JINGGA

JINGGA
Dilema


__ADS_3

Tanggal pernikahan antara Reno dan Jingga sudah di tetapkan,pernikahan itu akan di laksanakan 2 hari lagi


Ayahnya Reno yang menetapkan hari itu sebagai pernikahan hari putranya


Deg,hati Jingga dan ayahnya terasa sesak bak di hantam batu besar,mendengar tanggal dan hari yang di pilih tuan Ferdi,pasalnya hari dan tanggal itu sebenarnya adalah hari paling penting yang di pilih Awan,untuk menjadikan Jingga sebagai pendamping hidup nya


sekilas wajah Jingga memucat,ia tak menyangka jika tuan Ferdi akan memilih hari itu,namun ia tak bisa menolak karena menyetujui keinginan tuan Ferdi adalah salah satu poin yang tertera dalam kontrak yang sudah di setujui Jingga


Dengan secepat kilat Jingga merubah mimik wajahnya dengan senyum ceria,


semua mengenai urusan pernikahan gedung,gaun pengantin,catering,undangan dan lain lain di persiapkan oleh tuan Ferdi,Jingga serta ayahnya hanya terima beres


Setelah semua setuju tuan Ferdi dan istrinya berpamitan pulang,Reno mengantarksn Jingga dan ayahnya pulang


Di perjalalanan pulang,tak ada obrolan di antara mereka,mereka sibuk dengan pemikiran masing masing

__ADS_1


Jingga yang sibuk menguatkan hati dan mati matian terlihat bahagia di depan semua orang


Hadi wijaya,yang mencoba mencocokan segala kejadian,dan mencoba memahami pilihan putrinya,namun hingga ia merasa pusing kepala ia tak menemukan alasan mengapa putrinya menyetujui keinginan ayahnya Reno


Sementara Reno,ia juga bingung dengan keputusan Jingga,dan masih merasa aneh


Mereka berkutat dalam pemikiran masing masing,hingga mobil Reno memasuki parkiran apartemen tempat tinggal Jingga


Reno turun dari mobil setelah memarkirkan mobil itu dengan sempurna,ia membukakan pintu untuk Jingga


Jingga dan Reno melihat kearah Hadi wijaya yang berlalu dari hadapan mereka berdua di telan pintu kaca loby apartemen


"maaf kan papa,dia masih belum bisa menerima keputusan yang aku buat"ucap Jingga karena melihat sikap ayahnya yang membuat Reno,terbengong


Jingga takut Reno akan tersinggung oleh sikap ayahnya

__ADS_1


"tidak apa,bukan hanya ayahmu,tapi aku juga bingung dengan keputusan yang kamu ambil,kamu serius"ucap Reno panjang lebar,yang tak sanggup lagi menahan rasa ingin tahunya,mengapa Jingga tiba tiba setuju menikah denganya


"em Reno,hari ini aku sangat lelah,aku masuk dulu ya"ucap Jingga yang ingin segera kabur dari Reno,karena ia juga sudah tidak sanggup lagi berpura pura bahagia


Jingga lantas pergi dari hadapan Reno,tanpa menunggu jawaban pria itu


Reno hanya mampu memandangi kepergian Jingga yang menjauh darinya,dengan tatapan yang sulit di artikan


Sementara di tempat lain di sebuah ruangan seorang wanita tengah berderai airmata ia tak sanggup menahan butiran bening sperti kristal itu lolos dari mata indahnya


Wanita yang mana yang tak bersedih kala melihat pria ayah dari anak dalam kandungan yang beberapa lalu telah melamanya,dan akan menjadikannya istrinya,kini tengah mengadakan pertemuan dan membahas rencana pernikahannya dengan wanita lain


Beberapa hari lalu saat Lisa sudah tersadar dari pengaruh obat bius,seorang pria paruh baya,menyambutnya dengan senyum simpul


"kau sudah sadar nona Lisa"tanya tuan Ferdi

__ADS_1


"siapa kau dan aku ada dimana"ucapnya bingung dan melihat daerah sekeliling yang sperti sama dengan ruangan di apartemenya hanya warna korden dan sprei tempat tidurnya yang berbeda,sedangkan segala dekorasi seperti ranjang,meja rias,lemari semua nya sama


__ADS_2