Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 108


__ADS_3

Di ruangan lain, tepatnya ruangan kerja milik Wiliam. Tuan Nelson meminta kedua pengawal bayangan itu menemuinya di ruang kerja Wiliam .


"katakan apa yang kalian dapatkan"


"Lapor bos, Sedari awal kita mengawasi semuanya aman bos tetapi saat hendak pulang nona Kaila bertemu tiga perempuan seumuran dengannya, awalnya saya mengira itu teman nona tetapi di lihat dari bahasa yang di lontarkan ketiganya terlihat mereka itu bukan teman dari nona bos"


"Apa yang terjadi?"


"Lapor bos, terjadi adu mulut antara nona Kaila dan Feli dengan ketiga orang tersebut, ketiga orang tersebut mengatai hal yang tidak benar tentang nona bos, terutama yang saya dengar jelas ketiga orang tersebut mengatai nona J*Lang dan simpanan om-om bos ,maaf "


"What a joke !!! find out who they are! before I returned to town B"


"Baik Tuan, itu saja yang kita dapatkan hari ini kami ijin pamit"


"Yaya terimakasih" ucap Tuan Nelson seraya memijit pelipisnya.


Tuan Nelson pergi beranjak dari ruangan itu, Kedua anak tertua nya sedang berada di ruang tengah bersama sang istri dirinya pun menyusul ketiga nya itu seraya menunggu kedua putrinya yang masih sibuk di kamar masing-masing.


tiba di ruang tengah, tuan Nelson memeluk sang istri dari belakang sedikit membuat terkejut,


"Kamu ini bikin kaget" kesal sang istri


"Ck, maaf sayang "


"Aduh Daddy jangan mesra-mesraan di sini" tegur Kaivan di ikuti anggukan Wiliam


Tuan Nelson menatap kedua putranya itu dalam pikiran nya saat ini apakah kedua putranya itu menyembunyikan sesuatu dari dirinya ? tak ingin berpikiran macam-macam tuan Nelson duduk di samping sang istri.


"makanya cepat menikah agar tidak jomblo lagi"


"jangan mengejek Seperti itu dad" tutur Wiliam


"Oh ya, mana Kaila dan Athifa " tanya Kaivan


"Di sini" ucap tifa yang baru saja keluar dari lift bersama Kaila


"Apa semuanya sudah siap? Kapan para tamu datang?" tanya Nyonya Nelson


"mungkin sebentar lagi" meyakinkan sang istri.


Mereka berkumpul keluarga, menjahili satu sama lain namun tidak dengan Kaila lebih banyak diam dan sedikit menghindari interaksi dengan keluarga seperti saat ini Kaila memilih membantu para maid walau itu alasannya saja.


Kaila berada di ayunan halaman belakang, hari sudah gelap para bintang di langit sudah makin terlihat jelas,


Tak ada Elvano ataupun Albert di Mansion keduanya ijin pamit pergi ke Mansion dimana orang tuanya berada, tepatnya Mansion yang beberapa hari lalu di beli Elvano lengkap dengan isinya seperti milik keluarga Nelson .


Kaila melamun sampai tak sadar kalau Kaivan berada di dekat ayunan itu memperhatikan dirinya.


"Apa yang sedang adik Abang pikirkan? sampai-sampai tak menyadari bahwa abangnya di sini"


"Oh astaga Kaila minta maaf bang"


"Ck, boleh Abang duduk di sini?" Kaila mengangguk


"Apa yang Kaila pikirkan?"


"I don't know, can you hug you? " Kaivan mengerutkan keningnya lalu mengangguk seraya merentangkan kedua tangannya agar Kaila masuk dalam pelukannya

__ADS_1


"Apa tuhan marah sama Kaila?"


"Heyy, what do you say then?" tegur Kaivan


"forget it"


"Semua masalah pasti ada solusinya, ingat Tuhan gak akan memberikan cobaan kalau tidak ada jalan keluarnya. jangan terlalu banyak pikiran nanti princess nya Abang sakit!!" Kaila mengangguk dalam pelukan Kaivan


"Maaf Kaila selalu membawa masalah"


"Iya di maafkan, Sekarang jangan nangis lagi" ucap Kaivan yang saat ini merasakan kalau bajunya agak basah


"shut up bro!" gerutu Kaila


"Yayaya suka suka Kaila" keduanya masih melakukan pelukan sampai Kaila merasa tenang. Kaila sudah sedikit tenang lalu melepaskan pelukan nya.


"Apa masih belum datang?"


"mungkin sudah hampir tiba" benar saja setelah berucap para tamu sudah hampir memasuki area halaman belakang, Kaila menarik Kaivan menuju samping rumah.


"Ada apa?" tanya Kaivan bingung pasalnya Kaila langsung menarik dirinya pergi ke halaman samping saat mendengar percakapan orang-orang yang datang terutama suara kedua orang tua nya.


"Mau ke kamar dulu, pake make up"


"idih make up segala masih cantik itu, walau sedikit luntur"


"Andai nyentil Abang sendiri gak dosa udah Kaila sentil otaknya"


"tumben gak Lo gue "


Kaivan masih berdiri di tempat bingung seketika apa yang terjadi kenapa dirinya di tinggalkan oleh Kaila masih ngeblank otaknya


"King? apa terjadi sesuatu?" tanya salah satu anak buahnya BD yang mengawasi daerah sekitar


"Ah tidak ada, lanjutkan kegiatan kalian" anak buah BD itupun mengangguk


Kaivan berjalan menuju halaman belakang dimana semuanya berkumpul terutama keluarga Arion dan Ares juga keluarga Kenan yang sudah berbincang hangat seperti teman lama yang saling rindu.


"Kaila mana?" tanya Wiliam


"Masih di kamar, bentar lagi juga turun mungkin" menjawab dengan ketus pasalnya masih kesal dengan Kaila yang meninggalkan dirinya tadi.


tempat barbeque di bagi menjadi dua bagian , khusus para anak-anak dan khusus untuk orang tua agar tidak menggangu.


di dalam kamar Kaila mencuci wajahnya dan mengoleskan kembali pelembab wajah nya, mengganti pakaian agar lebih hangat apalagi angin malam tak cukup baik untuk kesehatan.



mengingat acaranya di rumah sendiri dan tak perlu pakaian formal yang penting sopan, setelah menurut nya siap Kaila pergi menuju halaman belakang.


semaunya sudah mulai menikmati barbeque yang mereka panggang, Kaila ikut bergabung dengan para anak-anak, duduk di depan Arion .


"Dari mana?" tanya Arion


"kamar ,ngambil sweater "


"makan yang banyak biar gendut"

__ADS_1


"Aku udah makan tadi sama Feli dan Athifa" mengingat nama Feli, kaila langsung beranjak pergi menuju dapur untuk meminta para maid menyiapkan daging panggang untuk dua orang .


"Kalau sudah panggil aku" titah Kaila,


Kaila kembali ke tempat duduknya,


"Ada apa?" Kaila hanya menggeleng, dirinya serasa malas untuk berbicara moodnya yang di sebabkan oleh perdebatan dirinya dengan Andrea dkk tadi terlintas lagi dalam pikirannya.


"Oh ya hadiah nya ada di mobil, nanti aku kasih saat pulang" Kaila mengangguk


"kamu sakit?" tanya Arion yang heran dengan sifat kekasihnya ini, apa lagi saat dia mengirimkan pesan tak ada balasan apapun dari yang kekasih.


"Boleh aku istirahat duluan?" pinta Kaila


"Siapa yang larang? mau aku antar ke kamar?" Kaila menggeleng lalu beranjak pergi menuju ke arah perkumpulan para orang tua . Arion masih menatap sang kekasih tanpa putus sedikit pun dari penglihatan nya,


"Mommy Daddy" panggil Kaila


"Yes ,dear?"


"Kaila ijin untuk istirahat lebih awal"


"Ada apa? apa kamu sakit sayang?" bukan mommy nya yang bertanya melainkan Nyonya Walsh atau mamah Arion


"Kaila hanya sedikit ngantuk"


"Yasudah kamu istirahat aja" titah sang Mommy


"Kaila pamit ke kamar duluan" pamit Kaila


sebelum berpamitan Kaila menghubungi Feli untuk mengirimkan alamat tempat pemotretan nya, tak lama Feli mengirim kan alamat tersebut.


"Apa sudah?" tanya kaila


"Sebentar lagi nona"


"Kalau kasih ke Kevin" perintah Kaila


"baik nona"


Kaila meninggalkan dapur , seraya meninggalkan dapur Kaila menghubungi Kevin untuk meminta dirinya mengantarkan makanan ke tempat Feli setelah itu Kaila menuju kamarnya .


Arion sedari tadi memperhatikan kekasihnya ini sampai-sampai mengabaikan semua teman-teman nya yang berada di meja,


"Lo kenapa Ri?" tanya Ares heran


"woyy budegg" pukul Ares di pundak Arion


"Apaan!!" kesal Arion


"Lo kenapa dah ? kesambet ? " kini El yang super cerewet bertanya


"Kepo , dah ah laper gue" mengalihkan pembicaraan


"Kaila kenapa?" batin Arion


...✨jangan lupa like dan vote 🤸🤸✨...

__ADS_1


__ADS_2