
Di markas BB,
Arion meminta salah satu anak buah memanggilkan untuk menemui dirinya di ruang latihan, dirinya harus memberikan beberapa tes sebelum benar-benar menyetujui kalau Luke akan menjadi kekasih sang kakak,
"Ada apa bos" tanya Luke yang baru tiba,
"Kalau berdua tak perlu pakai embel-embel bos Luk" luke mengangguk
Arion berjalan mengambil dua katana yang mana satunya di berikan ke Luke, Luke bingung namun tetap mengambil katana yang di berikan oleh Arion.
"Jangan lengah Luk!" ucap Arion yang sudah bersiap untuk menyerang, Luke pun langsung bersiap melihat tingkah Arion
"Apa maksudnya ini Ri?" bingung Luke
"Ini salah satu tes untuk menjadi kekasih kakak gue" luke tertegun apalagi Seperti nya Arion benar-benar serius saat ini.
"Dan ini baru gue yang mengetes , masih ada Daddy yang akan mengetes kemampuan dan otak Lo"
Arion menyerang Luke mereka tanpa alat pelindung, menyerang Luke tanpa menghiraukan apapun yang pasti Arion dan Luke tidak akan bertarung sampai mati.
Crasss
tranggg
tranggg
Tranggg
Crasss
Sahut bersahutan bunyi pedang keduanya saling beradu, Arion masih memiliki banyak tenaga sedangkan Luke sudah mulai kehabisan tenaga dirinya lupa makan sedari pagi karna berkutik dengan file perusahaan milik Arion pribadi selain Walsh company.
"Kenapa serangan Lo jadi lemah Luk!!" tanya Arion
"Cape gue belum ada istirahat apalagi makan Lo langsung ngajak gelud aja" kesal Luke
"Alesan, dah ah kita sudahi saja dan Lo gagal"
"gak bisa gitu dong, lu gak kasian sama gue, gue ini serius sama Thania astaga Ri kita temenan udah lama malahan dari Lo bocil" tak terima dengan ucapan Arion
"Gue pikir-pikir dulu bentar kalo gitu Lo harus beliin gue mobil baru gimana?"
"Duit dari mana gue, yang murahan dikit Napa"
"Mobil aja deh Luk atau helikopter yang gue mau itu? gue jamin Daddy bakal setuju kalo Lo beliin gue"
"Lo kira duit tumbuh di pohon"
"Duit terbuat dari?"
"Kertas, kertas terbuat dari kayu, kayu terbuat dari pohon bosen gue dengernya itu Mulu" ucap Luke
"Tumben pintar Luke, terharu gue" ejek Arion
"Ayo gue mau makan ikut gak Lo?" ajak Luke menyogok Arion
__ADS_1
"Bukan berarti gue setuju ya!!" tau isi pikiran Luke
Keduanya pergi ke salah satu rumah makan, setiba di rumah makan setelah memesan mereka berbicara tentang perusahaan maupun tentang markas.
"Ri, Proyek yang ada di Kota C Seperti nya Lo harus datang sendiri memeriksa pekerjaan mereka" setelah banyak pertimbangan akhirnya Luke mengatakan permasalahan yang membuat dirinya tidak sempat sarapan.
"Emang kenapa? Lo kan tau gue gak bisa ijin sekolah lagi Luk, ap lagi perusahaan ini keluarga gue gak ada yang tau cuman kita berdua yang tau" Luke menghela napas panjang ini lah kendalanya,
"Gue yang akan bilang Thania kalau gue perlu Lo ikut nemani gue"
"Lo kira ka Thania bodoh bisa dengan begitu percaya"
"Trus Lo maunya gimana?"
"Gak tau, emang harus ya gue ke sana?" Luke mengangguk , Arion tampak berpikir lalu makanan yang mereka pesan tiba
Menikmati makan siang yang terlambat untuk Luke, Arion memikirkan! bagaimana dirinya' bisa berangkat ke kota C tanpa harus libur sekolah .
Selesai makan mereka kembali ke markas, sepanjang perjalanan keduanya bungkam seperti supir dan penumpang yang fokus dengan imajinasi masing-masing.
Di markas Arion langsung ke ruangannya memikirkan apa yang harus dia lakukan, tidak mungkin mengungkapkan bahwa dirinya lah yang memiliki perusahaan selama ini yang mewakilkan adalah Luke, dan keluarga nya pun hanya tau kalau Luke bekerja sampingan di perusahaan itu.
"Mumet gue" gumam Arion seraya mengambil ponselnya menghubungi Kaila.
"Hawlo vhian" ucap Kaila
"Halo, kenapa dengan suara kamu sayang?"
"Akhu lawgi masgeran"
"Aku lagi maskeran, tuh kan retakk kamu sihhh iih" kesal Kaila
"Ya kan aku ga tau maaf"
"tau ah , aku mau lanjut maskeran nanti aja ngehubunginnya" kesal Kaila lalu mematikan panggilan
"Kaila masih pms? perasaan udah enggak, galak amat" gumam Arion
Arion kembali ke pemikiran nya, memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak absen sekolah, Seraya berpikir Arion mulai tertidur di ruangannya bersama pemikiran yang ada di otaknya.
Beberapa jam kemudian, saat ini sudah malam pukul 7, Arion terbangun dari tidurnya setelah mencuci muka dirinya beranjak hendak pulang banyak pesan dari Kaila di ponsel nya.
"Kamu marah?"
"Sayang jangan marah"
"Aku tadi lagi badmood maaf"
"Sayangg iihh kamu mahh"
"jangan marah plis"
"maaf sayang"
beberapa pesan yang d kirimkan Kaila ke Arion saat tertidur tadi, Arion sudah membalas pesan itu saat mengecek jam di ponselnya tadi . dan sekarang Arion berjalan keluar ruangannya berpapasan dengan Luke yang hendak menemuinya.
__ADS_1
"Kebetulan, Gue sudah dapat ijin nih dari Thania besok bisa gak Lo pulang sekolah kita berangkat, kalo pekerjaan nya cepat di atasi cepat juga kita balik" Arion yang sedari tadi memikirkan bagaimana cara agar bisa berangkat dengan gampangnya Luke mendapatkan ijin, emang kalo udah jadi kekasih apapun di lakukan.
"emang Lo bilang apa ke ka Thania?"
"Gue bilang, gue butuh Lo sebagai pengawal gue dua hari apalagi Lo kan nanti bakal dapat anak perusahaan dari papah jadi sekalian belajar" Arion tercengang mendengar penuturan dari Luke
"Cuman itu doang? ka Thania percaya?" Luke mengangguk
"Emang cinta bikin bodoh ternyata kecuali cinta gue ke Kaila" seraya berucap Arion menggeleng kecil
"Jadi besok Lo siap-siap jadi nanti gue langsung jemput Lo jam pelajaran terakhir"
"What? last time? gue kan mau jalan dulu sama Kaila Luk biar dia gak kesepian"
"Geli Ri, yang pasti gue jemput Lo pesawat kita berangkat jam segitu"
"Tau insyallah!!!" gerutu Arion dirinya pun langsung pergi meninggalkan Luke dengan perasaan kesal pastinya.
Luke pun langsung pergi keruangan nya , maksud dari Luke memaksa untuk Arion hadir karna salah satu anak buah yang bekerja di sana berkhianat menggelapkan uang yang cukup banyak milik perusahaan.
Dan yang berhak untuk mengeksekusi adalah Arion bukan berarti Luke tidak berhak karna orang yang menggelapkan adalah orang kepercayaan Arion sendiri.
"wait for your time Bastian " gumam Luke yang kesal atas pengkhianatan sahabat nya ini,
Arion bergegas pulang kerumah agar sempat ikut makan malam agar bisa menanyakan ke sang kakak.
Luke dan Thania sudah resmi dan di setujui oleh kedua orang tua Arion untuk berpacaran tetapi kalau untuk menuju ke hubungan yang lebih serius seperti menikah itu ada tes agar bisa mendapatkan restu orang tua Thania
Keduanya pun sudah akrab dan saling suka setelah Luke tinggal dan satu sekolah dengan Thania kemana-mana selalu bersama sampai mantan mantan Thania meminta agar dirinya menjauhi Luke dan mengusir Luke bukan Thania menuruti malah Thania memutuskan hubungan mereka demi Luke dan Sampai lulus sekolah dan kuliah Thania tak memiliki kekasih namun dekat dengan Luke,
entah keberanian apa Luke yang juga menyukai Thania sedari lama meminta Thania untuk menjadi kekasih nya. Luke juga berencana akan melanjutkan ke hubungan lebih serius namun tidak sekarang.
Back to Arion ~
Arion sudah tiba di rumah bertepatan degan makan malam bersama, di meja makan Keluarga nya berkumpul kecuali si twin mereka sibuk dan tinggal terpisah walau kadang lebih sering tinggal di Mansion.
"Selamat makan, jangan lupa berdoa" ucap sang papah mengingatkan. Mereka menikmati makan malam bersama Seperti biasa.
"Pah Arion besok akan ikut Luke perjalanan bisnis" ucap Arion
"Benarkah? bagus sekalian kamu belajar " Arion mengangguk.
"Tapi jangan merepotkan Luke ya" titah sang mami
"Mami, Arion bukan anak kecil lagi" cibir Arion sambil memasukkan makanan ke mulutnya
"Oleh-oleh ya?" ucap Thalia
"Gak ada duit gue, Lo transfer deh nanti gue beliin yang Lo mau" ucap Arion
"bukan oleh-oleh namanya "
"Sudah makan dulu baru bahas yang lain!" tegur sang mami
...✨ jangan lupa like dan vote 🔫✨...
__ADS_1