
Awan membawa Jingga kedalam pelukan hangatnya
Hal itu membuat kasak kusuk di antara para tamu
Awan sedih dan juga takut melihat kondisi Jingga
Sementara Reno diam di tempat melihat adegan di depan matanya,ia akan menunggu penjelasan dari keduanya,meski sebenarnya ia tak terlalu berharap
Setelah Jingga merasa tenang dan pusing di kepala sedikit mereda,ia mendongak menatap wajah pria yang ia cintai
Begitupun dengan Awan ia menunduk guna menatap wajah sang kekasih pula
"katakan,apa ini alasanmu meninggalkanku dan memilih menikah dengan Reno"tanya Awan sambil menunjukan surat dari rumah sakit yang menunjukan tantang panyakit Jingga
Jingga diam,dan Reno juga ikut bertanya pada Jingga"aku juga butuh jawaban darimu Jingga"ucapnya lantang dari belakang Jingga
Sementara itu ayahnya Jingga Hadi wijaya juga ikut menunggu jawaban dari putri semata wayangnya
"maaf,aku tak bermaksud seperti itu"ucapnya
"tapi_ _"ucapan Reno terpotong kala melihat Awan melambaikan tangan tanda untuk Reno tak meneruskan ucapanya,ia juga memberikan surat untuknya,surat perjajian yang Jingga setujui bersama dengan ayahnya
__ADS_1
Orang suruhan Awan berhasil mengambil surat perjanjian itu,saat Jingga telah menyerahkanya pada tuan Ferdi,kala Awan sudah terbebas
Reno shock membaca kata per kata yang tertulis di dalam kertas itu,lebih terkejut lagi melihat siapa pelaku dalam perjanjian itu yang tak lain adalah ayahnya sendiri
Reno kecewa dan sakit hati pada ayahnya mengapa ia tega melakukan hal kotor untuk memuluskan rencananya
Meski sebenarnya ia tak perduli dengan pernikahan itu
Reno menatap ayahnya dengan sorot mata kecewa,lalu pergi dari sana begitu saja
Tuan Ferdi yang melihat sorot mata kekecewaan dari anaknya merasa sedih dan menyesal
Sementara istrinya bingung dengan reaksi anak dan suaminya
Kini hanya tinggal beberapa orang di ruangan itu,tinggal Awan,Jingga,Hadi wijaya ayahnya Jingga,Arman dan Nita yang mendapat undangan dari tuan Ferdi,serta seorang penghulu
Saat penghulu itu hendak pergi,Awan mencegahnya
Awan melerai pelukannya dengan Jingga,menggenggam erat kedua tanganya,ia menatap intens pada wajah sembab sang kekasih seraya berkata"mari kita menikah"ucapnya mantap
Jingga terdiam dan tak menyangka jika Awan masih mau menerima dirinya,ia hendak menyetujui keinginan Awan,namun ia teringat dengan penyakitnya,Jingga merasa tak mungkin sanggup menjalankan kewajibanya sebagai istri,mengingat waktunya yang tak lama lagi
__ADS_1
"kak,maaf aku tidak bisa"ucapnya dengan perasaan sedih
"kenapa,aku bisa menerimamu apapun keadaanmu,aku akan menjagamu"jawabnya meyakinkan Jingga
"tapi waktuku tidak lama lagi kak"jawabnya dengan berurai air mata
Awan kemudian membawa Jingga kedalam pelukan nya lagi,ia menekan kepala Jingga di dada bidangnya,dengan tangan yang satu memegang tangannya lalu mencium tangan itu sekilas lalu berkata"maka dari itu jadilah istriku meski itu hanya sebentar"ucapnya sungguh sungguh
Jingga melerai pelukan itu,membelai wajah Awan lembut dan berkata"bisa bersamamu adalah impian dalam hidupku,tapi jika hanya untuk membuatmu susah,lebih baik jangan"ucapnya sendu
"kenapa begitu,aku mencintaimu apa adanya,berbagilah segalanya padaku,segala duka mu dan sakitmu kita jalani bersama"ucapnya tulus,sementara Jingga semakin deras air mata yang mengalir entahlah apa yang kini ia rasakan ingin senang namun juga sedih
"jadilah istriku meski hanya sehari atau seberapa lama pun kamu bertahan"imbuhnya meyakinkan
Jingga diam,namun kemudian menganggukan kepala tanda setuju,kali ini ia ingin egois,ia ingin bshagia tak perduli tentang yang lainya
Awan senang mendapati jawaban Jingga,begitupun orang orang yang menyaksikan mereka
Kini Awan menuntun Jingga untuk duduk di tempat pelaksanaan pernikahan,di sana ada penghulu,ayahnya Jingga sebagai wali dan juga ada Arman untuk saksi dan meminta seorang pelayan hotel menjadi saksi acara sakral itu
Saat Awan tengah menjabat tangan Hadi wijaya,Jingga menoleh pada pria yang ia cintai itu,dan Awan pun juga membalasnya,Awan menganggukan kepala meyakinkan Jingga
__ADS_1
Acara pernikahan itu berjalan lancar,kini Awan dan Jingga sudah sah menjadi suami istri