JINGGA

JINGGA
Realistis


__ADS_3

Awan bersikeras tak melepaskan Jingga,ia bertekad akan mendapatkan gadis itu apapun caranya,baginya tak mungkin perasaan itu hilang begitu saja


Setelah semua yang mereka alami,nyatanya mereka mampu melalui semuanya sampai saat ini


Jika Jingga bilang cinta itu realistis,lalu kenapa dulu Jingga menerimanya yang hanya seorang koki di restoran tempat nya bekerja


jika dulu ia tak memandang kasta,mengapa sekarang ia melakukanya


"sayang dengarkan aku dulu"ucap Awan dengan suara sendu,ia menggenggam erat tangan Jingga,meski Jingga berusaha memberontak


Karena merasa usahanya sia sia,kalah tenaga dengan Awan,dan dari hati yang terdalam sebenarnya ia tak rela jika harus pergi dari Awan,membuat tenaganya semakin lemah,hingga ia mengancam Awan,karena ia tak mampu lagi bertahan lebih lama dari ini untuk pura pura benci dengan Awan

__ADS_1


"kak,lepaskan atau aku akan memanggil keamanan"ucapnya parau menahan kesedihan di hati


"panggilah"ucap Awan menantang


Jingga panik karena Awan seolah menantang dan tak mengindahkan peringatannya,dan akhirnya ia memanggil securiti


"securiti"ucapnya lantang,dan suaranya yang lantang itu membuat securiti yang berjaga di samping pintu mendekat dan beberapa pasang mata pengunjung juga menoleh kearahnya


"Pak,pria ini mengganggu saya,tolong urus dia"ucap Jingga parau,setelah securiti itu berada di sampingnya,Jingga yang sejujurnya tak tega memperlakukan pria yang ia cintai seperti itu,namun ia tak ingin sandiwaranya terbongkar


Namun mendengar kata keributan justru muncul ide di kepala Awan,ia akan membuat keributan agar semua orang menoleh kearahnya,karena orang orang akan suka melihat keributan atau sesuatu yang menghebohkan bukan

__ADS_1


Ia menoleh kekanan dan kiri,dan beruntung ia melihat vas bunga besar di samping pintu masuk,ia lantas berjalan mendekati vas,dan sengaja menyenggol vas itu hingga jatuh ke lantai dan menimbulkan suara yang nyaring,ďan benar saja para pèngunjung kafe sontak melihat kerahnya


Jingga pun berbalik dan menoleh mendengar bunyi benda terjatuh,sang securiti pun memegangi tangan Awan karena geram dengan ulah pemuda itu


Awan diam tak berontak tanganya di pegang securiti,ia tak perduli akan hal itu,yang ia perdulikan kini Jingga ada di hadapanya dan menatapnya


Awan tak menyianyiakan kesempatan itu ia lantas berkata sesuatu yang menyentuh hati siapapun yang mendengarnya


"Jingga,aku tidak pernah tahu alasan apa aku mencintaimu,namun meski kau memberiku alasan untuk melupakanmu aku tidak akan bisa,pergilah jika itu inginmu,tapi ingatlah satu hal,aku akan setia disini menantimu kembali,pulanglah aku akan tetap menerimamu apapun keadaanmu"ucap Awan sendu,ia tak perduli dengan harga dirinya,ia ingin Jingga tahu jika ia tulus mencintai nya


Pengunjung kafe yang perempuan begitu terharu mendengar penuturan Awan,mereka bahkan meneteskan air mata tanpa diminta,mereka iri pada Jingga,karena di cintai begitu tulus oleh seorang pria

__ADS_1


Jingga berusaha mati matian untuk tidak menangis,ia lantas berbalik dan naik taksi yang kebetulan melintas


Di dalam taksi Jingga tak dapat lagi mencegah air mata itu,ia menangis sejadi jadinya,meluapkan sesak yang memenuhi dada,bahkan ia tak menghiraukan pertanyaan sopir taksi,alhasil sopir itu tetap menjalankan taksi tanpa arah dan tujuan


__ADS_2