
Drttt
Drttt
Drttt
" ....... "
" Ini aku ka Arion, aku ingin meminta tolong"
" ...... "
"Ah aku lupa baiklah besok pagi akan aku hubungi"
Di apartemen.
Kaila nampak terbangun dari tidurnya pukul 04.16 malam menjelang pagi.
Kaila sedang mempersiapkan keperluan nya,
Tiba tiba Kaila mendapat pesan dari Arion .
"Kai aku ingin meminta tolong, aku akan berangkat menggunakan mobil pribadi dan tidak naik bus bisakah kau membantuku membawakan koper ku nanti?"
"Aku sedang menunggu Naresh di rumah sakit bersama Naresh kami tak bisa meninggalkan nya maka dari itu bisakah aku meminta pertolongan mu?"
"Kunci rumah ku password nya 131095"
Arion duduk di depan pintu ruang operasi satu jam lebih sudah Naresh berada di ruang operasi "Darah di balas darah. nyawa di balas nyawa" gumam Arion
Kaila membuka ponselnya dan mendapati pesan Arion tanpa sadar Kaila menghubungi Arion.
Drttt
Drttt
dering kedua Arion langsung menjawab panggilan itu.
"Apa kau baik² saja?Apa kau terluka?beritahu aku kau di rumah sakit mana cepat" dengan nada ingin menangis Kaila bertanya kepada Arion
" ....... "
"Aku akan ke sana cepat beritahu aku" Isak tangis Kaila
" ...... "
"Aku segera ke sana"
"......"
"Aku tak dapat menunggu anak buah mu aku akan membawa mobil sendiri"
"......"
"Jangan melarangku" Kaila langsung mengakhiri panggilan nya ,tanpa pikir panjang kaila mengenakan Hoodie dan celana training nya langusng bergegas menuju rumah sakit di mana Arion berada .
Kaila mengikuti arahan petunjuk jalan ramai walaupun Tengah malam menjelang pagi setiap jalan selalu ada orang dan di jalanan selalu ada mobil dan kendaraan
Tiba di rumah sakit.
Kaila langsung berlari mencari keberadaan Arion. Arion bersandar di kursi tunggu cemas dan lelah terlihat di wajahnya.
"Vian" teriak Kaila sambil berlari ke arah Arion
Hikss
hikss
"Aku takut kau kenapa². Kenapa bisa memar di wajahmu dan kenapa bibir mu berdarah" tanya kaila sambil menangis
"Aku tidak apa² tenang lah ,kenapa kau jadi cengeng sekali" ejek Arion
"Huaaa kau" ucapan Kaila terhenti ketika Arion memeluknya erat
"Aku baik² saja tenang lah" Arion memeluk Kaila agar Kaila tenang
"Siapa yang membuatmu seperti ini?" tanya Kaila sesegukan setelah menangis
"Ah ini ceritanya panjang"
"Sebelum itu cepat ikuti aku kita perlu memeriksa memar ini" ajak Kaila
saat hendak meninggalkan tempat tunggu dokter Arya tak lain adalah adik ayahnya Arion (kembaran).
"Bagaimana keadaan Naresh om" tanya Arion sambil menggenggam tangan Kaila
"Operasi berjalan lancar setelah ini akan di bawa keruangan pasien" ucap dokter Arya
"Ah syukurlah terimakasih om" ucap Arion
"Wajah mu memar ikuti aku, aku akan memberikan salep" ajak dokter Arya.
"Baik om" sambil mengikuti Arya dan membawa kaila bersama nya
Di ruangan dokter pribadi Arya
"Duduk di situ aku akan membawakan salep" perintah Arya
Arion dan Kaila duduk bersama di sofa yang ada di ruangan itu.
"Vian Apa dia om mu?" bisik Kaila
"Ya dia kembaran ayahku, adik ayahku" jawab Arion
Dokter Arya membawakan salep juga batu es untuk pipi Arion yang memar.
"Ceritakan padaku semuanya tentunya bagaimana anakku bisa tertembak" ucap Arya .
Ya Arya adalah ayah Naresh sahabat sekaligus keluarga Arion. sedangkan dengan Wilasa ayah mereka bersahabat maka dari itu mereka bertiga pun jadi bersahabat dan sudah seperti keluarga.
__ADS_1
"Maafkan aku, saat itu aku sedang melawan beberapa orang dan pandangan ku hanya fokus ke lawanku sedangkan lawan Ares membawa senjata dan saat itu aku berada sedikit jauh dari Ares"
"Ceritakan semuanya dari awal bagaimana Kalian bisa terlibat itu" sambil menekan bagian yang bengkak
"Aw pelan dong om" menjerit kesakitan
"Makanya cepat ceritakan siapa yang berani putraku"
"Ya dengarkan baik²" gerutu Arion
Kaila dan Arya mendengarkan cerita Arion. setelah menceritakan apa yang terjadi.
Arya nampak kesal.
"Kalau sudah menemukan dimana bocah itu hubungi aku" perintah Arya
"istirahat lah dulu aku akan mengecek keadaan Naresh dna menghubungi ibunya"
"Hmmmm" Arion bergumam
kaila melamun setelah mendengar cerita Arion.
"Apa kau tak akan berangkat ke sekolah?" Arion menyadarkan Kaila dari lamunannya
"berangkat, dan kau bagaimana" tanya Kaila.
"Akan berangkat, ayo kita berangkat Wilasa dan candy menunggu" ajak Arion
"Candy?"
"Perempuan yang di tolong Naresh " tambah Arion lagi
"Oh oke"
Arion dan Kaila berjalan ke lobby rumah sakit di sana Wilasa sudah menunggu mereka bersama candy.
"Candy kau di tunggu dokter Arya di ruangan Naresh " ucap Arion
"Baik" langsung berjalan menuju ruangan VIP.
drtttt
drttt
drtttt
ponsel Kaila berbunyi Feli menghubungi nya.
"........"
"tentu aku sudah siap"
"......."
"Yaya tunggu aku akan segera sampai"
"......."
Mereka bertiga menuju mobil, Arion melempar kunci mobilnya ke arah Wilasa dengan reflek Wilasa menangkapnya
"Kau bawa mobilku ,kita bertemu di sekolah" Arion
"Ya." singkat jelas jawaban Wilasa
kaila memberikan kunci mobilnya kepada Arion. mereka langsung menuju apartemen untuk bersiap.
tiba di apartemen
"Aku akan membereskan punyaku kita akan berangkat bersama-sama ke sekolah" ucap Arion
"Baiklah" Kaila
Muka Arion masih agak memar .
Arion sudah bersiap-siap langsung menghampiri kaila yang juga sudah siap.
dalam perjalanan menuju sekolah.
"Kaila apa kau ingin menjadi kekasihku?" tanya Arion "bukan kekasih namun pendamping hidupku seumur hidup" ajak Arion
"Hmm Ya aku mau" jawab kaila malu-malu
"Akhirnya sekian lama aku menunggu mu" gumam Arion senang
"cepatlah Atau Feli akan merajuk denganku" ucap Kaila
Tiba di sekolah.
"Kailaaaaaa" teriak Feli membuat Andrea menatap ke arah Feli berlari .
Kaila keluar dari mobil lebih dulu baru Arion ikut keluar dari mobil.
"Arion? Wanita ****** sialan lihat saja kau nanti akan ku habisi" batin Andrea kesal
Feli dan Kaila nampak berbincang-bincang. Arion berjalan ke arah guru pembimbing mereka.
"Misi pak, saya mau memberitahu bahwa Naresh steven Walsh tak dapat ikut serta dalam perjalanan kali ini karna sedang sakit"
"Bagaimana keadaan nya sekarang" tanya guru itu.
"Sudah mulai membaik, dan saya ingin meminta ijin tak ikut dalam bus saya akan membawa mobil pribadi saya" ucap Arion
"Tak bisa begitu Rion sesuai peraturan sekolah." jawab guru itu.
"Ah menyebalkan" gumam Arion
"Baiklah saya akan naik bus tapi saya ingin naik bus yang itu" sambil menunjuk bus yang akan di naiki Kaila
"Itukan bus kelas sebelah"
__ADS_1
"Naik itu atau saya naik mobil pribadi"
"Sudahlah terserah kau saja" karna tak bisa apa² kepada Arion , keluarga Walsh pemilik sekolah itu.
Arion menghubungi Kaka perempuan nya.
"Aku tak ingin naik bus ka, aku akan membawa mobilku sendiri"
"......."
"Aku punya alasan tersendiri tentang ini"
"......."
"Kau kepala sekolah di sini tolonglah"
"......."
"Ya kau memang terbaik"
Panggilan terputus.
Arion menghampiri Kaila dan Feli,
"Apa kalian ingin berangkat bersama ku menggunakan mobil?" ajak Arion
Feli dan Kaila saling memandang seperti sedang bertukar pikiran.
"Apakah boleh?" tanya kaila
"siapa yang melarang?" Arion
"Bukan mksdku bolehkah membawa mobil sendiri?" Kaila
"Aku sudah mendapatkan ijin jadi tenang lah" Arion
"Kalau begitu ayo kita bisa sedikit bersantai di perjalanan" Feli ikut berbicara
"Heyy kalian tidak akan melupakan aku kan" Wilasa
"Okey sudah di pastikan"
Mereka sedang berkumpul untuk mendengarkan arahan dari pembinaan.
setelah mendengarkan arahan² mereka memasuki bus. Kaila Arion Feli dan Wilasa menuju ke mobil Pajero sport milik Arion yang di pakai oleh Wilasa.
"Sialan mereka membawa mobil sendiri" kesal Andrea
"Bagaimana dengan mobilku" tanya kaila
"Anak buahku akan membawa nya kembali ke apartemen" Arion
"Ayo berangkat,semua bus sudah berangkat" ajak Wilasa
mereka masuk ke dalam mobil setelah memasuki barang bawaan mereka ke bagasi . Kaila duduk di depan bersama Arion ,Feli dan Wilasa di kuris belakang .
perjalanan menuju bukit yang akan mereka datangi memakan waktu beebrapa jam karna berada jauh dari kota.
Mereka bertiga nampak tertidur dalam perjalanan kecuali Arion karna dia yang menyetir.
Wilasa tertidur pulas dan tanpa sadar Feli merebahkan kepalanya nya di paha milik Wilasa. Bus yang di tumpangi siswa siswi sekolahnya berhenti di sebuah tempat persinggahan dan di ikuti oleh Arion
"Apa kita sudah sampai" Kaila terbangun dan bertanya dengan suara khas bangun tidur
"Belum sayang,kita sedang berada di tempat peristirahatan karna perjalanan masih jauh supir bus perlu beristirahat" ucap Arion sambil mengelus kepala Kaila
"Aku mau ice cream" gumam Kaila
Wilasa terbangun karna merasakan kakinya keram.
"Astaga aku kira ada batu yang menindih pahaku" gerutu Wilasa
Feli menggeliat dan terbangun sambil menatap wajah Wilasa .
"Halo wil" sapa Feli yang belum sepenuh sadar
"Heyy felysia Inez bangun kakiku keram"
"Astaga aku tak sengaja " ucap Feli panik
Kaila dan Arion hanya tertawa melihat kedua orang itu berdebat.
"Sudahlah ayo kita membeli beberapa cemilan" ajak Arion
wajah Feli memerah karna malu.
"Sudahlah aku juga tidak mempermasalahkan" ucap Wilasa
"Maafkan aku" bersuara kecil
"Tidak apa² ayo kita beli beberapa makanan" ajak Wilasa
Arion dan Kaila lebih dulu keluar dan di susul Feli dan Wilasa.
Andrea yang sedari tadi memperhatikan kaila dengan tatapan ingin memangsa .
"Tunggu saja" batin Andrea
Andrea pun menuju ke arah Arion berada,
"Arion" sapa Andrea
Halo Kakak-kakak ❤️🙏
Maaf kalau ada salah kata🙏 semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload 🙏🙏😭.
Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like 🙏
jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update 🙏🙏🙏🙏❤️❤️
__ADS_1
Terimakasih ❤️🙏