dan akan menyelesaikan pekerjaanya,karena siang ini ia ada janji dengan dokter untuk,membicarakan mengenai pengobatanya


Lagi lagi waktu bergulir dengan cepat,saat Jingga hendak keluar menuju taksi yang di pesanya untuk mengantarkannya kerumah sakit


Namun langkahnya terhenti ketika di ujung sana terlihat sebuah mobil yang Jingga tahu siapa pemiliknya


Mobil itu berhenti tepat di depan Jingga berdiri,sang empunya mobil membuka pintu mobil lalu turun menghampiri gadis pujaanya,siang itu Awan tak memakai pakaian formal ia datang dengan memakai sneaker warna putih celana bahan warna putih dan kaos oblong warna putih pula di lapisi kemeja warna hitam lengan pendek,yang kancing kemejanya tak di kaitkan


Awan berjalan gontai menghampiri wanitanya yang diam saja melihat kedatanganya


Awan melepas kaca mata hitam yang bertengger manis di hidung mancungnya seraya berkata"hai cantik,maukah kau makan siang denganku"ucap Awan mengajak Jingga makan siang di sertai gombalanya

__ADS_1


Jingga tersenyum mendapati pria pujaanya ini mendadak jadi tukang gombal,Jingga meletakan tangan kirinya di perut dan tangan satunya di dadagu,mengetuk ngetuk jari telunjuk di bibir,seolah sedang berpikir berat dan berkata"gimana ya,saya sangat sibuk hari ini jadi tidak bisa ikut"jawabnya


Namun bibir dan perbuatan sedang tidak singkron bibirnya berucap tidak,tapi kakinya melangkah menuju mobil dan membuka pintu mobil di samping kemudi lalu masuk duduk manis dan menutup pintu mobil


Awan tersenyum geli melihat tingkah wanita pujaanya itu,ia lantas berjalan menuju kursi kemudi sambil memakai kaca mata hitam miliknya yang semakin menambah kadar ketampananya


Ia memasuki mobil dan duduk di kursi kemudi,menginjak pedal gas mundur sedikit lalu melesat maju berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya


Di dalam mobil Awan menanyakan pada Jingga "mau makan siang dimana"


"di rumah kakak gimana,aku ingin makan masakan kakak,sekaligus ingin bertemu dengan ibu,sudah lama aku tidak kesana"ucap Jingga panjang lebar


"siap nona cantik"jawab Awan


Mendengar jawaban Awan,seketika Jingga mendaratkan pukulan manja di lengan Awan,yang fokus pada kemudinya


"awh"Awan mengeluh sakit,padahal pukulan Jingga sama sekali tidak sakit,ia hanya ingin mendramatisir keadaan,karena akhir akhir ini kekasihnya itu sering tidak fokus dan lebih banyak melamun


"uhhh cakit ya,maaf ya"ucap Jingga seraya mengelus elus lembut bagian yang ia beri pukulan manja tadi


Entah mengapa Jingga juga senang meladeni drama Awan,dan bersikap manja pada kekasihnya itu


Ia lantas meletakan kepalanya di bahu Awan,meski ia tahu mungkin akan mengganggu Awan yang fokus mengemudi


Namun Awan tak keberatan dengan sikap manja Jingga,ia suka Jingga manja pada nya,dan posisi ini adalah posisi favoritnya ketika bersama Jingga


Awan menekuk lengan nya dan mengelus lembut pipi kekasihnya dengan lembut


Jingga tersenyum bahagia,rasanya sudah lama sekali ia tak bermanja manja dengan kekasihnya


Awan pun memelankan laju mobilnya,tak ingin momen ini cepat berlalu

__ADS_1


yah salahnya juga yang sering melamun dan memendam masalahnya sendiri


Namun di tengah tengah rasa bahagianya tetap terselip rasa sedih,sedih memikirkan bagaimana nanti setelah ia pergi


__ADS_2