
Malam itu,semua orang berkumpul di rumah Awan,karena kedatangan Zara,membuat Reno beserta Lisa sang istri juga datang bersama putra mereka yang berusia 8 tahun
Iya akhirnya mereka menikah,dan Lisa melakukan tes DNA,setelah anaknya lahir,Reno yang mengetahui jika putra kecil yang ia beri nama Rendi itu putra kandungnya sangat bahagia,mereka hidup rukun dan saling mencintai
Begitupun dengan Arman dan Nita,8 tahun menikah namun mereka masih belum di karuniai anak nyatanya tak menyurutkan cinta keduanya,mereka masih saja terlihat mesra layaknya pengantin baru
Makan malam kali ini di lakukan di taman belakang dengan tema barbeque
Zara dan Rendi asik main berdua,sementara para wanita,Lisa,Nita,dan Lidia serta Lintang mereka asih mengobrol,entah apa yang mereka obrolkan
Sementara,Reno,Arman dan Awan, Alfin mereka tengah berdiri di depan kompor,guna. Membakar menu pilihan istri tercinta,berbeda dengan para suami,Awan memanggang pesanan keponakan cantiknya Zara
Setelah semua sudah siap,mereka membawakan makanan untuk istri istrinya,Awan membawakan pesanan untuk keponakan cantiknya itu
Namun belum sampai pada sang keponakan,langkahnya sudah di hentikan oleh Lidia,ia mengambil alih tugas Awan,dan meminta Awan untuk membersihkan wajahnya karena ada noda hitam di wajah tampan Awan
Awan menyerahkan piring berisi makanan itu dan membersihkan dirinya di toilet
Setelah nya ia kembali bergabung dengan semua nya,untuk makan,setelah makan kini tinggal acara mengobrol santai,menikmati cuaca cerah dan kebersamaan
Kembali para pria berkumpul dengan pria,dan wanita berkumpul dengan wanita,Arman yang duduk di dekat Awan,melihat kearah Lidia yang dengan telaten mengelus puncak kepala Zara keponakan kesayanganya Awan,terlihat sangat penyayang dan keibuan
__ADS_1
"wan,lihat dech Lidia,ia begitu menyangi Zara"ucapnya pada sang sahabat
"huum,cocok menjadi seorang ibu"timpal Reno
"benar itu kak,cepetan kak,halalin sebelum di ambil orang"timbrung Alfin si adik ipar
Awan tak langsung menjawab,ia memandang Lidia lama,lalu beralih menatap langit yang bertabur bintang
"bagaimana bisa,seorang suami bersama wanita lain,sementara sang istri tidak tahu keberadaanya"ucap Awan sendu
"wan,"ucap Reno
"setidaknya,jika ia meninggal aku harus tahu di mana jasadnya"ucap Awan lagi,yang seketika membuat suasana ceria itu menjadi melo,dan penuh kerinduan
*
Awan mengunyah makananya,lalu menelanya dan meminum air putih sebelum menanggapi ucapan Lidia
"menikah,kamu serius"tanya Awan hati hati
"hmmm,iya aku serius"jawab Lidia mantap
__ADS_1
"Lid,aku ikut seneng,tapi menikahlah karena cinta,jangan karena ada apa apa"jawab Awan menasehati,karena tak ingin Lidia,salah langkah
"iya aku ngerti maksud kamu,tap hidup ini terus berputar,aku ingin membahagiakan papa,dan pria ini juga pilihan papa"jawab Lidia panjang lebar
Lidia di jodohkan dengan Leon oleh ayahnya dan ibunya Leon,karena mereka sama sama mengalami nasib yang sama yaitu sama sama di tolak oleh cinta mereka
Mereka bertemu dan saling bercerita tentang kisah cinta mereka,Lidia begitu bersimpati pada Leon yang cintanya di tolak oleh gadis yang mengalami lumpuh akibat kecelakaan,dan Leon pun begitu sebaliknya mendengar cerita Lidia yang di tolak cintanya karena Awan masih mencintai istrinya yang menghilang
Dari simpatinya itu,mereka jadi sering mengobrol dan saling memperhatikan,hingga akhirnya mereka putuskan menikah,karena mereka berpikir dalam rumah tangga cinta saja tidak lah cukup,tapi saling memahami dan tidak menyakiti satu sama lain itu juga perlu,dan meski tak ada cinta setidaknya mereka berkomitmen untuk saling menjaga dan melindungi
Sebagai teman,akhirnya Awan pun mendukung keputusan Lidia,ia mendoakan yang terbaik untuk temanya itu
*
Hari pernikahan pun tiba,Lidia dan Leon melaksanakan pernikahan mereka di hotel mewah di kota Bali,semua datang dan memberi selamat untuk Lidia dan Leon
Di saat semua orang terlihat bahagia,Leon terlihat cemas dan clingak clinguk menunggu kedatangan seseorang
Lidia yang melihatnya pun membisikan sesuatu pada Leon,untuk menjaga sikap di depan teman temanya,karena meski Awan tidak mencintainya,namun bisa di pastikan ia tak kan rela jika tahu Lidia di sakiti,Leon yang sadar situasi pun memcoba berdehm dan bersikap santai melihat reaksi Awan yang tak melepaskan pandanganya barang sekitpun,dan Leon tahu sikap Awan itu dari Lidia
Sementara di lorong hotel,seorang gadis tengah duduk di kursi roda karena kakinya yang lumpuh sedang menunggu orang yang membantunya,mengambil sesuatu yang tertinggal di kamar
__ADS_1
Awan yang kepalanya mendadak pusing memutuskan untuk pergi dari acara pesta dan menginap di salah satu kamar hotel itu,ia berjalan menuju kamar nya setelah mendapatkan kunci,ia berjalan dengan tegap dan penuh wibawa
Hingga sampai di satu lorong yang sama dengan gadis lumpuh tadi,mereka berjalan berhadapan,namun jarak yang cukup jauh membuat mereka tak dapat melihat dengan jelas,hingga jarak mereka yang semakin dekat dan kini tatapan mata keduanya saling bertemu,mereka melihat wajah yang ada di hadapanya dengan jelas,mereka saling menatap dengan tubuh yang kaku dan mulut yang tak mampu berucap